Tambolaka, FKKNews.com – Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Sumba Barat Daya (SBD) resmi memiliki kepemimpinan baru. Melalui forum Konferensi Cabang (KONPERCAB) II yang berlangsung dinamis dan penuh semangat, Jack Keremata ditetapkan sebagai Ketua dan Eliaser Wolla Wunga sebagai Sekretaris untuk periode 2026–2029.
Penetapan tersebut dilakukan secara musyawarah mufakat yang diikuti puluhan kader GAMKI SBD, sekaligus menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Masa Perkenalan Anggota (MAPERTA) yang diikuti sekitar 50 anggota baru.
Momentum ini tidak hanya menjadi agenda rutin organisasi, tetapi juga menandai dimulainya konsolidasi kekuatan pemuda gereja di Sumba Barat Daya dalam menjawab tantangan pembangunan daerah.
Ketua DPD GAMKI NTT, Winston Neil Rondo, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut menegaskan bahwa kepengurusan baru harus mampu menghadirkan kerja nyata dan tidak terjebak pada aktivitas seremonial semata.
“GAMKI bukan tempat untuk biasa-biasa saja. Kepengurusan yang baru harus berani bekerja, berani mengambil peran, dan menjadi bagian dari solusi di tengah masyarakat,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga soliditas organisasi pasca pemilihan, agar seluruh kader tetap bergerak dalam satu barisan.
“Setelah forum ini selesai, tidak boleh ada lagi sekat. Kita harus bersatu dan fokus pada kerja-kerja nyata,” tambahnya.
Ketua terpilih, Jack Keremata, menyampaikan komitmennya untuk membawa GAMKI SBD menjadi organisasi yang aktif, responsif, dan berdampak langsung bagi masyarakat. Ia menekankan pentingnya kerja kolektif dan kolaborasi lintas sektor dalam membangun gerakan pemuda yang kuat.
“Kami siap bekerja bersama, membangun kader, dan memastikan GAMKI hadir sebagai kekuatan positif bagi Sumba Barat Daya,” ujarnya.
Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Bupati Sumba Barat Daya, Dominikus Alphawan Rangga Kaka, perwakilan Sinode GKS SBD, Pendeta Arianto Billy, serta jajaran pengurus GAMKI dari tingkat provinsi dan kabupaten.
Dengan kepengurusan baru yang telah terbentuk, GAMKI Sumba Barat Daya diharapkan mampu menjadi motor penggerak pemuda yang tidak hanya aktif dalam organisasi, tetapi juga berkontribusi nyata dalam pembangunan daerah.


















































