1
1
1
2
3
Seba, FKKNews.com – Upaya Bupati Sabu Raijua Krisman B. Riwu Kore, S.E., M.M. memperjuangkan dukungan pemerintah pusat kembali membuahkan hasil. Melalui sinergi dengan Anggota DPR RI Komisi X Stevano Rizki Adranacus serta dukungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, dua sekolah dasar di Kabupaten Sabu Raijua resmi memperoleh bantuan revitalisasi yang didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026.
Program tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan di SD GMIT Bodae dan SD GMIT Bolou, Kecamatan Sabu Timur, Senin (29/6). Total bantuan yang dikucurkan pemerintah pusat untuk kedua sekolah itu mencapai lebih dari Rp1,7 miliar.
Secara rinci, SD GMIT Bodae menerima alokasi anggaran sebesar Rp886.036.107, termasuk pekerjaan fisik senilai Rp740.032.000 untuk rehabilitasi dua ruang kelas, pembangunan satu ruang administrasi, satu ruang UKS, satu unit toilet beserta perabotnya dengan masa pelaksanaan selama 120 hari.
Sementara itu, SD GMIT Bolou memperoleh anggaran sebesar Rp910.268.498 yang digunakan untuk rehabilitasi tiga ruang kelas, pembangunan satu ruang administrasi, satu ruang UKS, serta satu unit toilet lengkap dengan fasilitas sanitasi.
Dalam sambutannya, Bupati Krisman Riwu Kore menegaskan bahwa pembangunan sarana pendidikan merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Sabu Raijua.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bapak Stevano Rizki Adranacus yang telah memperjuangkan sekolah-sekolah kita di tingkat pusat. Seluruh pekerjaan pembangunan ini wajib dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis dan memenuhi prinsip tepat mutu, tepat waktu, transparan, serta akuntabel,” tegas Bupati Krisman.
Strategi Jemput Bola ke Pemerintah Pusat
Di tengah kebijakan efisiensi anggaran nasional, Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua memilih tidak hanya bergantung pada kemampuan APBD. Di bawah kepemimpinan Bupati Krisman Riwu Kore, berbagai upaya komunikasi dan koordinasi intensif terus dilakukan dengan pemerintah pusat untuk menghadirkan program-program strategis bagi masyarakat.
Selain revitalisasi sekolah melalui dana APBN, strategi tersebut juga mulai membuahkan sejumlah hasil nyata, di antaranya pengamanan kuota 1.000 unit Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) untuk rumah tidak layak huni, dukungan revitalisasi tambak garam melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta pengawalan usulan bantuan reguler bagi 26 satuan pendidikan yang saat ini masih berproses di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Di sisi lain, Pemkab Sabu Raijua juga melakukan efisiensi belanja daerah dengan memangkas anggaran operasional yang dinilai kurang prioritas. Anggaran tersebut kemudian dialihkan untuk berbagai program yang langsung dirasakan masyarakat, seperti seragam sekolah gratis, beasiswa, bantuan uang duka, pembangunan lampu jalan, bantuan sektor pertanian, hingga pembangunan 30 unit rumah baru.
Anggota DPRD Kabupaten Sabu Raijua, Karel Modjo Djami, S.Sos, turut memberikan apresiasi atas sinergi yang terbangun antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan wakil rakyat dalam menghadirkan pemerataan pembangunan.
Menurutnya, revitalisasi empat sekolah melalui jalur aspirasi tahun ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi lintas sektor mampu menghasilkan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Sabu Raijua.
Acara peletakan batu pertama tersebut turut dihadiri jajaran Anggota DPRD Kabupaten Sabu Raijua, Kepala Dinas PKO, Camat Sabu Timur, Penjabat Kepala Desa Bodae, Ketua BPD, Ketua Yapenkris Hari-Hari, para kepala sekolah, guru, pengawas, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat.