1
1
1
2
3
Takari , FKKNews.com – Anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Winston Rondo, melakukan reses dengan menyambangi SMA Negeri 1 Takari, Kabupaten Kupang, 27 Oktober 2026. Dalam kunjungan tersebut, ia menyerap berbagai persoalan yang dikeluhkan pihak sekolah, mulai dari kerusakan gedung, kekurangan ruang kelas, masalah air, hingga nasib guru honorer.
Berdasarkan pantauan di lokasi, persoalan paling mendesak adalah kondisi lima ruang kelas yang rusak berat. Dinding dan lantai ruang kelas tersebut terlihat retak patah sehingga dikhawatirkan membahayakan keselamatan siswa dan guru saat kegiatan belajar mengajar berlangsung.
Selain kerusakan itu, sekolah juga mengalami kekurangan tujuh ruang kelas. Akibatnya, pihak sekolah terpaksa memanfaatkan ruang laboratorium yang disekat serta ruang darurat sebagai tempat pembelajaran.
Kepala Sekolah dan Sekretaris Komite SMA Negeri 1 Takari menyampaikan bahwa persoalan tanah sekolah masih dalam proses penyelesaian. Hingga saat ini, belum ada bantuan pembangunan ruang kelas baru untuk mereka.
“Kami sampaikan terima kasih atas kunjungan Pak Winston Rondo. Kami berharap persoalan tanah dan kebutuhan ruang kelas ini bisa segera mendapat perhatian,” ujar pihak sekolah.
Persoalan lain yang mencuat adalah fasilitas air yang sudah macet selama satu tahun. Kondisi ini tentu menyulitkan aktivitas sekolah sehari-hari.
Pengurus OSIS juga menyampaikan aspirasi terkait kebutuhan sarana dan prasarana olahraga. Mereka berharap sekolah memiliki fasilitas yang memadai untuk menunjang kegiatan ekstrakurikuler.
Tak hanya itu, kebutuhan buku mata pelajaran juga menjadi keluhan. Sekolah menilai buku penunjang pembelajaran masih kurang.
Dalam reses tersebut, seorang guru PPPK paruh waktu juga mencurahkan isi hatinya mengenai nasib mereka. Ia berharap ada perhatian terhadap kesejahteraan dan status kepegawaian mereka.
Menanggapi berbagai keluhan itu, Winston Rondo menyatakan akan membawa seluruh aspirasi tersebut ke DPRD NTT untuk dicarikan solusi. Ia berkomitmen memperjuangkan kebutuhan pendidikan di SMA Negeri 1 Takari, termasuk upaya perbaikan ruang kelas dan pemenuhan sarana pembelajaran.
“Semua masukan ini akan saya bawa dan perjuangkan. Pendidikan adalah hak semua anak, termasuk di Takari,” ujar Winston Rondo.
Kunjungan reses ini diharapkan menjadi langkah awal perbaikan fasilitas pendidikan di SMA Negeri 1 Takari, sekaligus bentuk kehadiran wakil rakyat di tengah masyarakat.(Irekz)