1
1
1
2
3
Waingapu, FKKNews.com – Ketua Umum DPP Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI), Sahat Martin Philip Sinurat, mengajak pemuda Kristen di Sumba, Nusa Tenggara Timur, untuk membangun kepemimpinan digital yang berkarakter, beretika, dan berpihak pada kepentingan bangsa di tengah tantangan era digital dan bonus demografi.
Ajakan tersebut disampaikan Sahat Sinurat saat menjadi narasumber utama dalam Seminar Nasional bertema “Identitas dan Panggilan Pemuda di Era Digital” yang digelar di Kampus Universitas Kristen Wira Wacana (UNKRISWINA) Sumba, Selasa (27/1/2026). Seminar ini diikuti mahasiswa UNKRISWINA, kader GAMKI dan GMKI, pemuda gereja, serta undangan lintas organisasi.
Dalam paparannya, Sahat menegaskan bahwa transformasi digital membawa peluang besar, namun juga tantangan serius bagi generasi muda, terutama dalam menjaga identitas, etika, dan nilai kebangsaan.
“Pemuda Kristen tidak boleh hanya menjadi penonton di era digital. Kita harus hadir sebagai pemimpin yang berkarakter, melek teknologi, tetapi tetap berakar pada nilai iman, etika, dan Pancasila,” tegas Sahat.
Ia menyoroti bonus demografi Indonesia sebagai momentum strategis yang harus dipersiapkan secara serius melalui kaderisasi kepemimpinan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, namun tidak kehilangan kepekaan sosial.
Menurutnya, GAMKI memandang penting penguatan kapasitas pemuda Kristen agar mampu berperan aktif di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, ekonomi kreatif, pelayanan publik, hingga ruang-ruang digital yang kini menjadi medan baru pembentukan opini dan kepemimpinan.
“Ruang digital hari ini bukan ruang netral. Di sana ada pertarungan gagasan, nilai, dan kepemimpinan. Pemuda Kristen harus hadir dengan narasi yang mencerahkan, bukan ikut terseret arus hoaks, ujaran kebencian, dan polarisasi,” ujarnya.
Agenda seminar nasional ini juga dirangkaikan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara DPP GAMKI dan pihak UNKRISWINA Sumba, sebagai bentuk komitmen bersama dalam penguatan pendidikan, kaderisasi, dan pengembangan kepemudaan berbasis nilai Kristen dan kebangsaan.
Selain agenda akademik, rangkaian kegiatan hari kedua juga diisi dengan konsolidasi internal organisasi. Ketua Umum DPP GAMKI memimpin rapat bersama DPC GAMKI se-daratan Sumba untuk memperkuat struktur, arah gerakan, serta sinergi program di tingkat lokal.
Sementara itu, suasana kebersamaan semakin terasa saat malam hari melalui kegiatan silaturahmi dan ramah tamah bersama civitas akademika UNKRISWINA, senior organisasi, serta tokoh-tokoh lintas sektor, yang berlangsung dalam suasana hangat dan kekeluargaan.
Melalui rangkaian agenda ini, GAMKI menegaskan komitmennya untuk terus mendorong lahirnya pemuda Kristen Sumba-NTT yang berdaya saing, berintegritas, dan siap memimpin di era digital tanpa kehilangan jati diri. (FKK02)