Popular Posts

WhatsApp Image 2026 08 15 at 08.56.30

Gempa M 7,7 Guncang Flores, Pelabuhan Maumere Rusak, Tsunami Terdeteksi

Maumere,FKKNews.com — Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores dan sekitarnya, Sabtu (15/8/2026) dini hari. Guncangan kuat menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan, termasuk ruang tunggu Pelabuhan Lorens Say (Pelni) di Maumere, Kabupaten Sikka.

Gempa terjadi sekitar pukul 04.58 WITA, dengan kedalaman 15 kilometer. Berdasarkan informasi peringatan dini BMKG yang diterima, pusat gempa berada di sekitar Mbay, Kabupaten Nagekeo.

Kerusakan di Pelabuhan Lorens Say terjadi ketika aktivitas pelabuhan tengah ramai. Saat itu, sejumlah calon penumpang sedang menunggu keberangkatan kapal. Bagian bangunan ruang tunggu mengalami kerusakan berat hingga membuat warga panik dan berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri.

Kepala SAR Maumere, Fathur Rahma, mengatakan tim SAR gabungan telah dikerahkan ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan pencarian di sekitar reruntuhan.

“Masih dalam tahap pencarian di lokasi reruntuhan. Kebetulan saat kejadian sedang ada jadwal kapal sehingga banyak penumpang di sana,” ujar Fathur.

BMKG Deteksi Tsunami

Selain kerusakan akibat guncangan, gempa tersebut juga memicu peringatan dini tsunami. Dalam informasi BMKG, tsunami telah terdeteksi di sejumlah lokasi berdasarkan pengamatan muka air laut.

Beberapa titik yang tercatat mengalami kenaikan muka air laut antara lain:

  • Maumere–Ende: 0,94 meter
  • Pelabuhan Kewapante–Sikka: 0,38 meter
  • Labuan Bajo: 0,36 meter
  • Flores Timur: 0,25 meter
  • Sikka: 0,19 meter
  • Dompu: 0,17 meter
  • Bakalang–Alor: 0,14 meter

BMKG juga mengeluarkan rekomendasi evakuasi menyeluruh bagi pemerintah daerah di wilayah yang terdampak potensi tsunami.

Sejumlah wilayah mendapat rekomendasi evakuasi dengan status ancaman SIAGA, di antaranya Manggarai Bagian Utara, Ngada Bagian Utara, Manggarai Barat Bagian Utara, Selayar, Ende Bagian Utara, Sikka Bagian Utara, Jeneponto, dan Bantaeng.

Masyarakat yang berada di kawasan pesisir diminta segera mengikuti arahan evakuasi dari pemerintah dan petugas di lapangan. Warga juga diminta menjauhi pantai serta tidak mendekati bangunan yang mengalami kerusakan karena masih berpotensi roboh.

Hingga berita ini diterbitkan, pendataan korban dan kerusakan masih berlangsung. Informasi mengenai jumlah korban jiwa maupun luka-luka belum dapat dipastikan dan masih menunggu laporan resmi dari petugas di lapangan.

FKK News mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, serta terus memantau informasi resmi BMKG, BNPB, BPBD, dan pemerintah daerah terkait perkembangan gempa, tsunami, maupun kemungkinan gempa susulan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *