Popular Posts

WhatsApp Image 2026 09 28 at 13.16.08

Bupati Krisman Letakkan Batu Pertama Revitalisasi TK Kristen Permata Nusantara, Dorong Pendidikan Berbahasa Inggris Sejak Dini

Sabu Raijua,FKKNews.com – Senin, 28 September 2026. Bupati Sabu Raijua, Krisman B. Riwu Kore, SE., MM., menghadiri sekaligus melakukan peletakan batu pertama pembangunan revitalisasi TK Kristen Permata Nusantara di Desa Delo, Kecamatan Sabu Barat, Senin (28/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam upaya menghadirkan sarana pendidikan anak usia dini yang lebih layak sekaligus memperkuat fondasi pendidikan generasi muda di Kabupaten Sabu Raijua.
Turut hadir Kepala Dinas PKO Kabupaten Sabu Raijua, Pembina Yayasan TK Kristen Permata Nusantara sekaligus Ketua P2SP, Ketua Yayasan TK Kristen Permata Nusantara, Camat Sabu Barat, Kepala Desa Delo, Pdt. Ayub Logo Buke, Komite Sekolah, Tim P2SP, tim perencana dan pengawas, para pengajar, orang tua murid, serta anak-anak TK dan siswa kelas IV SD Permata Nusantara.
Dalam sambutannya, Bupati Krisman menyampaikan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas terselenggaranya kegiatan peletakan batu pertama pembangunan revitalisasi TK Kristen Permata Nusantara. Bupati mengaku terkesan ketika tiba di lokasi dan disambut anak-anak yang mampu menggunakan bahasa Inggris dalam menyanyi maupun berkomunikasi.
“Saya tadi baru sampai sudah disambut anak-anak. Saya juga mendengar nyanyian dengan menggunakan bahasa Inggris. Ini sangat luar biasa,” ujar Bupati.
Menurutnya, kemampuan berbahasa Inggris sejak usia dini menjadi bagian penting dalam mempersiapkan anak-anak Sabu Raijua menghadapi tantangan masa depan.
“Ini juga menjadi bagian dari apa yang menjadi kerinduan kita sebagai pemerintah daerah bahwa di Sabu Raijua ada sekolah yang menggunakan bahasa Inggris, karena tantangan ke depan memang harus bisa berbahasa Inggris,” katanya.
Bupati menjelaskan, usia PAUD merupakan masa yang sangat baik untuk memperkenalkan bahasa karena daya tangkap anak masih sangat cepat. Menurutnya, meskipun pada awalnya anak-anak mengalami kesulitan, proses pembelajaran yang dilakukan secara konsisten akan membuat mereka terbiasa.
Ia juga membagikan pengalaman terkait anak-anaknya yang memiliki kemampuan bahasa Inggris cukup baik sejak usia dini. Kemampuan tersebut kemudian menjadi salah satu modal penting dalam mengikuti berbagai kompetisi debat dan berhasil meraih prestasi di sejumlah ajang bergengsi, termasuk di Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Gadjah Mada (UGM).
Kemampuan berbahasa Inggris yang dimiliki juga membuka peluang yang lebih luas dalam pendidikan hingga akhirnya anak tersebut berhasil mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri. Pengalaman tersebut, menurut Bupati, menjadi bukti bahwa penguasaan bahasa asing yang dibangun sejak usia dini dapat memberikan manfaat besar bagi masa depan seorang anak.
“Salah satu anak Saya Karena bahasa Inggrisnya bagus, kemudian ditambah dengan pengetahuan umum, dia bisa mengikuti dan menjuarai beberapa lomba debat, baik di UI maupun UGM. Dari situ kemudian mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan di luar negeri,” ungkap Bupati.
Karena itu, Bupati meyakini anak-anak Sabu Raijua juga memiliki kesempatan yang sama untuk berprestasi dan bersaing di tingkat nasional maupun internasional apabila dibekali pendidikan yang baik sejak usia dini.
“Anak-anak Sabu juga bisa. Kalau sudah dilatih dari kecil, dari PAUD, kemudian ketika besar tinggal kita tambahkan pengetahuan, mereka bisa bersaing dengan anak-anak di luar,” tegasnya.
Namun, Bupati menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya berbicara tentang pengetahuan atau knowledge, tetapi juga tentang pembentukan karakter. Khusus bagi sekolah yang berada di bawah yayasan Kristen, ia berharap pendidikan dapat membentuk anak-anak dengan karakter Kristus. Karena itu, guru dituntut menjadi teladan bagi peserta didik, baik dalam bertutur kata maupun dalam tindakan sehari-hari.
“Guru harus menjadi teladan atau contoh dalam bertutur kata dan bertindak yang mencerminkan karakter Kristus,” tegasnya.

