1
1
1
2
3
Amarasi, FKKNews.com— Wakil Ketua Komisi V DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur, Winston Neil Rondo, melaksanakan kegiatan reses di SMAN 1 Amarasi Selatan, Kabupaten Kupang, pada Selasa (24/3/2026). Kedatangan anggota DPRD dari Partai Demokrat ini disambut langsung oleh Kepala Sekolah Tomas Alfa Edison Niubabi, S.Pd., beserta jajaran guru, komite orang tua, dan para siswa yang tergabung dalam Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS).
Kegiatan reses yang merupakan bagian dari masa reses kedua tahun 2026 ini menjadi momen bagi Winston Rondo untuk bertatap muka langsung dengan konstituennya di dunia pendidikan. Dalam sambutannya, Winston menyampaikan motivasi dan semangat kepada para siswa serta pengurus OSIS. Ia mendorong generasi muda untuk tetap bersemangat menuntut ilmu dan berinovasi, meskipun di tengah berbagai keterbatasan yang ada.
Pesan dan Motivasi kepada Para Peserta Didik
Dalam sambutan Winston Rondo menyampaikan lima pesan penting bagi para peserta didik yaitu :
1. Berani bermimpi besar. Ia mengingatkan agar anak-anak tidak pernah minder karena berasal dari Amarasi Selatan. “Anak desa punya kesempatan yang sama untuk menjadi dokter, guru, insinyur, pengusaha, atlet nasional, bahkan gubernur atau menteri,” tegasnya.
2. Hormati orang tua dan guru, karena kesuksesan lahir dari kecerdasan sekaligus doa serta bimbingan mereka.
3. Manfaatkan teknologi dengan bijak, jadikan ponsel dan internet sebagai sarana belajar, bukan sebagai alat yang menghancurkan waktu dan masa depan.
4. Jauhi kekerasan, perundungan, narkoba, minuman keras, serta pergaulan yang merusak masa depan.
5. Aktif dalam organisasi, olahraga, seni, dan kegiatan positif, karena banyak pemimpin lahir dari keberanian belajar memimpin sejak di bangku sekolah.
Apresiasi untuk Guru, Orang Tua, dan OSIS
Winston Rondo juga menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada para guru atas dedikasi mereka dalam membentuk manusia, bukan sekadar mengajar mata pelajaran. Sebagai Wakil Ketua Komisi V DPRD Provinsi NTT, ia berkomitmen mengawal kebijakan pendidikan agar kualitas layanan meningkat, sarana-prasarana memadai, dan guru mendapat dukungan layak.
Kepada komite sekolah dan orang tua, Winston menekankan pentingnya kolaborasi empat pilar antara keluarga, sekolah, gereja, dan pemerintah. Sementara kepada pengurus OSIS, ia berpesan agar menjadi teladan, karena kepemimpinan sejati dimulai dari memberi contoh baik kepada teman-temannya.
Aspirasi Guru dan Orang Tua: Sarana Prasarana hingga Tenaga Honor
Dalam sesi dialog dan tanya jawab, para guru dan perwakilan komite orang tua menyampaikan sejumlah aspirasi mendesak terkait kondisi sekolah. Beberapa keluhan utama yang disuarakan antara lain:
1. Fasilitas sarana dan prasarana yang kurang dan rusak, termasuk kondisi ruang belajar yang memerlukan perbaikan.
2. Sarana olahraga yang tidak memadai dan membutuhkan perbaikan segera.
3. Keluhan tenaga pendidik terkait honor komite yang belum terpenuhi secara layak.
4. Persoalan tenaga pengajar P3K paruh waktu, yang masih menghadapi ketidakpastian status dan kesejahteraan.
Winston Rondo menyoroti bahwa persoalan kesejahteraan guru dan tenaga pendidik masih menjadi problem serius di NTT. “Belum semua guru dan tenaga pendidik direkrut sebagai PPPK. Masih dalam status PPPK paruh waktu maupun honor komite sehingga perlu ada kebijakan dari pemerintah untuk dapat menyelesaikan persoalan tersebut,” ujarnya.
Winston menegaskan bahwa DPRD akan mengundang Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan dinas terkait untuk membahas serta mencari solusi atas berbagai persoalan tersebut, termasuk penempatan PPPK yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan sekolah.
Harapan dan Tindak Lanjut
Winston Rondo berkomitmen untuk memperjuangkan aspirasi yang disampaikan melalui jalur legislatif. Ia juga mengapresiasi inovasi yang telah dilakukan SMAN 1 Amarasi Selatan, di tengah keterbatasan yang ada. Kegiatan reses ini menjadi bukti nyata komitmen Wakil Ketua Komisi V DPRD NTT untuk terus hadir mendengarkan dan memperjuangkan kepentingan masyarakat, khususnya di sektor pendidikan.
DPRD akan membahas berbagai keluhan tersebut dalam rapat-rapat berikutnya guna mencari solusi konkret bagi peningkatan kualitas pendidikan di Nusa Tenggara Timur.