Popular Posts

WhatsApp Image 2026 09 29 at 13.50.58

Bupati Krisman Tinjau Bantuan Kawat Duri di Poktan Doka Nanyiu, Dorong Pengembangan Pertanian Lahan Kering

Sabu Raijua,FKKNews.com – Selasa, 29 September 2026. Bupati Sabu Raijua, Krisman B. Riwu Kore, SE., MM., bersama Wakil Bupati Sabu Raijua, Ir. Thobias Uly, M.Si., melakukan kunjungan ke Desa Keduru, Kecamatan Sabu Timur.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan pemanfaatan bantuan kawat duri yang telah diberikan Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua kepada kelompok tani dapat digunakan secara optimal dalam mendukung pengembangan lahan pertanian masyarakat.
Bantuan kawat duri diberikan sebagai salah satu bentuk perhatian pemerintah terhadap persoalan yang selama ini dihadapi petani, khususnya gangguan hewan ternak yang masuk ke area perkebunan dan merusak tanaman. Dengan adanya pagar pelindung, lahan pertanian masyarakat diharapkan dapat lebih terlindungi sehingga tanaman yang dikembangkan dapat tumbuh dengan baik dan petani memiliki ruang yang lebih aman untuk mengembangkan usaha pertanian secara berkelanjutan.
Kunjungan tersebut juga untuk meninjau langsung kondisi lahan pertanian sekaligus melihat perkembangan usaha Kelompok Tani (Poktan) Doka Nanyiu.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati Krisman dan Wakil Bupati Thobias melihat secara langsung kondisi lahan yang dikelola Poktan Doka Nanyiu. Kelompok tani tersebut memanfaatkan lahan yang tersedia untuk mengembangkan berbagai jenis tanaman buah, di antaranya nangka, pisang, mangga, alpukat, jambu biji dan sejumlah tanaman buah lainnya yang dinilai sesuai dengan kondisi wilayah Sabu Raijua.
Tidak hanya meninjau, Bupati Krisman juga turut melakukan penanaman anakan pohon black sapote di lahan Poktan Doka Nanyiu. Penanaman tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong masyarakat agar tidak hanya mengembangkan tanaman pangan, tetapi juga tanaman buah yang memiliki potensi ekonomi dan dapat menjadi sumber pendapatan dalam jangka panjang.
Bupati Krisman mengatakan, pengembangan pertanian di Sabu Raijua perlu disesuaikan dengan karakteristik wilayah yang sebagian besar merupakan lahan kering. Karena itu, pemilihan jenis tanaman, teknik budidaya serta pola perawatan menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan oleh petani. Menurutnya, bantuan pemerintah harus diikuti dengan keseriusan masyarakat dalam memanfaatkan dan merawat bantuan tersebut agar memberikan manfaat secara berkelanjutan.
“Bantuan kawat duri yang diberikan ini harus dimanfaatkan dengan baik untuk memagari area/lahan pertanian/perkebenunan. Kita juga ingin lahan yang ada benar-benar produktif dan tanaman yang ditanam dapat tumbuh serta memberikan hasil bagi masyarakat,” ujar Bupati Krisman.
Dalam kunjungan tersebut turut hadir Yonatan Lena Djila, seorang wasit dan hakim tinju asal Nusa Tenggara Timur yang juga aktif sebagai pegiat pertanian. Yonatan turut memberikan dukungan kepada Poktan Doka Nanyiu melalui bantuan sejumlah anakan pohon untuk dikembangkan di lahan kelompok. Yonatan juga berdiskusi bersama Bupati dan Wakil Bupati mengenai teknik budidaya tanaman, khususnya strategi penanaman dan penyiraman agar anakan pohon dapat bertahan hidup dan tidak mudah mengalami kematian di tengah kondisi lahan kering.
Diskusi tersebut juga membahas potensi pengembangan berbagai jenis tanaman yang disesuaikan dengan kondisi tanah dan iklim setempat. Salah satu tanaman yang dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan di Sabu Raijua adalah tanaman asam.
Bupati Krisman menegaskan bahwa pengembangan sektor pertanian tidak cukup hanya dengan memberikan bantuan, tetapi juga membutuhkan pendampingan, pemilihan komoditas yang tepat serta komitmen masyarakat untuk merawat dan mengembangkan lahan secara konsisten.
Kunjungan ke Poktan Doka Nanyiu sekaligus menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua untuk memastikan berbagai program bantuan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat di lapangan.
Pemerintah daerah terus mendorong agar lahan-lahan yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal dapat dikembangkan menjadi lahan produktif, terutama melalui komoditas yang memiliki peluang ekonomi dan sesuai dengan karakteristik pertanian lahan kering.
Melalui kolaborasi pemerintah, kelompok tani dan berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap sektor pertanian, pengembangan lahan produktif di Sabu Raijua diharapkan tidak hanya meningkatkan hasil

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *