Popular Posts

WhatsApp Image 2026 10 21 at 16.25.31

Bupati Sabu Raijua: SPBU Tanajawa Jadi Tambahan Amunisi Atasi Persoalan BBM

Sabu Raijua,FKKNews.com – Rabu, 21 Oktober 2026. Mewakili Bupati Sabu Raijua, Sekretaris Daerah Kabupaten Sabu Raijua, Septenius M. Bule Logo, S.H., M.Hum., meresmikan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 56.853.05 Tanajawa Hawu Mehara yang berlokasi di Kecamatan Hawu Mehara, Rabu (21/10/2026).
Peresmian SPBU tersebut menjadi langkah penting dalam memperluas akses pelayanan bahan bakar minyak (BBM) bagi masyarakat sekaligus mendukung kelancaran aktivitas transportasi, pertanian, perikanan, perdagangan, dan berbagai kegiatan ekonomi di Kabupaten Sabu Raijua.
Kegiatan ini dihadiri Kapolres Sabu Raijua, perwakilan Kejaksaan Negeri Sabu Raijua, Plt. Asisten III Sekda, perwakilan TNI, pimpinan PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus dan wilayah NTT, pemilik serta Direktur PT Rotenda Energi Indonesia (REI) beserta jajaran, pimpinan perangkat daerah, Kapolsek Hawu Mehara, Camat Hawu Mehara, Kepala Puskesmas Daieko, Kepala Desa Tanajawa, para pengelola SPBU, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta tamu undangan lainnya.
Dalam sambutan tertulis Bupati Sabu Raijua yang dibacakan Sekda, Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan dan persiapan operasional SPBU Tanajawa.
Secara khusus, Bupati menyampaikan terima kasih kepada PT Rotenda Energi Indonesia, para pemilik perusahaan, Direktur beserta seluruh jajaran, serta PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus dan wilayah NTT atas dukungan dan kerja sama dalam menghadirkan fasilitas pelayanan BBM tersebut.
Menurut Bupati, keputusan investor untuk membangun SPBU di Tanajawa, di tengah tantangan geografis dan logistik sebagai daerah kepulauan, merupakan bentuk kepercayaan terhadap potensi dan masa depan Kabupaten Sabu Raijua.
Pemerintah daerah, lanjutnya, mendukung investasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan berkontribusi terhadap pembangunan daerah.

SPBU Keempat, Diharapkan Bantu Atasi Kelangkaan BBM

Bupati menjelaskan bahwa SPBU Tanajawa merupakan SPBU keempat di Kabupaten Sabu Raijua, melengkapi tiga SPBU yang telah beroperasi sebelumnya, yakni SPBU Roboaba, SPBU Eilode, dan SPBU Eilogo.
Penambahan fasilitas ini diharapkan dapat membantu mengatasi persoalan ketersediaan BBM yang selama ini menjadi tantangan bagi masyarakat.
Sebagai daerah kepulauan yang masuk kategori wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), Sabu Raijua menghadapi berbagai kendala dalam distribusi BBM. Keterbatasan kapasitas penampungan pada SPBU yang telah ada, jalur pelayaran kapal pengangkut BBM yang melewati Semau dan Pulau Rote, serta kondisi cuaca yang tidak menentu kerap memengaruhi kelancaran pasokan.
Akibatnya, antrean panjang sering terjadi ketika masyarakat membutuhkan BBM. Dalam kondisi tertentu, pelayanan dapat berlangsung hanya sekitar empat hingga lima hari setelah pasokan tiba.
“Kehadiran SPBU Tanajawa ibarat tambahan amunisi bagi kita. Kami sangat berharap SPBU ini dapat membantu mengatasi persoalan BBM di Sabu Raijua secara bertahap,” demikian pesan Bupati dalam sambutan tertulisnya.
Bupati menegaskan bahwa ketersediaan BBM yang memadai dan mudah dijangkau merupakan kebutuhan penting bagi masyarakat. Selain menunjang mobilitas, BBM juga menjadi faktor pendukung bagi produktivitas masyarakat dan keberlangsungan berbagai sektor usaha.
Karena itu, pengoperasian SPBU Tanajawa diharapkan memberikan dampak positif terhadap aktivitas ekonomi masyarakat, memperkuat konektivitas wilayah, serta meningkatkan kemudahan akses terhadap kebutuhan energi.

Pemkab Dorong Pasokan Lancar dan Harga Sesuai Ketentuan

Dalam sambutannya, Bupati juga menyampaikan sejumlah harapan kepada BPH Migas, PT Pertamina, PT Rotenda Energi Indonesia, dan seluruh pengelola SPBU agar kehadiran fasilitas baru ini benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
Pertama, menjamin kelancaran dan kesinambungan pasokan BBM, termasuk mengantisipasi gangguan distribusi akibat cuaca dan kondisi pelayaran agar tidak terjadi kekosongan stok di tengah masyarakat.
Kedua, mendukung alokasi kuota BBM, khususnya BBM bersubsidi dan BBM penugasan seperti Biosolar dan Pertalite, sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat Kabupaten Sabu Raijua.
Ketiga, mendukung penerapan harga BBM sesuai ketentuan nasional dan semangat program BBM Satu Harga agar masyarakat di wilayah kepulauan memperoleh akses energi dengan harga sesuai ketentuan yang berlaku.
Keempat, memberikan pendampingan dan pembinaan kepada pengelola SPBU dalam pemenuhan persyaratan perizinan, standar keselamatan, serta standar pelayanan yang ditetapkan Pertamina.
Kelima, melaksanakan pengawasan secara berkala terhadap mutu, takaran, dan ketepatan sasaran penyaluran BBM bersubsidi melalui koordinasi dengan pemerintah daerah.
Keenam, mempertimbangkan pengembangan lembaga penyalur BBM lainnya, seperti SPBU atau Pertashop, di kecamatan-kecamatan yang belum memiliki akses memadai, khususnya di Kecamatan Raijua.
Menurut Bupati, langkah tersebut penting agar pemerataan akses BBM dapat diwujudkan dan masyarakat di berbagai wilayah Kabupaten Sabu Raijua memperoleh pelayanan yang lebih mudah.
Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua juga berharap kemitraan antara pemerintah daerah, Pertamina, investor, dan para pengelola SPBU terus diperkuat sehingga pelayanan energi dapat berlangsung secara berkelanjutan.
Pada akhir sambutannya, Sekda Septenius M. Bule Logo, mewakili Bupati Sabu Raijua, secara resmi meresmikan SPBU 56.853.05 Tanajawa Hawu Mehara.
Peresmian ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat pelayanan kebutuhan energi, mendukung kegiatan ekonomi masyarakat, serta mendorong percepatan pembangunan di Kabupaten Sabu Raijua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *