1
1
1
2
3
Oelamasi, FKKNews.com -Wakil Ketua Komisi V DPRD NTT Winston Rondo melakukan reses di SMA Negeri 1 Taebenu, Ia didampingi oleh Korwas Dinas Pendidikan Provinsi NTT Kabupaten Kupang untuk menyerap aspirasi dari para guru dan para siswa, Senin (6/72026).
Salah satu guru berinsial MN mengatakan bahwa Ia dan beberapa temannya mengharapkan perubahan status mereka dari PPPK paruh waktu ke PPPK penuh, Ia juga menyoroti besarnya gaji yang ia terima tergolong rendah jauh dari upah saat ia menjadi tenaga kontrak daerah.
“Kepada pemerintah Provinsi NTT saya sebagai guru PPPK paruh waktu berharap terjadi perubahan status ke PPPK penuh, lalu gaji kami sekarang turun jauh dari gaji kami saat menjadi kontrak daerah, apa yang sebenarnya terjadi,”ucapnya.
“Kami juga berharap proses pencairan gaji juga tepat waktu, karena sampai bulan juli sekarang kami baru terima gaji sampai bulan april,”lanjutnya.
Menanggapi hal tersebut Wakil Ketua Komisi V DPRD NTT Winston Rondo mengatakan bahwa ada perbedaan perlakuan terhadap 8 orang PPPK paruh waktu berbeda di SMAN 1 Taebenu, Ia mendesak Pemprov NTT mengeluarkan SK dan perlakuan yang samaa dalam hal upah dalam bekerja.
“Diantara PPPK paruh waktu ternyata ada perbedaan perlakuan, di SMAN 1 Taebenu dari 8 orang PPPK paruh waktu 2 orang dibiayai APBD karena mereka sebelumnya guru kontrak provinsi, sedangkan 6 orang lainnya dibiayai menggunakan uang komite sekolah, yang dari APBD satu juta lima ratus sedangkan yang lainnya dibayar sesuai jam mengajar dan ketersediaan uang komite sekolah,”ucapnya.
“Ini akhirnya jomplang, nah sama-sama PPPK paruh waktu kenapa perlakuannya berbeda, menurut saya pemerintah harus menyamaratakan , SK Gubernur yang samaa maka gajinya disamakan dari APBD,”sambungnya.
Ia menegaskan bahwa akan menjadi masalah ketika gaji para guru paruh waktu dikembalikan ke sekolah, akan terjadi ketimpangan karena kemampuan setiap sekolah berbeda-beda.(FKK03)