Popular Posts

WhatsApp Image 2026 09 30 at 16.00.57

Bupati Krisman Buka Workshop Kader Kesehatan, Titip Aspirasi Sabu Raijua ke Kemendes PDT: Kesehatan hingga Sekolah Rakyat

Sabu Raijua,FKKNews.com – Rabu, 30 September 2026. Bupati Sabu Raijua, Krisman B. Riwu Kore, SE., MM., menghadiri sekaligus membuka secara resmi kegiatan Workshop Peningkatan Kapasitas Kader Kesehatan dalam Meningkatkan Akses Layanan Kesehatan di Daerah Tertinggal, yang diselenggarakan oleh Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT).

Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Gereja Pniel Menia, Kecamatan Sabu Barat, dan diikuti oleh para kader Posyandu serta peserta workshop.
Turut hadir Direktur Penyerasian Pembangunan Sosial Budaya dan Kelembagaan Daerah Tertinggal Kemendes PDT, Dr. Dimposma Sihombing, S.Sos., M.A.P., bersama jajaran; Kasie Pengabdian Masyarakat, Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Sosial Universitas Indonesia, Melati Ayu Antono, S.Hum., bersama jajaran; Kepala Dinas Kesehatan, PP dan KB; Plt. Kepala Dinas PMD Sabu Raijua; Sekretaris Bappeda; serta para kader Posyandu.
Dalam sambutannya, Bupati Krisman menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kemendes PDT dan Universitas Indonesia yang telah hadir langsung di Sabu Raijua untuk memberikan penguatan kapasitas kepada para kader kesehatan.
“Atas nama pemerintah dan masyarakat Kabupaten Sabu Raijua, kami menyampaikan terima kasih kepada Kemendes PDT dan teman-teman dari Universitas Indonesia yang sudah datang jauh-jauh ke Sabu Raijua,” ujar Bupati.
Menurutnya, kondisi geografis Sabu Raijua sebagai wilayah kepulauan dan daerah terluar menghadirkan tantangan tersendiri dalam penyelenggaraan pelayanan publik, termasuk pelayanan kesehatan. Keterbatasan konektivitas, transportasi, fasilitas kesehatan serta jarak menjadi sejumlah persoalan yang perlu dihadapi secara bersama. Karena itu, selain pembangunan infrastruktur dan fasilitas, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, khususnya kader kesehatan, menjadi hal yang sangat penting.
“Yang paling utama adalah pengetahuan dari kader-kader kita. Kita bersyukur hari ini mendapatkan pelatihan dari Universitas Indonesia. Ini luar biasa. Manfaatkan kesempatan ini dengan baik, khususnya bagi para kader, banyak bertanya dan gali ilmu sebanyak-banyaknya,” kata Krisman.
Bupati menegaskan, para kader Posyandu memiliki peran penting sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di tengah masyarakat. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh melalui workshop diharapkan dapat diterapkan dalam pelayanan kepada masyarakat, termasuk dalam mendukung berbagai program pemerintah untuk menekan angka stunting di Kabupaten Sabu Raijua.
“Sabu Raijua sendiri angka stunting-nya masih tinggi. Kita memiliki berbagai program intervensi untuk menekan angka stunting. Dengan dibekali ilmu dan pengetahuan, para kader kesehatan dapat membantu pemerintah meningkatkan pelayanan sekaligus menekan angka stunting di Sabu Raijua,” jelasnya.

