1
1
1
2
3
Kupang, FKKNews.com – Pengurus Provinsi Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Nusa Tenggara Timur resmi menutup Pelatihan Pelatih Bola Voli Sertifikasi Daerah Zona I Timor, Rote, Sabu, dan Alor (TIROSA) yang berlangsung selama tiga hari di Wisma Kwarda Pramuka NTT, Kupang, Sabtu (30/5/2026).
Kegiatan tersebut diikuti oleh 45 peserta yang berasal dari berbagai kabupaten dan kota di wilayah Timor, Rote Ndao, Sabu Raijua, dan Alor sebagai bagian dari program besar PBVSI NTT dalam membangun kualitas sumber daya pelatih menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.
Ketua Umum PBVSI NTT, Winston Rondo, dalam sambutan penutupan menegaskan bahwa berakhirnya pelatihan bukanlah akhir dari proses pembinaan, melainkan awal dari babak baru pembangunan bola voli di NTT.
“Hari ini kita memang menutup sebuah kegiatan. Namun sesungguhnya yang kita tutup hanyalah ruang pelatihannya. Yang kita buka hari ini adalah babak baru pembinaan bola voli di Nusa Tenggara Timur,” ujar Winston.
Ia menyampaikan apresiasi kepada para fasilitator, narasumber, panitia, dan seluruh peserta yang telah mengikuti pelatihan dengan penuh semangat selama tiga hari.
Menurutnya, pelatih memiliki peran strategis dalam menentukan masa depan prestasi olahraga karena atlet hebat lahir dari proses pembinaan yang dilakukan pelatih berkualitas.
“Pelatih yang hebat bukanlah pelatih yang merasa sudah mengetahui segala hal. Pelatih yang hebat adalah pelatih yang terus belajar, terus memperbaiki diri, dan terus membuka ruang untuk bertumbuh,” katanya.
Winston mengingatkan bahwa lisensi yang diterima peserta bukanlah tujuan akhir, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar dalam membina atlet di daerah masing-masing.
“Mulai besok masyarakat tidak akan menilai berapa hari Saudara mengikuti pelatihan ini. Mereka akan melihat kualitas latihan yang Saudara berikan, disiplin yang Saudara bangun, karakter yang Saudara bentuk, dan prestasi atlet yang Saudara hasilkan,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, ia juga menitipkan misi besar kepada seluruh peserta untuk menjadi motor penggerak kebangkitan bola voli di daerah masing-masing melalui pembinaan usia dini, penguatan klub, dan peningkatan kualitas latihan.
Menurut Winston, PBVSI NTT saat ini sedang menjalankan roadmap pembinaan yang terukur sebagai bagian dari persiapan menuju PON 2028, di mana NTT dan NTB akan menjadi tuan rumah bersama.
“Kita sedang bergerak menuju PON 2028. Ini bukan hanya agenda PBVSI NTT, tetapi agenda seluruh insan bola voli Nusa Tenggara Timur. Karena itu saya berharap seluruh peserta menjadi pelatih pelopor yang mampu melahirkan generasi baru atlet voli NTT,” ujarnya.
Ia optimistis bahwa pelatihan tersebut menjadi salah satu fondasi penting dalam perjalanan panjang kebangkitan bola voli NTT.
“Prestasi besar tidak lahir dalam semalam. Prestasi lahir dari proses panjang, kerja keras, konsistensi, dan pengorbanan. Saya percaya pelatihan ini adalah salah satu batu pertama menuju kebangkitan bola voli NTT,” katanya.
Di akhir sambutannya, Winston mengajak seluruh peserta untuk terus menjaga komunikasi, memperkuat jejaring antar pelatih, serta terus belajar demi kemajuan olahraga bola voli di Nusa Tenggara Timur.
Dengan ditutupnya pelatihan Zona TIROSA, PBVSI NTT akan melanjutkan agenda serupa di wilayah Flores-Lembata dan Sumba Raya sebagai bagian dari program sertifikasi pelatih daerah yang dilaksanakan sepanjang tahun 2026.
“Jangan berhenti belajar, jangan berhenti melatih, dan jangan berhenti bermimpi besar untuk bola voli Nusa Tenggara Timur,” pungkas Winston.
PBVSI NTT menargetkan lahirnya pelatih-pelatih berkualitas yang mampu menjadi fondasi pembinaan atlet menuju prestasi nasional, sekaligus mengantarkan Voli NTT Bangkit menuju PON 2028.