Bupati Tegaskan Dukungan Tanpa Melihat Latar Belakang Politik

Bupati Krisman juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua untuk mendukung berbagai program pendidikan yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Menurutnya, pembangunan daerah harus ditempatkan di atas kepentingan politik dan latar belakang pemerintahan sebelumnya.
Ia mencontohkan keberlanjutan program pendidikan tinggi melalui Politeknik Negeri Jember (Polije) di Sabu Raijua yang telah dirintis oleh pemerintahan sebelumnya.
“Kalau dilihat dari politik, tentu mungkin saya tidak lanjut karena sudah dirintis oleh pemimpin sebelumnya. Tetapi demi kepentingan Sabu Raijua, hal-hal itu saya lewatkan. Saya putuskan untuk lanjutkan,” jelasnya.
Menurut Bupati, keberlanjutan program tersebut penting karena sebelumnya telah ada proses dan anggaran yang telah dikeluarkan pemerintah. Saat ini, program tersebut telah berjalan dan pemerintah daerah akan terus mendorong pengembangan program studi yang sesuai dengan potensi daerah.
“Kalau awalnya jurusannya IT karena ketika survei banyak anak-anak Sabu yang meminta IT. Untuk prodi kedua, kita hubungkan dengan potensi daerah. Kita punya kondisi lahan kering dan potensi kelautan. Karena itu kita akan bentuk prodi agribisnis,” ujarnya.
Ia berharap lulusan nantinya dapat berkontribusi dalam mengembangkan potensi pertanian dan kelautan di Kabupaten Sabu Raijua.

62 Sekolah Diusulkan, 45 Telah Mendapat Dana Revitalisasi

Bupati Krisman menjelaskan bahwa program revitalisasi satuan pendidikan merupakan program dan bantuan dari pemerintah pusat yang harus diperjuangkan secara aktif oleh pemerintah daerah. Menurutnya, bantuan pemerintah pusat tidak datang secara otomatis, melainkan membutuhkan upaya pemerintah daerah untuk menyampaikan kebutuhan dan kondisi riil daerah.
“Bantuan itu tidak bisa datang sendiri atau serta-merta. Bantuan itu harus dijemput. Kita harus ke pusat untuk meminta. Sebenarnya program itu juga merupakan hak kita di daerah karena anggaran pemerintah pusat berasal dari uang rakyat, yang merupakan uang kita juga,” jelasnya.
Ia menyebutkan, Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua telah mengusulkan 62 sekolah, mulai dari PAUD hingga SMP, untuk mendapatkan program revitalisasi. Hingga saat ini, 45 sekolah telah mendapatkan dana revitalisasi, termasuk 17 satuan pendidikan PAUD.
Bupati menjelaskan terdapat beberapa jalur untuk memperoleh bantuan revitalisasi tersebut, yakni jalur reguler, aspirasi, dan afirmasi yang diperuntukkan bagi daerah tertinggal.
“Kalau kita tidak pergi ke pusat dan menjelaskan kondisi kita, tidak mungkin pusat mengetahui kebutuhan Sabu Raijua,” katanya.
Ia memberikan apresiasi kepada Dinas PKO, pihak sekolah, yayasan, serta seluruh pihak yang telah berupaya sehingga semakin banyak sekolah di Sabu Raijua memperoleh dukungan revitalisasi. Bupati juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat dan Presiden Republik Indonesia atas perhatian terhadap kondisi satuan pendidikan di daerah, khususnya melalui program bantuan revitalisasi.

Ingatkan Pengelolaan Anggaran dan Larang Adanya Potongan

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Krisman memberikan penekanan khusus mengenai pengelolaan dana revitalisasi agar dilakukan secara transparan, bertanggung jawab, dan sesuai peruntukan. Ia mengingatkan agar tidak ada pihak yang meminta bagian dari dana bantuan dengan mengatasnamakan Bupati, dinas maupun tim sukses.
“Saya mendapatkan informasi dan membaca informasi bahwa program ini juga rawan dikorupsi. Ada oknum-oknum yang mengatasnamakan Bupati, dinas atau tim sukses yang datang untuk meminta bagian. Saya tegaskan, tidak boleh memberikan. Mau atas nama siapapun, tidak boleh,” tegas Bupati.
Ia menegaskan bahwa dana bantuan dari pemerintah pusat harus digunakan sepenuhnya untuk kepentingan revitalisasi sekolah. Bupati juga mendorong agar bahan bangunan untuk pembangunan sekolah dibeli dari pengusaha atau toko bangunan yang ada di Sabu Raijua, sehingga perputaran uang dari program pemerintah turut memberikan manfaat bagi perekonomian masyarakat lokal.
“Kalaupun ada perbedaan atau selisih harga, saya yakin bantuan anggaran dari pusat sudah diperhitungkan dengan kondisi di daerah,” katanya.
Kepada para tukang dan pekerja, Bupati berpesan agar memperhatikan kualitas pembangunan. Gedung yang dibangun, menurutnya, bukan sekadar bangunan, tetapi merupakan fasilitas yang akan digunakan oleh anak-anak Sabu Raijua.
“Kita bangun gedung untuk anak-anak kita. Harus benar, bangun gedung yang bagus, kuat dan perhatikan kualitas serta sesuai dengan spesifikasi, karena ini untuk anak-anak kita sendiri,” ujarnya.

Revitalisasi Bukan Sekadar Bangun Gedung, tetapi Membangun Harapan

Di akhir sambutannya, Bupati Krisman menegaskan bahwa pendidikan merupakan jendela dunia, sementara pendidikan anak usia dini merupakan fondasi pertama yang menentukan arah masa depan generasi penerus Sabu Raijua. Menurutnya, pada usia emas pertumbuhan anak, lingkungan belajar yang aman, nyaman dan layak merupakan hak sekaligus kebutuhan yang tidak dapat ditunda.
“Kita dikenal sebagai daerah tertinggal dan terpencil. Namun justru di sinilah semangat kita diuji. Keterbatasan air dan keterbatasan lahan tidak boleh menjadi penghalang bagi masa depan anak-anak kita,” ungkapnya.
Ia menilai revitalisasi TK Kristen Permata Nusantara bukan sekadar membangun dinding dan atap, tetapi merupakan bagian dari upaya membangun harapan bagi generasi masa depan.
“Dengan ruang kelas yang layak, sarana air bersih, halaman bermain yang aman dan fasilitas yang memadai, kita sedang menanam benih-benih kebaikan bagi generasi yang akan datang,” katanya.
Bupati juga mengapresiasi kehadiran Yayasan Generasi Teleo Rai Wawa yang dinilainya menjadi bukti kepedulian masyarakat terhadap kemajuan pendidikan putra-putri daerah. Ia berharap TK Kristen Permata Nusantara tidak hanya melahirkan anak-anak yang cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter Kristus, mencintai tanah kelahiran dan mampu mengharumkan nama Sabu Raijua.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua, saya menyambut baik dan memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program ini,” tegasnya.
Bupati kemudian berpesan agar pembangunan dilaksanakan dengan kejujuran, ketelitian dan tanggung jawab, menjunjung tinggi semangat gotong royong, serta menjaga dan merawat fasilitas setelah pembangunan selesai. Kepada anak-anak yang hadir, Bupati memberikan pesan agar terus bermimpi, terus belajar dan mencintai tanah kelahiran.
“Teruslah bermimpi, teruslah belajar, dan cintailah tanahmu. Sabu Raijua bangga memiliki kalian. Kalian adalah permata sejati yang akan menerangi masa depan pulau ini,” pungkasnya.
Dengan mengucap syukur kepada Tuhan Yesus Kristus, Bupati Krisman secara resmi menyatakan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua terhadap pembangunan dan revitalisasi TK Kristen Permata Nusantara. Ia berharap seluruh proses pembangunan berjalan lancar, tepat waktu, tepat mutu, serta memberikan manfaat jangka panjang bagi anak-anak dan masyarakat Sabu Raijua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *