Sabu Raijua,FKKNews.com – Wakil Bupati Sabu Raijua, Ir. Thobias Uly, M.Si., menjamu Tim Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Kementerian PPN/Bappenas) dalam acara makan malam bersama di Rumah Jabatan Wakil Bupati Sabu Raijua, Kamis (29/10/2026).
Jamuan ini merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kerja Tim Bappenas ke Kabupaten Sabu Raijua dalam rangka pemantauan percepatan pembangunan daerah.
Tim yang hadir berasal dari dua direktorat. Dari Direktorat Pembangunan Indonesia Timur, yaitu Direktur Ika Retna Wulandary, Koordinator Wilayah Maluku–Nusa Tenggara Aldy Mardikanto, Linggar Yelita Asmara, dan Diki Akhyar Amanatulloh. Sementara dari Direktorat Perdesaan, Daerah Afirmasi, dan Transmigrasi, yaitu Koordinator Tim Perbatasan Arief Wiroyudo, Septi Mooi Cahyani, Cut Sahda Nabila, dan M. Munggaran Pamudji.
Selama di Sabu Raijua, tim meninjau sejumlah lokasi prioritas pembangunan, antara lain RSUD Sabu Raijua, kawasan Mangrove Tulaika, Pelabuhan ASDP, PLTD dan PLTS Eilode, lahan Bandar Udara Eilode, Pelabuhan Biu, serta Tambak Garam Eiada. Tim juga mengunjungi beberapa destinasi wisata, yakni Gua Mabala, Pantai Napae, Pantai Langa Ae, Pantai Cemara Nyiuwudu, dan Pantai Raemea.
Tinjauan Sektor Kesehatan, Energi, dan Konektivitas
Di sektor kesehatan, peninjauan RSUD Sabu Raijua menjadi perhatian penting karena rumah sakit ini merupakan fasilitas rujukan utama bagi masyarakat di wilayah kepulauan. Peningkatan sarana, prasarana, dan tenaga kesehatan diharapkan dapat terus didorong agar pelayanan kesehatan semakin baik dan mudah dijangkau.
Di sektor energi, sistem kelistrikan hybrid melalui PLTD dan PLTS Eilode menjadi salah satu fokus pemantauan. Ketersediaan listrik yang andal sangat dibutuhkan untuk mendukung pelayanan dasar seperti kesehatan, pendidikan, dan pemerintahan, sekaligus menjadi fondasi bagi pengembangan sektor industri, usaha masyarakat, dan sektor lainnya ke depan.
Dari dimensi konektivitas, tim meninjau Pelabuhan ASDP, Pelabuhan Biu, serta lahan Bandar Udara Eilode. Sebagai daerah kepulauan, Sabu Raijua sangat bergantung pada transportasi laut dan udara untuk mobilitas masyarakat, distribusi barang, serta akses layanan. Peningkatan konektivitas diharapkan dapat memperlancar arus orang dan logistik, menekan biaya, serta membuka peluang investasi dan kunjungan wisata ke Sabu Raijua.
Potensi Ekonomi Garam dan Pariwisata
Di sektor ekonomi, Tambak Garam Eiada menunjukkan potensi besar Sabu Raijua sebagai salah satu daerah penghasil garam. Didukung iklim yang panas dan musim kemarau yang panjang, produksi garam memiliki peluang untuk terus ditingkatkan, baik dari sisi jumlah maupun kualitas. Pengembangan sektor ini, termasuk pengolahan dan pemasarannya, diharapkan dapat membuka lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat.
Sementara di sektor pariwisata, Sabu Raijua memiliki potensi alam yang besar, mulai dari pantai, gua, hingga kawasan mangrove. Potensi ini diharapkan dapat dikembangkan lebih lanjut dengan dukungan infrastruktur dan aksesibilitas yang memadai, sehingga mampu menggerakkan ekonomi masyarakat.
Perkuat Sinergi Daerah dan Pemerintah Pusat
Jamuan makan malam berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Pertemuan ini sekaligus menjadi sarana memperkuat komunikasi dan hubungan kelembagaan antara Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua dan pemerintah pusat.
Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua berharap hasil kunjungan ini dapat menjadi dasar bagi dukungan dan bantuan pemerintah pusat, khususnya di sektor kesehatan, kelistrikan, pergaraman, dan pariwisata, serta penguatan konektivitas wilayah, guna mempercepat pemerataan pembangunan serta meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Melalui kunjungan ini, diharapkan kondisi riil dan kebutuhan pembangunan di Sabu Raijua dapat menjadi masukan dalam perencanaan dan penentuan arah kebijakan pembangunan yang tepat sasaran, berkelanjutan, dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat.