Popular Posts

20260822 112933 scaled

Rayakan HUT ke-25 Demokrat di Desa Oelnaineno, Lomba Rakyat Jadi Momentum Serap Aspirasi Masyarakat

Oelamasi, FKKNews.com – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Partai Demokrat di Desa Oelnenaineno,Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang, berlangsung penuh sukacita dan kebersamaan bersama masyarakat, Sabtu (22/8/2026).

Kegiatan yang melibatkan orang tua, remaja, pemuda, anak-anak, guru, serta keluarga besar masyarakat Takari, khususnya warga Desa Oelneno, tersebut dikemas melalui berbagai lomba rakyat sederhana.

Sejumlah perlombaan seperti makan kerupuk, lari karung, tarik tambang, menggigit sendok hingga memasukkan paku ke dalam botol menjadi hiburan bagi masyarakat. Meski hadiah yang disiapkan sederhana, semangat kebersamaan dan kegembiraan menjadi hal utama dalam kegiatan tersebut.

Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Kupang Winston Rondo mengatakan, lomba rakyat tersebut sengaja dikemas sederhana agar seluruh lapisan masyarakat dapat ikut bergembira dalam momentum HUT ke-25 Partai Demokrat.

“Lombanya sederhana, hadiahnya juga murah meriah. Tapi yang paling utama kita semua gembira, kita semua sukacita,” ungkapnya.

Namun, di balik suasana perayaan tersebut, Partai Demokrat juga memanfaatkan momentum HUT ke-25 untuk mendengar secara langsung berbagai kebutuhan masyarakat Desa Oelneno.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat diberikan ruang untuk menyampaikan aspirasi terkait kebutuhan pembangunan di wilayah mereka.

Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Kupang Winston Rondo menjelaskan, penjaringan aspirasi tersebut merupakan bagian dari upaya Partai Demokrat untuk menjembatani kebutuhan masyarakat daerah agar dapat diteruskan kepada pihak yang memiliki kewenangan.

Aspirasi masyarakat nantinya akan dihimpun dan dipetakan berdasarkan kewenangan, baik untuk diperjuangkan melalui DPRD Kabupaten Kupang, DPRD Provinsi NTT maupun DPR RI.

“Aspirasi daerah ini setelah dituliskan dan dimasukkan, nanti akan diisi dalam formulir. Tujuannya kepada siapa, apakah DPR Pusat, DPR Provinsi atau DPR Kabupaten, supaya aspirasi kita itu mendapat tempatnya,” jelasnya.

Ia menegaskan, aspirasi yang dapat diperjuangkan melalui kewenangan legislatif di daerah akan dikoordinasikan untuk ditindaklanjuti. Sementara aspirasi yang membutuhkan dukungan pemerintah pusat akan diteruskan melalui DPP Partai Demokrat dan Fraksi Partai Demokrat DPR RI, termasuk melalui Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas).

“Yang bisa kita eksekusi di tingkat kabupaten atau provinsi, kami kerjakan. Kalau yang besar seperti jalan dan air bersih, nanti kita sampaikan secara berjenjang,” katanya.

Selain melalui jalur legislatif, aspirasi yang berkaitan dengan pembangunan infrastruktur dan kewilayahan juga akan disampaikan kepada Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) selaku Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan.

Menurutnya, kebutuhan masyarakat seperti pembangunan jalan, air bersih, serta berbagai infrastruktur pendukung lainnya membutuhkan perhatian pemerintah pusat.

“Kita berharap aspirasi daerah ini setelah dituliskan dan dimasukkan, nanti ada yang mengisi sesuai tujuannya. Mana yang menjadi kewenangan DPR Kabupaten, DPR Provinsi maupun DPR Pusat, akan kita arahkan. Termasuk aspirasi yang berkaitan dengan infrastruktur dan pembangunan kewilayahan, akan kita sampaikan kepada Bapak AHY selaku Menko Infrastruktur,” jelasnya.

Dalam penjaringan tersebut, sedikitnya empat unsur masyarakat menyampaikan aspirasi, yakni Ketua Majelis Jemaat Nifoneke, Kepala UPTD SMP Negeri 5 Takari, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA Negeri 4 Takari, serta Kepala Desa Oelnaineno.

Ketua Majelis Jemaat Nefoneke, Pendeta Dina Lomi, menyampaikan sejumlah kebutuhan masyarakat, mulai dari infrastruktur jalan, air bersih, jaringan internet hingga fasilitas gereja.

Menurutnya, sumber air bersih sebenarnya sudah tersedia, tetapi fasilitas pendukung untuk menyalurkan air hingga ke rumah masyarakat maupun jemaat masih belum tersedia secara memadai.

