1
1
Kupang, FKKNews.com – Menghadapi GAMKI–PBVSI Cup I 2026 yang akan berlangsung pada 14–24 Oktober 2026 di GOR Flobamora, Kupang, tim bola voli putra dan putri SMA Negeri 1 Kupang memastikan kesiapan mereka telah mencapai 100 persen.
Meski demikian, padatnya agenda pertandingan menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi tim putri yang harus membagi waktu antara kompetisi FISIPMA di Poltekkes dan MGMP PJOK Cup, sehingga waktu istirahat dan pemulihan fisik atlet menjadi terbatas.
Pelatih SMA Negeri 1 Kupang, Yosua Danggalimu, S.Pd., mengatakan kedua tim telah siap menghadapi persaingan dalam turnamen yang mempertemukan tim-tim bola voli pelajar dari berbagai wilayah di Nusa Tenggara Timur tersebut, Kamis (8/10/2026).
“Untuk persiapan tim saat ini, kebetulan tim saya sudah siap 100 persen. Jadi, saya rasa persiapan tim SMA Negeri 1 Kupang sudah 100 persen,baik putra maupun putri,” ujarnya.
Meski menyatakan kesiapan penuh, Ia mengakui jadwal pertandingan yang padat menjadi perhatian khusus, terutama dalam menjaga kebugaran atlet putri. Sebelum mengikuti GAMKI–PBVSI Cup I, tim putri SMA Negeri 1 Kupang telah lebih dahulu berlaga dalam kompetisi FISIPMA di Poltekkes. Pada saat yang sama, MGMP PJOK Cup juga berlangsung di SMA Negeri 1 Kupang.
Menurutnya, jadwal pertandingan yang berdekatan, bahkan bertabrakan, membuat para pemain memiliki waktu istirahat yang terbatas. Padahal, pemulihan fisik menjadi faktor penting untuk menjaga kebugaran dan performa atlet ketika menghadapi pertandingan berikutnya.
“Pertandingan yang berturut-turut membuat waktu istirahat mereka kurang. Apalagi jadwal FISIPMA bertabrakan dengan MGMP PJOK Cup,” ungkapnya.
Selain persoalan kebugaran, Ia juga menyoroti pentingnya verifikasi data pemain dari setiap sekolah peserta. Ia berharap panitia GAMKI–PBVSI Cup I 2026 memeriksa dan memverifikasi data atlet secara cermat untuk memastikan seluruh pemain memenuhi persyaratan kompetisi tingkat SMA.
Menurutnya, pemeriksaan tersebut penting karena turnamen ini melibatkan sekolah-sekolah dari berbagai wilayah, termasuk Timor, Rote, Sabu, dan Alor. Jika pemain dari Kota Kupang relatif lebih mudah dikenali oleh sesama pelatih, kondisi berbeda dapat terjadi ketika tim berasal dari kabupaten lain.
“Data pemain dari tiap-tiap sekolah itu harus benar-benar dicek dan diverifikasi kebenarannya. Kalau di Kota Kupang, kami saling mengenal pemain. Namun, kalau dari kabupaten, terkadang kami tidak tahu siapa saja pemain yang dibawa,” jelasnya.
Ia juga meminta panitia memperhatikan kesesuaian pemain dengan kategori pelajar SMA. Menurutnya, verifikasi administrasi perlu dilakukan secara teliti dan disertai pengawasan yang baik agar setiap tim bertanding sesuai ketentuan yang berlaku.
Ia menilai konsistensi penerapan regulasi penting untuk menjaga keadilan kompetisi, sehingga seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama untuk bersaing berdasarkan kemampuan teknik, taktik, kondisi fisik, dan kerja sama tim.
Menutup keterangannya, Ia berharap GAMKI–PBVSI Cup I 2026 berlangsung lancar dan menjunjung tinggi sportivitas. Ia juga berharap turnamen ini menjadi wadah pembinaan atlet bola voli pelajar sekaligus memberikan pengalaman bertanding yang berharga bagi para peserta dari berbagai daerah di Nusa Tenggara Timur.(FKK02)