Popular Posts

IMG 20260702 WA0000

Kemiskinan Masih 27,18 Persen, Krisman-Thoby Siapkan Langkah Baru Bantu Warga Keluar dari Kemiskinan

Seba, FKKNews.com – Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua di bawah kepemimpinan Bupati Krisman B. Riwu Kore dan Wakil Bupati Ir. Thobias Uly, M.Si. terus memperkuat strategi percepatan pengentasan kemiskinan. Menyikapi angka kemiskinan yang masih mencapai 27,18 persen atau sekitar 30.650 jiwa, duet kepemimpinan Krisman-Thoby menyiapkan berbagai terobosan agar program pemerintah benar-benar tepat sasaran dan mampu membantu masyarakat keluar dari kemiskinan.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem Kabupaten Sabu Raijua Tahun 2026 yang dipimpin Wakil Bupati Thobias Uly di Ruang Vicon Kantor Bupati Sabu Raijua, Senin (29/6). Rapat dihadiri Sekretaris Daerah, para Asisten Sekda, serta seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Agenda rapat difokuskan pada evaluasi capaian program penanggulangan kemiskinan Semester I Tahun 2026 sekaligus menyusun strategi berbasis data agar setiap program bantuan dan pemberdayaan masyarakat benar-benar menjangkau warga yang paling membutuhkan.

Dalam arahannya, Wakil Bupati Thobias Uly menegaskan bahwa kemiskinan bukan hanya persoalan rendahnya pendapatan masyarakat, tetapi juga menyangkut akses terhadap pendidikan, layanan kesehatan, air bersih, sanitasi, hingga kesempatan memperoleh pekerjaan yang layak.

“Data ini menunjukkan masih ada masyarakat kita yang belum menikmati akses layak terhadap air bersih, sanitasi, layanan kesehatan, dan pendidikan berkualitas. Ini adalah tanggung jawab kita bersama. Jangan tinggal diam. Kita harus merancang langkah baru yang lebih cerdas, terukur, dan berdampak langsung pada rakyat kecil,” tegas Thobias.

Guna memastikan target penurunan angka kemiskinan berjalan optimal, Wakil Bupati menginstruksikan lima mandat strategis kepada seluruh OPD, yakni memperkuat validasi basis data penerima manfaat, meningkatkan sinergi lintas sektor, mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam program pemberdayaan ekonomi, melahirkan inovasi yang sesuai dengan karakteristik wilayah, serta mengintegrasikan seluruh rencana aksi penanggulangan kemiskinan ke dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah.

Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua menargetkan hasil rapat koordinasi tersebut segera ditindaklanjuti melalui rencana aksi yang konkret, transparan, dan akuntabel. Dengan semangat kolaborasi lintas sektor, duet Krisman-Thoby optimistis berbagai program yang dijalankan mampu menurunkan angka kemiskinan secara bertahap sekaligus mewujudkan visi Sabu Raijua Bangkit, Maju, Sejahtera, dan Mandiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *