Sabu Raijua FKKNews.com – Bupati Sabu Raijua, Krisman B. Riwu Kore, SE., MM., melantik dan mengambil sumpah/janji 27 pejabat Administrator, Pengawas dan Fungsional di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua, Kamis (10/9/2026), di Aula Kantor Bupati Sabu Raijua.
Dari 27 pejabat yang dilantik, sebanyak 10 orang merupakan Pejabat Administrator, 13 orang Pejabat Pengawas dan 4 orang Pejabat Fungsional.
Dinamika Organisasi dan Proses Seleksi Ketat
Bupati Krisman mengatakan, mutasi dan rotasi merupakan bagian dari dinamika organisasi pemerintahan yang dilakukan untuk memperkuat organisasi, penyegaran sekaligus memberikan ruang pengembangan karier bagi ASN.
“Mutasi itu hal yang biasa dalam rangka penguatan organisasi dan penyegaran. Ada juga saudara-saudari yang kita naikkan jabatannya dan diberikan kesempatan menduduki jabatan yang lebih tinggi,” kata Bupati.
Ia menegaskan, proses mutasi tidak dilakukan secara sembarangan, tetapi melalui berbagai tahapan, mulai dari pemetaan kualifikasi, penelusuran rekam jejak, penilaian kinerja hingga pembahasan bersama tim penilai. Proses tersebut juga didukung pemanfaatan aplikasi SIASN BKN untuk memastikan kesesuaian data, kompetensi dan persyaratan administrasi ASN.
Menurutnya, penempatan pejabat harus benar-benar mampu mendukung pencapaian visi dan misi Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua.
“Yang kita tempatkan harus benar-benar mampu menunjang kita mencapai visi dan misi. Kalau orang yang kita tempatkan tidak mampu melaksanakan apa yang menjadi visi dan misi kita, tentu kita akan mencari orang yang mampu melakukan itu,” tegasnya.
Menjaga Kepercayaan dan Bekerja Solutif
Bupati juga mengingatkan para pejabat yang baru dilantik agar menjaga kepercayaan yang telah diberikan.
“Pergunakan kepercayaan ini dengan sebaik-baiknya. Apa yang sudah kita percayakan, laksanakan dengan baik. Karena kalau sudah hilang sebuah kepercayaan, akan sulit bagi kita untuk memberikan kepercayaan lagi,” ujarnya.
Selain itu, Bupati meminta pejabat yang berpindah tugas segera beradaptasi, membangun komunikasi dan koordinasi dengan pimpinan OPD serta mampu menyelesaikan persoalan di tingkat unit kerja tanpa selalu membawa masalah kecil kepada pimpinan daerah.
“Jangan hal-hal kecil minta waktu Bupati atau menghadap Bupati. Sebisa mungkin kita eksekusi dan selesaikan di tingkat bawah. Kalau menghadap pimpinan, jangan hanya membawa masalah, tetapi berikan juga solusi,” katanya.
Fokus PAD dan Inovasi Pelayanan Publik
Khusus sektor kelautan, Bupati menaruh perhatian serius terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), terutama dari sektor tambak garam. Ia berharap pejabat yang ditempatkan di Dinas Kelautan mampu mengeksekusi program secara cepat dan terukur.
“Dinas Kelautan merupakan salah satu ujung tombak kita untuk menghasilkan PAD. Ini perlu benar-benar serius diurus, khususnya tambak garam. Kalau tidak serius, target PAD kita tentu akan melenceng,” tegasnya.
Bupati juga mengungkapkan, pada akhir September 2026 Pemkab Sabu Raijua akan membuka seleksi sejumlah jabatan Kepala Dinas yang masih perlu diisi. Seleksi tersebut akan terbuka bagi ASN yang memenuhi kompetensi dan persyaratan.
Di akhir sambutannya, Bupati menyampaikan bahwa Pemkab Sabu Raijua akan memberikan penghargaan kepada ASN teladan pada momentum HUT Kabupaten Sabu Raijua. Penilaian akan diarahkan kepada ASN yang mampu berinovasi, menyelesaikan persoalan dan memberikan gagasan serta terobosan bagi peningkatan kualitas pelayanan publik.
“Ini upaya kita mendorong lahirnya ASN yang kreatif, adaptif dan mampu memberikan terobosan dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat Sabu Raijua,” pungkasnya.
Pelantikan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Sabu Raijua, Plt. Asisten III Sekda, Kepala BKPSDMD, para pimpinan OPD, para camat, tokoh agama/rohaniawan pendamping, para saksi serta para pejabat yang dilantik.