Beranda Keagamaan Hadiri Dies Natalis ke-64 GAMKI NTT, Wagub Johni Asadoma: Pemuda Harus Hadir...

Hadiri Dies Natalis ke-64 GAMKI NTT, Wagub Johni Asadoma: Pemuda Harus Hadir sebagai Solusi, Bukan Sekadar Wacana

1

Kupang, FKKNews.com – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Johni Asadoma, menegaskan bahwa pemuda—khususnya pemuda Kristen—harus tampil sebagai solusi nyata di tengah berbagai persoalan masyarakat, bukan sekadar hadir dalam ruang diskusi dan wacana.

Pesan itu disampaikan saat menghadiri perayaan Dies Natalis ke-64 DPD Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Provinsi NTT yang berlangsung di GMIT Moria Liliba, Kamis malam.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Sinode GMIT Pdt. Samuel Pandie, Panglima Brigsena Pdt. Andriyas Tuhenay, Koordinator Regional Bali-Nusra DPP GAMKI Jhon Liem, Ketua DPD GAMKI NTT Winston Rondo, serta sejumlah unsur Forkopimda dan tokoh masyarakat.

Pemuda Harus Jadi Jawaban atas Persoalan Daerah

Dalam sambutannya, Johni Asadoma menilai usia ke-64 GAMKI menunjukkan kematangan organisasi yang harus diikuti dengan kontribusi nyata bagi daerah dan bangsa.

“Menjadi pemuda Kristen tidak cukup hanya sebagai identitas spiritual, tetapi harus diwujudkan sebagai kehadiran yang memberi solusi di tengah masyarakat,” tegasnya.

Menurutnya, NTT masih menghadapi berbagai persoalan serius seperti kemiskinan, stunting, pengangguran, hingga ketimpangan sosial. Karena itu, pemuda dituntut tidak hanya kritis, tetapi juga mampu menghadirkan solusi konkret.

Apresiasi Program Strategis GAMKI

Wagub Johni juga memberikan apresiasi terhadap sejumlah program strategis GAMKI yang dinilai relevan dengan kebutuhan daerah, di antaranya:

1. Diklatsar TRC Tanggap Bencana, sebagai respons terhadap kerawanan bencana di NTT

2..Sekolah Demokrasi Pemuda Gereja, untuk membangun kader politik yang beretika

3. Sekolah EO dan WO, sebagai penguatan ekonomi kreatif pemuda

4. Koperasi Ora et Labora, sebagai model pemberdayaan ekonomi berbasis solidaritas.

“Program-program ini menunjukkan bahwa GAMKI tidak hanya bergerak di ruang gagasan, tetapi hadir dalam kerja nyata yang menyentuh masyarakat,” ujarnya.

Dorong Peran GAMKI dalam Ekonomi Lokal

Lebih jauh, Johni mendorong GAMKI untuk mengambil peran aktif dalam penguatan ekonomi daerah melalui program seperti One Community One Product (OCOP) dan Gerakan Beli NTT.

Ia menilai, GAMKI memiliki posisi strategis untuk menjadi motor penggerak di tingkat komunitas, khususnya dalam pendampingan UMKM, literasi hukum, dan pendidikan politik.

Refleksi dan Tantangan GAMKI ke Depan
Sementara itu, Ketua DPD GAMKI NTT, Winston Rondo, menegaskan bahwa Dies Natalis bukan sekadar seremoni, melainkan momentum refleksi terhadap peran organisasi.

“Masih banyak persoalan di NTT, stunting tinggi, kekerasan terhadap perempuan dan anak, krisis air, hingga kesehatan mental. Ini saatnya GAMKI hadir dan memberi makna,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa GAMKI harus menjadi gerakan yang bekerja nyata, bukan hanya berbicara.

Pemuda sebagai Agen Perubahan

Ketua Sinode GMIT, Pdt. Samuel Pandie, turut menegaskan bahwa pemuda adalah kekuatan utama perubahan di tengah masyarakat.

“Gerakan perubahan terbesar hari ini lahir dari pemuda. Karena itu, kehadiran mereka harus berdampak positif bagi pembangunan,” ungkapnya.

GAMKI Award 2026 untuk Tokoh Inspiratif
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, GAMKI juga memberikan GAMKI Award 2026 kepada sejumlah tokoh inspiratif, antara lain:

1. Zet Malelak (Green Servant Leadership Award)

2. Komunitas Peace Maker Kupang / KOMPAK (Peace & Justice Award)

3. Juliana Ndolu (Women Empowerment Award)

4. Emelia Nomleni (GAMKI Legacy Award)

5. Sinode GMIT (Partnership Impact Award)

6. Elmi Ismau (Young Impact Leader Award)

Selain itu, dilakukan pula peluncuran program unggulan GAMKI sebagai bagian dari komitmen menghadirkan pelayanan nyata di tengah masyarakat.

Artikulli paraprakOpini Ketua Bidang DPD GAMKI Yogyakarta, Teguh Lamentur Takalapeta: Dari Ora et Labora ke Laborare est Orare, Menimbang Arah Baru Spiritualitas GAMKI
Artikulli tjetërDies Natalis ke-64 GAMKI NTT, Winston Rondo: Saatnya Turun ke Tanah, Bukan Tenggelam dalam Seremoni

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini