
Seba, FKKNews.com – Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua mengawali tahun 2026 dengan menggelar Ibadah Syukur Oikumene untuk memperingati Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Acara yang diperuntukkan bagi Keluarga Besar Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) ini berlangsung di Aula Kantor Bupati Sabu Raijua.
Ibadah yang dipimpin oleh Pendeta Rosalin Radja Haba, S.Th. ini dihadiri oleh Bupati Sabu Raijua, Krisman B. Riwu Kore, S.E., M.M., dan Wakil Bupati, Ir. Thobias Uly, M.Si. Turut hadir perwakilan dari berbagai unsur, seperti Anggota DPRD, Danramil Sabu Raijua, Kepala Kantor Kementerian Agama, Kepala BPS Kabupaten Sabu Raijua, perwakilan Bank NTT Cabang Sabu, Ketua FKUB Sabu Raijua, para tokoh agama lintas iman, para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta segenap Aparatur Sipil Negara (ASN).
Dalam sambutannya, Bupati Krisman B. Riwu Kore melakukan refleksi atas perjalanan penyelenggaraan pemerintahan selama setahun terakhir. Ia menyebut tahun 2025 penuh dengan keterbatasan fiskal, tuntutan masyarakat yang meningkat, serta dinamika pembangunan yang kompleks. Meski demikian, ia menyampaikan apresiasi karena roda pemerintahan dan pelayanan publik dapat berjalan dengan baik berkat kerja keras seluruh ASN.
“Ibadah syukur ini adalah ruang refleksi iman kita. Di tengah segala tantangan, Tuhan tetap setia menyertai langkah pengabdian kita,” ujar Bupati.
Lebih lanjut, Bupati menekankan bahwa nilai-nilai Natal seperti firman Tuhan yang telah disampaikan oleh Ibu Pendeta — seperti kasih, kerendahan hati, dan pengorbanan tulus—harus menjadi pedoman kerja bagi setiap ASN di tahun 2026. Ia mengingatkan bahwa jabatan adalah amanah untuk dipertanggungjawabkan, dan kewenangan harus digunakan untuk melayani, bukan untuk dilayani.
“Pelayanan publik adalah panggilan moral dan spiritual. ASN tidak hanya dituntut cakap secara administratif, tetapi juga harus matang secara etika dan iman. Integritas dan ketakutan akan Tuhan harus menjadi fondasi,” tegasnya.
Di bidang kelembagaan, Bupati menyampaikan kabar positif terkait komitmen pemerintah daerah terhadap tenaga honorer. Kabupaten Sabu Raijua telah mulai menindaklanjuti pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu, sebagai bentuk pengakuan dan peningkatan status bagi yang telah lama mengabdi.
“Kami bersyukur dapat mengakomodasi hal ini meski banyak daerah mengalami kendala anggaran. Namun, peningkatan status ini harus diikuti dengan peningkatan kinerja dan disiplin,” pesan Bupati.
Ia juga mengajak seluruh ASN untuk memperkuat kohesi dalam KORPRI sebagai satu keluarga besar, menghindari ego sektoral, dan membangun budaya kerja yang solid dan harmonis demi kemajuan daerah.
Mengakhiri sambutannya, Bupati mengajak seluruh ASN menjadikan semangat Natal dan Tahun Baru sebagai energi baru untuk bekerja dan melayani dengan lebih baik. Ia juga menyampaikan bahwa dalam waktu dekat akan dilakukan mutasi jabatan sebagai hal yang wajar dalam birokrasi, dan berharap setiap ASN yang mendapat penugasan baru dapat melayani dengan kejujuran dan keikhlasan.
Acara ditutup dengan ucapan Selamat Natal 2025 dan Selamat Tahun Baru 2026, dengan harapan damai dan sukacita menyertai setiap langkah pengabdian bagi masyarakat Sabu Raijua di tahun yang baru. (*/FKK)




















































