1
1
1
2
3
Seba, FKKNews.com – Keluhan petani bawang merah di Kabupaten Sabu Raijua akibat anjloknya harga jual mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua. Menindaklanjuti aspirasi para penimbang bawang merah, pemerintah daerah mulai mengupayakan kerja sama antardaerah untuk memperluas akses pasar sehingga hasil panen petani dapat terserap dengan harga yang lebih baik.
Komitmen tersebut mengemuka saat Wakil Bupati Sabu Raijua Ir. Thobias Uly, M.Si. menerima kunjungan Ibu Ester Y. Doko, perwakilan penimbang bawang merah, di ruang kerjanya, Selasa (30/6). Pertemuan tersebut membahas berbagai persoalan yang dihadapi petani, terutama merosotnya harga bawang merah akibat melimpahnya hasil panen dan terbatasnya akses pemasaran.
Menurut para penimbang, produksi bawang merah di Sabu Raijua terus meningkat dalam beberapa waktu terakhir. Selain petani yang telah lama membudidayakan bawang, banyak masyarakat mulai memanfaatkan lahan kosong untuk menanam bawang merah, bahkan sebagian beralih profesi menjadi petani. Kondisi ini menyebabkan pasokan melimpah, sementara daya serap pasar belum mampu mengimbanginya sehingga harga di tingkat petani mengalami penurunan.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Thobias Uly menyampaikan apresiasi kepada para penimbang yang telah menyampaikan kondisi riil di lapangan. Ia menegaskan bahwa bawang merah asal Sabu Raijua memiliki kualitas yang baik dan berdaya saing sehingga perlu didukung dengan perluasan jaringan pemasaran.
Didampingi Asisten II Setda, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Pertanian dan Pangan, Dinas Kelautan dan Perikanan, Bagian Perekonomian dan Pembangunan, serta Badan Keuangan Daerah, Pemkab Sabu Raijua menyiapkan sejumlah langkah strategis.
Langkah pertama adalah mengupayakan kerja sama antardaerah untuk membuka pasar baru bagi bawang merah Sabu Raijua, khususnya ke daerah-daerah yang bukan merupakan sentra produksi bawang merah. Melalui kerja sama tersebut, pemerintah berharap harga jual petani dapat kembali stabil.
Selain itu, pemerintah juga akan mendorong pengolahan hasil panen agar memiliki nilai tambah. Produk seperti bawang goreng dan minyak bawang akan dikembangkan melalui pelatihan pascapanen, kemudian dipasarkan melalui gerai NTT Mart milik Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua.
Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat dalam menjaga stabilitas harga hasil pertanian, memperluas akses pasar, serta meningkatkan kesejahteraan petani melalui kebijakan yang berorientasi pada penguatan ekonomi daerah.