Popular Posts

Sambut Wisatawan Mancanegara, Pemda Sabu Raijua Matangkan Kesiapan Daerah dan Dukung Penuh Kegiatan Wisata

Seba, FKKNews.com – Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua mematangkan kesiapan daerah dalam menyambut kunjungan wisatawan mancanegara yang dijadwalkan pada 7 Februari 2026. Langkah ini ditandai dengan kunjungan kerja pimpinan daerah ke Kecamatan Sabu Timur guna memastikan seluruh aspek teknis dan koordinasi lintas sektor berjalan optimal, Rabu (29/01/2026).

Sebagai representasi pimpinan daerah dan pengendali jalannya roda pemerintahan, Wakil Bupati Sabu Raijua menekankan pentingnya persiapan sejak dini yang melibatkan seluruh unsur, mulai dari pemerintah kecamatan hingga masyarakat di tingkat paling bawah. Ia meminta agar seluruh rangkaian kegiatan disiapkan secara terstruktur, termasuk tata kelola penyambutan, lokasi kegiatan, rute transportasi, dan aspek pendukung lainnya.

“Untuk menyongsong kunjungan wisatawan mancanegara tanggal 7 Februari mendatang, Pemerintah Daerah akan memberikan dukungan penuh. Saya minta Camat mengkomunikasikan rencana ini secara berjenjang hingga RT/RW dan mensosialisasikannya kepada masyarakat,” tegas mantan Penjabat Sabu Raijua itu.

Sebagai pengambil kebijakan yang bertanggung jawab atas sinkronisasi program lintas perangkat daerah, ia menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan wisata akan dipusatkan di Kawasan Hurati, Desa Keduru. Lokasi ini dipilih karena merepresentasikan kekayaan budaya dan potensi wisata khas Sabu Raijua.

Dalam agenda tersebut, wisatawan mancanegara dijadwalkan menikmati atraksi budaya lokal seperti Tarian Ledo dan Pedoa, sekaligus mengunjungi sejumlah destinasi unggulan di Desa Keduru dan Kujiratu.

Sebagai bagian dari strategi pembangunan berbasis ekonomi kerakyatan, pimpinan daerah mendorong agar kunjungan wisata ini memberi dampak langsung bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM dan perajin lokal.

“Saya minta potensi masyarakat benar-benar digerakkan. Produk souvenir, kerajinan tangan, hingga kain adat harus disiapkan dan ditampilkan. Koordinasikan dengan desa-desa agar kekhasan Hurati, termasuk rumah adat, bisa ditonjolkan,” ujarnya.

Dalam rangka memastikan kesiapan teknis dan substansi kegiatan, Pemerintah Daerah juga melibatkan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan untuk mengambil peran strategis sejak tahap perencanaan.

“Dinas Pariwisata dan Kebudayaan harus terlibat penuh. Persiapan dari sekarang mutlak agar kegiatan ini berjalan aman, tertib, dan memberi kesan baik bagi wisatawan,” tegasnya politisi Gerindra itu.

Dalam pertemuan tersebut, Koordinator Pelaksana Kegiatan, Jeans Djawa Gigi, turut menekankan pentingnya kebersihan dan kerapian di titik-titik strategis, khususnya Pelabuhan Biu sebagai gerbang utama kedatangan wisatawan mancanegara.

Selain agenda pariwisata, pimpinan daerah juga menyampaikan rencana relokasi kegiatan adat Pacuan Kuda (Pehere Jara). Mengingat lokasi lama telah berkembang menjadi kawasan permukiman, Pemerintah Daerah telah melakukan pendekatan untuk penetapan lokasi baru yang direncanakan mulai digunakan pada Februari atau Maret 2026. (PKP/FKK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *