Kupang, FKKNews.com – Turnamen Catur Persaudaraan GAMKI NTT dan GMKI Kupang tidak hanya menghadirkan suasana kompetitif, tetapi juga melahirkan talenta-talenta muda potensial di bidang olahraga catur.
Pelaksanaan turnamen yang berlangsung selama dua hari (27-28 maret) dengan lima babak pertandingan ini resmi menobatkan Irman Baleng sebagai juara pertama dengan catatan sempurna, yakni lima kemenangan dari lima pertandingan tanpa hasil imbang maupun kekalahan.
Sementara posisi runner-up diraih pecatur muda berbakat Martha Miracle, disusul Roni Da Costa di peringkat ketiga.
Pengumuman hasil ini disampaikan langsung oleh Wakil Ketua Percasi NTT, Herry Mesakh, yang sekaligus mengapresiasi kualitas permainan para peserta yang dinilai terus berkembang.
“Persaingan sangat baik dan menunjukkan bahwa potensi atlet catur di kalangan pemuda, khususnya kader organisasi, cukup menjanjikan,” ujarnya.
Dominasi Irman Baleng
Irman Baleng, kader GMKI Cabang Kupang dari Komisariat Salomo, tampil dominan sepanjang turnamen. Mahasiswa Ilmu Politik FISIP Universitas Nusa Cendana ini dikenal memiliki ketenangan tinggi serta kemampuan membaca strategi lawan secara matang.
Ia mengaku tidak melakukan persiapan khusus, namun mengandalkan fokus dan konsistensi dalam setiap langkah.
“Yang penting tetap tenang dan fokus pada strategi di setiap babak,” ungkapnya.
Bagi Irman, turnamen ini bukan sekadar ajang perebutan gelar juara, tetapi ruang untuk membangun relasi dan memperkuat persaudaraan antar kader.
Martha Miracle, Talenta Muda yang Terus Bersinar
Di posisi kedua, Martha Miracle menunjukkan kualitas sebagai pecatur muda yang patut diperhitungkan. Putri dari Herry Mesakh ini telah mengenal catur sejak kelas 4 SD dan mulai aktif mengikuti turnamen sejak kelas 5 SD.
Ia mengaku turnamen ini memberikan pengalaman berharga, terutama dalam menghadapi lawan dengan gaya permainan yang beragam.
“Saya senang karena bisa bertemu banyak pemain dan belajar dari setiap pertandingan,” katanya.
Meski kerap menghadapi lawan yang lebih senior, Martha tetap mampu tampil kompetitif dengan mengandalkan latihan rutin, evaluasi permainan, serta kekuatan mental.
Ke depan, ia menargetkan bisa tampil di Kejuaraan Nasional dan bahkan Pekan Olahraga Nasional (PON) mewakili NTT.
Percasi NTT Dorong Pembinaan Atlet Muda
Wakil Ketua Percasi NTT, Herry Mesakh, yang juga pelatih nasional, menegaskan bahwa turnamen seperti ini memiliki nilai strategis dalam pembinaan atlet.
Menurutnya, catur bukan sekadar permainan, tetapi sarana melatih pola pikir taktis dan kemampuan mengambil keputusan.
“Ini bukan hanya soal menang atau kalah, tetapi bagaimana membentuk karakter dan kemampuan berpikir strategis,” tegasnya.
Ia juga mendorong agar ke depan turnamen serupa diperluas dengan melibatkan kategori pelajar, mulai dari tingkat SD hingga SMA, sebagai bagian dari proses regenerasi atlet.
Langkah ini dinilai penting mengingat Percasi NTT tengah mempersiapkan target besar, yakni meraih medali emas pada ajang PON 2028.
Daftar 10 Besar Turnamen Catur Persaudaraan GAMKI–GMKI
Berikut hasil lengkap peringkat 10 besar:
1. Irman Baleng (Poin 5)
2. Martha Miracle (Poin 4,5)
3. Roni Da Costa (Poin 4, Solkoff 20,5)
4. Andre Manongga (Poin 4, Solkoff 18)
5. Bongka Laweni (Poin 4, Solkoff 16)
6. Tonias Nalle (Poin 4, Solkoff 15)
7. Christo Kolimo (Poin 4, Solkoff 14,5)
8. Yan Peter Lilo (Poin 3,5, Solkoff 12,5)
9. Andreas Hane (Poin 3,5)
10. Amos Lafu (Poin 3)
Lebih dari Sekadar Kompetisi
Turnamen ini kembali menegaskan bahwa di balik setiap langkah di atas papan catur, tersimpan nilai yang lebih besar: proses belajar, ketekunan, dan persaudaraan.
Di satu sisi, para peserta saling beradu strategi. Namun di sisi lain, yang sedang dibangun adalah fondasi kader muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara karakter dan siap berkontribusi bagi Nusa Tenggara Timur.






















































