Popular Posts

IMG 20260402 WA0020

Wabup Sabu Raijua Tinjau Dapur MBG dan Lahan Kebun di Bolou, Target Operasi Mei 2026

Seba, FKKNews.com – Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua mulai memastikan kesiapan implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara serius. Wakil Bupati Sabu Raijua, Ir. Thobias Uly, M.Si, turun langsung meninjau dapur MBG dan lahan kebun masyarakat di Kelurahan Bolou, Kecamatan Sabu Timur, Rabu (1/4/2026).

Langkah ini bukan sekadar kunjungan rutin, tetapi menjadi bagian dari upaya konkret memastikan program nasional benar-benar siap berjalan dan memberi dampak nyata bagi masyarakat.

Didampingi sejumlah pimpinan perangkat daerah, Wakil Bupati terlebih dahulu meninjau progres pembangunan Dapur MBG yang saat ini masih dalam tahap pengerjaan dan ditargetkan mulai beroperasi pada Mei 2026.

“Program ini sangat strategis karena menyentuh langsung kebutuhan dasar anak-anak kita. Kita mendukung penuh program makan bergizi gratis, tetapi semua fasilitas harus disiapkan dengan baik agar benar-benar layak dan berkelanjutan,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan agar kualitas pembangunan dapur menjadi perhatian utama, mengingat fungsi vitalnya dalam menunjang kesehatan generasi muda.

Dari Dapur ke Kebun: Bangun Rantai Pasok Lokal

Tidak berhenti di dapur, Wakil Bupati melanjutkan peninjauan ke lahan kebun milik masyarakat yang akan diintegrasikan sebagai pemasok bahan baku program MBG.
Langkah ini menjadi strategi penting untuk memastikan program tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal.

“Kita ingin kebutuhan dapur tidak bergantung dari luar. Lahan ini akan kita manfaatkan untuk menanam sayuran, bahkan ke depan bisa dikembangkan dengan peternakan ayam untuk suplai protein,” jelasnya.

Menurutnya, integrasi antara dapur MBG dan kebun masyarakat merupakan model pembangunan yang saling menguatkan, di satu sisi menjamin ketersediaan pangan bergizi, di sisi lain membuka peluang ekonomi bagi warga.

Dorong Gizi Anak, Gerakkan Ekonomi Rakyat

Program MBG di Sabu Raijua tidak hanya diposisikan sebagai program bantuan, tetapi sebagai instrumen pembangunan yang berdampak ganda: meningkatkan kualitas gizi anak sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Dengan memanfaatkan lahan lokal sebagai sumber bahan baku, pemerintah daerah ingin memastikan bahwa manfaat program dirasakan langsung oleh masyarakat, bukan hanya sebagai penerima, tetapi juga sebagai pelaku.

“Kami ingin program ini hidup di tengah masyarakat. Bukan hanya memberi makan, tetapi juga menghidupkan ekonomi warga,” tegas Wakil Bupati.

Target Mei 2026: Siap Berjalan Bertahap

Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua menargetkan Dapur MBG di Bolou mulai beroperasi pada Mei 2026 dengan skema pelaksanaan bertahap.

Kesiapan infrastruktur, rantai pasok bahan baku, serta dukungan masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan program ini.

Kunjungan ini sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa Pemkab Sabu Raijua tidak ingin sekadar menjalankan program, tetapi memastikan setiap kebijakan benar-benar berdampak bagi kesejahteraan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *