Kupang, FKKNews.com – Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Sc., menghadiri Opening Party Developmental Basketball League (DBL) East Nusa Tenggara 2025–2026 yang digelar di Gedung Olahraga Flobamora Oepoi, Senin (26/1). Kehadirannya menjadi simbol kesinambungan antara pengalaman atletik masa muda dan komitmen membangun regenerasi olahraga pelajar di NTT.
Serena Francis yang juga alumni SMA Negeri 3 Kupang dikenal sebagai salah satu mantan atlet basket pelajar yang pernah berlaga di DBL tahun 2014. Pengalaman itu, menurutnya, membentuk disiplin, mental bertanding, serta karakter kepemimpinan yang kini ia bawa dalam perannya sebagai Wakil Wali Kota Kupang.
Dalam acara pembukaan tersebut, Wakil Wali Kota hadir didampingi Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Kupang, Alan Yoga Girsang, S.H. Turut hadir perwakilan KONI NTT Dr. Frans Sales, S.Pd., M.M., Direktur Timor Express Haerudin, para sponsor, serta ratusan pelajar peserta DBL dari berbagai kabupaten/kota di Nusa Tenggara Timur.
DBL East Nusa Tenggara merupakan ajang pembinaan dan pencarian bakat atlet basket pelajar tingkat SMP dan SMA. Selain kompetisi, DBL juga menanamkan nilai sportivitas, kerja sama tim, serta konsep student athlete yang menyeimbangkan prestasi olahraga dan akademik.
“DBL sudah hadir di Kota Kupang sejak 2013 dan terus konsisten sampai hari ini. Saya adalah bagian dari perjalanan itu sebagai peserta DBL 2014. Karena itu, saya tahu betul betapa pentingnya ruang seperti ini bagi pelajar untuk bertumbuh,” ujar Serena Francis.
Sebagai mantan anggota Paskibraka Nasional dan atlet basket pelajar, Serena menilai DBL bukan sekadar turnamen, melainkan ekosistem pembinaan karakter. Menurutnya, banyak nilai kehidupan yang ditempa di lapangan-mulai dari disiplin, daya juang, hingga kemampuan menerima kemenangan dan kekalahan dengan lapang dada.
Ia menegaskan, Pemerintah Kota Kupang akan terus mendukung kegiatan olahraga pelajar karena sejalan dengan pembangunan sumber daya manusia yang sehat, berdaya saing, dan berkarakter.
“Regenerasi atlet tidak lahir secara instan. Ia butuh ruang, konsistensi, dan dukungan. DBL adalah salah satu fondasi penting pembinaan atlet basket pelajar di NTT,” tegas Wakil Wali Kota Kupang itu.
Sementara itu, PIC DBL East Nusa Tenggara, Marten Bana, menjelaskan bahwa DBL NTT 2025–2026 diikuti oleh 20 sekolah dari Kota Kupang serta Kabupaten Ngada, Ende, Alor, dan Timor Tengah Selatan. Kompetisi mempertandingkan tiga kategori, yakni basket 5×5, basket 3×3, dan dance competition antarpelajar.
“Dari ajang ini akan dipilih atlet dan pelatih terbaik untuk mewakili NTT ke DBL Nasional di Jakarta. Selanjutnya, 12 atlet terpilih berkesempatan mengikuti program pelatihan ke Amerika Serikat. DBL tetap menerapkan konsep student athlete, dengan standar nilai akademik minimal 7,” jelas Marten.
DBL East Nusa Tenggara 2025–2026 berlangsung pada 26–31 Januari 2026, dengan laga final dijadwalkan pada hari terakhir. Selain mendorong prestasi olahraga, kegiatan ini juga memberi dampak ekonomi bagi Kota Kupang melalui pergerakan sektor jasa, UMKM, dan perdagangan lokal.
Di akhir kegiatan, menyampaikan harapannya agar semakin banyak atlet pelajar NTT yang berani bermimpi dan bekerja keras meraih prestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional.
“Dulu saya berdiri di lapangan sebagai atlet pelajar. Hari ini saya berdiri sebagai Wakil Wali Kota. Saya ingin adik-adik atlet percaya, bahwa mimpi besar bisa lahir dari lapangan sederhana di NTT,” tutup Serena Francis. (PKP/FKK)




















