Bupati Dorong Sinergi Antar-Kementerian

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Krisman juga menyampaikan berbagai kebutuhan pembangunan Sabu Raijua kepada jajaran Kemendes PDT. Ia mengatakan, kunjungan langsung pemerintah pusat ke daerah sangat penting karena dapat memberikan gambaran nyata mengenai kondisi dan tantangan yang dihadapi masyarakat.
Bupati mengungkapkan bahwa sebelumnya dirinya telah menyampaikan berbagai kebutuhan dan pergumulan pembangunan Sabu Raijua kepada Kemendes PDT. Karena itu, kehadiran jajaran kementerian secara langsung di Sabu Raijua dinilai menjadi kesempatan penting untuk melihat kondisi daerah secara lebih dekat.
“Kita bersyukur Kemendes PDT bisa datang langsung ke Sabu Raijua. Kalau sebelumnya kita hanya memberikan gambaran mengenai kebutuhan dan pergumulan daerah, dengan hadir langsung tentu bisa melihat kondisi secara jelas, bukan hanya dari aspek kesehatan, tetapi juga aspek pembangunan lainnya,” ungkapnya.
Bupati juga menitipkan sejumlah program prioritas pemerintah pusat yang sedang dipersiapkan maupun berjalan di Sabu Raijua, antara lain Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), Makan Bergizi Gratis (MBG), dan Sekolah Rakyat.
Untuk KDMP, Bupati menyampaikan bahwa program tersebut telah berprogres di 12 desa. Namun, salah satu tantangan yang dihadapi adalah ketersediaan lahan untuk pembangunan fasilitas koperasi. Pemerintah daerah, kata dia, terus berupaya menyiapkan dan menghibahkan sejumlah lahan untuk mendukung pembangunan KDMP.
Sementara untuk program MBG, Bupati menegaskan bahwa program tersebut sangat dibutuhkan masyarakat Sabu Raijua, mengingat kondisi sosial ekonomi masyarakat yang berbeda dengan daerah lain. Menurutnya, program pemerintah pusat harus dilihat berdasarkan kebutuhan dan karakteristik masing-masing daerah. Di Sabu Raijua, MBG dinilai memiliki manfaat yang besar dalam mendukung pemenuhan kebutuhan gizi anak-anak.

Sekolah Rakyat Jadi Perhatian Utama

Selain KDMP dan MBG, Bupati Krisman juga menaruh perhatian besar terhadap percepatan realisasi Sekolah Rakyat di Kabupaten Sabu Raijua. Ia menjelaskan, program tersebut sangat relevan dengan kondisi Sabu Raijua yang masih menghadapi persoalan kemiskinan. Pemerintah daerah telah menyiapkan lahan seluas 9 hektare untuk mendukung pembangunan Sekolah Rakyat.
“Program Sekolah Rakyat ini sangat cocok di Sabu Raijua karena daerah kami masih memiliki tingkat kemiskinan yang cukup tinggi. Kami sangat berharap Sekolah Rakyat ini bisa direalisasikan di Sabu Raijua,” katanya.
Bupati menyampaikan bahwa persiapan Sekolah Rakyat di Sabu Raijua telah memasuki tahap keempat. Kementerian Pekerjaan Umum juga telah melakukan survei terhadap lokasi yang disiapkan pemerintah daerah dan menilai lokasi tersebut representatif.
Selain menyiapkan lahan, Pemkab Sabu Raijua juga telah membangun dan menganggarkan infrastruktur pendukung, termasuk akses jalan menuju lokasi Sekolah Rakyat.
“Kami berharap apa yang telah dilakukan pemerintah daerah ini dapat membantu mempercepat realisasi Sekolah Rakyat di Sabu Raijua,” ujar Bupati.
Bupati Krisman selanjutnya berharap Kemendes PDT dapat memperkuat koordinasi dengan kementerian terkait lainnya sehingga berbagai program pemerintah pusat yang dibutuhkan masyarakat Sabu Raijua dapat berjalan lebih cepat dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Menutup sambutannya, Bupati kembali mengingatkan para kader Posyandu agar mengikuti seluruh rangkaian workshop dengan serius dan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meningkatkan pengetahuan serta keterampilan.
“Manfaatkan kesempatan ini dengan baik agar para kader dapat membantu pemerintah dalam meningkatkan pelayanan kesehatan di Sabu Raijua,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *