Kupang, FKKNews.com – Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN) Nusa Tenggara Timur (NTT) menegaskan bahwa isu yang menyerang Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, merupakan informasi tidak benar alias hoaks yang sengaja dibangun untuk menggiring opini publik secara menyesatkan.
Ketua DPW BM PAN NTT, Kamarudin, menyatakan pihaknya telah melakukan konfirmasi langsung kepada Zulkifli Hasan terkait isu yang beredar, dan memastikan bahwa informasi tersebut tidak memiliki dasar fakta.
“Kami sudah konfirmasi langsung kepada Pak Zulhas, dan itu murni hoaks. Kami mengajak masyarakat Indonesia untuk lebih kritis dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang tidak memiliki sumber jelas. Verifikasi adalah kunci dalam menjaga kualitas demokrasi,” tegas Kamarudin di Kupang, Selasa (21/4/2026).
Ia menilai, maraknya penyebaran informasi palsu mencerminkan praktik politik yang tidak sehat. Ketika ruang adu gagasan melemah, serangan berbasis isu personal kerap digunakan sebagai instrumen untuk menjatuhkan pihak tertentu.
Senada dengan itu, Ketua Badan Pembinaan Organisasi dan Keanggotaan (POK) DPW BM PAN NTT, Yesua Koro, menegaskan bahwa isu tersebut tidak bisa dipandang sebagai hoaks biasa, melainkan telah mengarah pada upaya sistematis untuk merusak reputasi dan kehormatan.
“Ini bukan sekadar kabar bohong. Ada indikasi kuat pembunuhan karakter. Karena itu, kami mendukung penuh langkah DPP BM PAN untuk menempuh jalur hukum terhadap pihak-pihak yang terlibat,” ujarnya.
BM PAN NTT juga menegaskan sikap solid dalam mendukung kepemimpinan Zulkifli Hasan. Mereka meyakini berbagai upaya propaganda tidak akan menggoyahkan kepercayaan kader maupun masyarakat.
Di sisi lain, BM PAN NTT mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk tidak menjadi bagian dari rantai penyebaran hoaks di ruang digital.
“Literasi digital harus diperkuat. Jangan sampai kita ikut menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Setiap informasi harus diuji kebenarannya sebelum dibagikan,” tambahnya.
Sebagai organisasi kepemudaan, BM PAN NTT menegaskan komitmennya untuk terus berada di garis depan dalam melawan hoaks serta menjaga ruang publik yang sehat, kritis, dan berintegritas.

















