Ia juga menyampaikan kebutuhan jaringan internet serta fasilitas gereja, termasuk rehabilitasi atap gereja dan pemasangan plafon di Gereja.

Di bidang pendidikan anak usia dini, masyarakat membutuhkan pengelola PAUD, fasilitas MCK PAUD serta bantuan tembok penahan untuk TK Tunas Baru Nifoneke karena bagian depan bangunan tersebut telah mengalami kerusakan.

Selain itu, Pendeta Dina turut menyampaikan persoalan longsor di bantaran kali yang mulai masuk ke tanah lokasi sekolah.

Sementara itu, Marselus Atepa, Kepala UPTD SMP Negeri 5 Takari, menyampaikan dua kebutuhan utama sekolah, yakni pembangunan jaringan perpipaan air dan fasilitas penampungan air.

Ia menjelaskan, sanitasi air yang masuk ke sekolah belum menggunakan sistem perpipaan yang memadai sehingga pihak sekolah membutuhkan dukungan pembangunan jaringan perpipaan.

Dari sektor pendidikan tingkat SMA, Nomensen Kuib, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA Negeri 4 Takari, menyampaikan bahwa sekolah masih kekurangan ruang belajar.

Menurutnya, dari ruang belajar yang tersedia, baru dua yang bersifat permanen, sedangkan beberapa lainnya masih dalam kondisi darurat.

“Kami masih kekurangan ruang kelas atau ruang belajar. Yang permanen baru dua, sedangkan masih beberapa yang masih tetap darurat. Kami minta bantuan untuk bisa mendapatkan ruang belajar permanen lagi,” ujarnya.

Selain ruang kelas, keterbatasan jaringan internet juga menjadi persoalan yang dihadapi sekolah dan masyarakat Desa Oelneno.

SMA Negeri 4 Takari juga membutuhkan fasilitas komputer untuk menunjang pembelajaran Informatika, karena siswa belum memiliki perangkat yang memadai untuk melakukan praktik.

Ia turut menyampaikan aspirasi mengenai program makanan bergizi. Menurutnya, program tersebut hingga kini belum dinikmati masyarakat Desa Oelneno, mulai dari tingkat TK, SD hingga SMA.

“Berkaitan dengan makanan bergizi, kami sudah dengar namanya, tetapi untuk sampai di sini kami belum menikmati,” ungkapnya.

Ia menambahkan, masyarakat juga masih membutuhkan perhatian terhadap pembangunan jalan dan jembatan sebagai bagian dari infrastruktur umum.

Sementara itu, Kepala Desa Oelnaineno menyampaikan tiga aspirasi utama pemerintah dan masyarakat desa, yakni peningkatan infrastruktur jalan dari cabang Oeklutus menuju Oelneno, bantuan bagi rumah tidak layak huni serta peningkatan jaringan dan fasilitas air bersih.

Menurutnya, masih banyak masyarakat yang tinggal di rumah dengan kondisi lantai tanah dan kebutuhan air bersih di wilayah tersebut juga masih belum terpenuhi secara optimal.

“Ini yang perlu saya sampaikan kepada Bapak Dewan, supaya kalau bisa ke depan apa yang kami sampaikan, aspirasi kami ini dapat diperhatikan,” ungkapnya.

Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Kupang Winston Rondo menegaskan, rangkaian kegiatan HUT ke-25 tersebut merupakan bentuk kehadiran partai di tengah masyarakat.

Menurutnya, Demokrat tidak ingin kehadiran partai hanya dirasakan ketika momentum politik atau pemilihan umum berlangsung.

“Demokrat tidak hadir saat pemilu saja, tapi kami hadir di tiap waktu, tiap saat di mana rakyat membutuhkan,” tegasnya.

Selain penjaringan aspirasi dan lomba rakyat, kegiatan juga diisi dengan kebersamaan bersama anak-anak dan masyarakat. Peserta menikmati bubur kacang hijau serta berbagai hadiah sederhana yang telah disiapkan.

Semangat yang dibangun dalam kegiatan tersebut bukan hanya tentang menang atau kalah dalam perlombaan, tetapi bagaimana masyarakat dapat berkumpul, bergembira dan memperkuat persaudaraan.

Momentum HUT ke-25 Partai Demokrat di Desa Oelnaineno pun menjadi ruang untuk bergembira bersama rakyat, mendengar aspirasi masyarakat, dan membawa kebutuhan masyarakat hingga ke tingkat kabupaten, provinsi maupun pusat.(FKK02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *