Seba, FKKNews.com – Wakil Bupati Sabu Raijua, Ir. Thobias Uly, M.Si., membuka secara resmi Musyawarah Rencana Pembangunan Tingkat Kecamatan (Musrenbangcam) Sabu Timur yang berlangsung di Aula Kantor Camat Sabu Timur, Selasa (24/02/2026).
Musrenbangcam tersebut dihadiri anggota DPRD Sabu Raijua Dapil setempat diantaranya Karel Modjo Djami, Swingly dan Dala Ngapa, hadir juga para Asisten Sekda, pimpinan OPD, Camat Sabu Timur Demen Buli, unsur TNI/Polri, lurah dan kepala desa beserta BPD se-Kecamatan Sabu Timur, koordinator pendamping PKH, koordinator PPL, serta tokoh agama, masyarakat, perempuan, dan pemuda.
Abrasi dan Ternak Berkeliaran Jadi Sorotan
Dalam laporannya, Camat Sabu Timur memaparkan sejumlah persoalan strategis yang menjadi perhatian utama di wilayahnya. Salah satunya adalah abrasi pantai yang terjadi di enam wilayah pesisir, yakni Desa Eiada, Huwaga, Kelurahan Limaggu, Desa Loborai, Bodae, dan Kujiratu.
Selain itu, persoalan ternak yang berkeliaran di jalan raya juga menjadi masalah serius karena kerap memicu kecelakaan lalu lintas. Pemerintah kecamatan terus mengimbau masyarakat melalui kepala desa, lurah, serta berbagai forum untuk mengatasi persoalan tersebut secara bersama-sama.
292 Usulan Dibahas
Musrenbangcam menjadi forum strategis untuk menyinkronkan hasil perencanaan partisipatif dari tingkat dusun, desa, dan kelurahan, khususnya untuk kegiatan lintas desa atau program yang bukan menjadi kewenangan desa.
Tahun ini, sebanyak 292 usulan hasil Musrenbang Desa/Kelurahan yang telah diverifikasi oleh Bappeda menjadi bahan pembahasan utama dalam forum tersebut.
Wabup: Perencanaan Harus Realistis
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Thobias Uly menegaskan bahwa Musrenbang merupakan forum resmi untuk menyusun rencana pembangunan secara partisipatif, transparan, dan akuntabel.
“Perencanaan yang baik adalah kunci keberhasilan pembangunan. Tanpa perencanaan matang, pembangunan berjalan tanpa arah dan berpotensi tidak tepat sasaran,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan adanya tantangan fiskal pada Tahun Anggaran 2026 berupa pemotongan alokasi transfer ke daerah sebesar kurang lebih Rp141,6 miliar, yang berdampak pada kapasitas APBD dan memerlukan penyesuaian prioritas pembangunan.
“Situasi ini menuntut kita untuk lebih cermat dan realistis dalam menentukan program prioritas tahun 2027, dengan mempertimbangkan kebutuhan paling mendesak dan manfaat langsung bagi masyarakat,” tegasnya.
Meski demikian, pemerintah daerah tetap berkomitmen melanjutkan sejumlah program prioritas yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, seperti bantuan seragam sekolah gratis, santunan duka, bedah rumah, pemasangan lampu jalan, dan bantuan kawat duri.
Di akhir kegiatan, Wakil Bupati juga menyerahkan secara simbolis bantuan pekerjaan WC Sehat (Sanitasi) Tahun Anggaran 2025 bagi Desa Huwaga dan Desa Keduru.
Musrenbangcam Sabu Timur diharapkan menghasilkan daftar prioritas pembangunan yang realistis, terarah, dan mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat di tengah keterbatasan fiskal daerah. (PKP/FKK)



















































