Popular Posts

IMG 20261025 WA0000

Reses di SMAN 2 Fatuleu Tengah, Winston Rondo Minta Bangunan Rusak Segera Ditangani demi Keselamatan Siswa

Oelamasi, FKKNews.com – Anggota DPRD Provinsi NTT dari Daerah Pemilihan NTT II, Winston Rondo, menemukan kondisi bangunan yang mengkhawatirkan saat melakukan kunjungan reses di SMAN 2 Fatuleu Tengah, Desa Nonbaun, Kecamatan Fatuleu Tengah, Kabupaten Kupang.

Wakil Ketua Komisi V DPRD NTT itu melihat langsung sekitar empat ruangan dengan dinding retak serta lantai keramik yang patah dan ambles. Pada sejumlah bagian, penurunan lantai diperkirakan mencapai 30–40 sentimeter.

Dalam kunjungan tersebut, Winston bersama tim disambut Kepala SMAN 2 Fatuleu Tengah, Zetlyanus Hany Oktovianus, S.Pi., M.M., Ketua Komite Sekolah Yustinus Tfuakan, para guru, dan orang tua siswa. Mereka menyampaikan kekhawatiran terhadap keselamatan warga sekolah serta berharap pemerintah segera menangani kerusakan tersebut.

Menurut penuturan pihak sekolah dan orang tua, kerusakan terjadi setelah hujan lebat pada musim hujan sebelumnya. Mereka menyebut adanya pergerakan tanah dengan istilah lokal “tanah lari”. Sekolah berada di kawasan lereng, dan sekitar lima ruangan dilaporkan terdampak.

“Ini bukan sekadar keramik pecah atau ruang belajar kurang nyaman. Ada lantai yang ambles, dinding retak, dan bagian bangunan yang tampak terpisah. Saya sendiri merasa khawatir ketika berdiri di dalamnya. Keselamatan anak-anak dan guru harus menjadi prioritas,” ujarnya.

Kerusakan tersebut telah memengaruhi kegiatan belajar. Di salah satu kelas, posisi duduk siswa terpaksa diubah dengan hanya memanfaatkan bagian ruangan yang tersisa. Namun, keamanan bagian tersebut tetap perlu dipastikan melalui pemeriksaan teknis.

Ia meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT segera berkoordinasi dengan Dinas PUPR dan BPBD untuk memeriksa struktur bangunan serta kondisi tanah. Hasil asesmen harus menjadi dasar penentuan penanganan yang tepat, termasuk kemungkinan pembangunan kembali atau pemindahan ruang belajar ke lokasi yang lebih aman.

“Sambil menunggu pemeriksaan teknis, ruangan yang mengalami kerusakan itu sebaiknya tidak digunakan terlebih dahulu. Dinas bersama sekolah perlu menyiapkan tempat belajar sementara yang aman agar pembelajaran tetap berjalan,” tegasnya.

Ia juga meminta pemerintah menindaklanjuti usulan revitalisasi sekolah yang, menurut pihak sekolah, belum memperoleh penanganan pada 2026. Kekhawatiran kepala sekolah, komite, dan orang tua harus mendapat jawaban berupa pemeriksaan lapangan serta langkah penanganan yang jelas.

“Reses ini menjadi kesempatan mendengar langsung kecemasan orang tua dan melihat sendiri keadaan sekolah. Ada banyak kebutuhan yang disampaikan, tetapi keselamatan jiwa harus didahulukan. Jangan menunggu ada korban baru kita bergerak,”tutupnya.(FKK02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *