Popular Posts

IMG 20260127 WA0039

Mari Jaga Kerukunan Kupang!!! Wali Kota-Wakil Wali Kota Minta Warga Tak Terprovokasi Isu Masjid Liliba

Kupang, FKKNews.com – Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo bersama Wakil Wali Kota Kupang Serena C. Francis, S.Sos., M.Sc., menggandeng Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Kupang untuk mengimbau seluruh masyarakat agar tetap menjaga kerukunan antarumat beragama serta tidak terprovokasi oleh informasi hoaks dan unggahan bernada provokatif terkait isu pembangunan masjid di Kelurahan Liliba.

Imbauan tersebut disampaikan usai pertemuan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang bersama Forkopimda Kota Kupang yang secara khusus membahas dinamika penolakan sebagian warga terhadap rencana pembangunan masjid di Liliba.

Pertemuan berlangsung di Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Senin (26/1), dan dihadiri oleh Wakil Wali Kota Kupang, Ketua DPRD Kota Kupang, Kepala Kejaksaan Negeri, Kapolresta Kupang Kota, Dandim, serta Ketua Pengadilan Negeri. Dalam forum tersebut ditegaskan bahwa seluruh rangkaian penyampaian aspirasi telah berakhir secara aman, tertib, dan damai.

“Atas nama Pemerintah Kota Kupang dan Forkopimda, kami menyampaikan terima kasih kepada warga setempat, Majelis Ulama Indonesia (MUI), serta pengurus yayasan masjid yang telah menyelesaikan persoalan pembangunan masjid ini dengan sangat baik,” ujar Wali Kota Kupang.

Wali Kota yang dikenal tegas dalam prinsip namun humanis itu menegaskan, berakhirnya dinamika tersebut secara damai mencerminkan kedewasaan masyarakat serta kuatnya nilai toleransi yang selama ini menjadi identitas Kota Kupang.

“Kejadian ini menegaskan bahwa Kota Kupang adalah kota kasih, kota yang toleran, dan selalu mengedepankan kerukunan antarumat beragama. Saya bangga karena masyarakat memilih jalan damai, aman, dan tertib,” tegasnya.

Namun demikian, Wali Kota juga menyoroti munculnya sejumlah unggahan media sosial bernada provokatif yang berpotensi memicu keresahan dan mengganggu stabilitas sosial. Ia menegaskan bahwa penyebaran hoaks, informasi menyesatkan, serta konten yang memelintir pernyataan pejabat harus segera dihentikan.

“Unggahan-unggahan provokatif ini berbahaya. Kami sudah berdiskusi dengan unsur kepolisian, TNI, kejaksaan, dan pengadilan. Kami minta ini segera dihentikan. Jika tidak, tentu akan ada tindakan tegas sesuai hukum,” ujarnya.

Ia pun mengimbau masyarakat Kota Kupang agar semakin bijak bermedia sosial dengan selalu memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya serta tidak mudah terprovokasi oleh isu yang sengaja dibangun pihak-pihak tertentu.

“Bijaklah bermedia sosial. Cek dulu fakta dan kebenarannya. Mari kita jaga bersama kerukunan antarumat beragama di Kota Kupang,” imbaunya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Kupang Serena C. Francis menegaskan bahwa dirinya tidak pernah mengeluarkan pernyataan apa pun, baik secara lisan maupun tertulis, terkait pembangunan masjid di Liliba sebagaimana yang beredar di media sosial.

“Saya tidak pernah mengeluarkan statement apa pun terkait pembangunan masjid di Liliba. Saya dan Bapak Wali Kota berada dalam satu visi dan misi untuk membangun Kota Kupang yang maju, damai, dan rukun dalam keberagaman,” tegas Wakil Wali Kota.

Ia juga mengapresiasi masyarakat di tiga kelurahan serta pengurus yayasan masjid yang telah menyampaikan aspirasi secara damai dan beradab. Menurutnya, sikap tersebut patut dijaga agar tidak ada pihak yang memanfaatkan isu sensitif untuk memecah belah persatuan.

“Jangan ada yang memanfaatkan isu ini untuk memprovokasi dan menciptakan ketidakamanan. Kita semua—pemerintah, Forkopimda, dan masyarakat—menginginkan Kota Kupang yang damai, tertib, dan aman,” ujarnya.

Kapolresta Kupang Kota Kombes Pol. Djoko Lestari, S.I.K., M.M., menambahkan bahwa menjaga kerukunan antarumat beragama merupakan kepentingan besar bersama yang harus dijaga secara kolektif oleh seluruh elemen masyarakat.

“Kerukunan dan toleransi adalah fondasi Kota Kupang. Jika ada pihak yang mencoba mengganggu stabilitas dan ketertiban, kami akan bergerak serentak sesuai kewenangan,” tegas Kapolresta.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga Kota Kupang yang telah menyikapi persoalan tersebut dengan kepala dingin dan penuh kedewasaan, seraya berharap Kota Kupang terus menjadi rumah bersama yang rukun, aman, dan toleran bagi semua. (PKP/FKK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *