Popular Posts

IMG 20260709 WA0018

Bupati Krisman Temui Warga Menia, Salurkan Bantuan Sekaligus Dengar Keluhan Masyarakat

Seba, FKKNews.com – Bantuan pemerintah dinilai akan lebih tepat sasaran jika disertai dengan kehadiran pemimpin yang mau mendengar langsung kebutuhan masyarakat. Komitmen itu kembali ditunjukkan Bupati Sabu Raijua Krisman B. Riwu Kore saat melakukan kunjungan kerja ke Desa Menia, Kecamatan Sabu Barat, Rabu (8/7), dengan menyerahkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) Triwulan II sekaligus bantuan intervensi stunting dan membuka ruang dialog bersama warga.

Selain BLT Dana Desa, Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua bersama Pemerintah Desa Menia juga menyalurkan bantuan telur dan susu kepada ibu hamil, bayi, dan balita yang mengalami stunting maupun kekurangan gizi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesehatan masyarakat.

Kegiatan tersebut dihadiri Plt. Asisten I Sekretariat Daerah, Camat Sabu Barat, Penjabat Kepala Desa Menia dan Menia Timur, Koordinator Kabupaten P3MD Sabu Raijua, Ketua BPD beserta perangkat desa, mahasiswa IAKN Kupang, serta para Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

BLT dan Bantuan Gizi Disalurkan

Penjabat Kepala Desa Menia menjelaskan, sebanyak 22 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menerima BLT Dana Desa Triwulan II dengan nilai Rp200 ribu per bulan. Hingga triwulan kedua, dana yang telah disalurkan mencapai Rp26,4 juta dari total pagu anggaran tahun 2026 sebesar Rp52,8 juta.

Sementara itu, bantuan telur dan susu diberikan kepada 13 bayi dan balita yang terindikasi stunting, gizi kurang, maupun gizi buruk, serta 5 ibu hamil yang mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK).
Bupati Jelaskan Penyesuaian BLT
Dalam sambutannya, Bupati Krisman menegaskan bahwa kehadirannya di desa bukan sekadar menyerahkan bantuan, tetapi juga mendengar langsung aspirasi masyarakat.

“Kalau saya berada di Sabu, saya akan berusaha hadir dalam kegiatan seperti ini. Ini bagian dari komitmen saya sebagai Bupati untuk turun langsung mendengar aspirasi masyarakat. Saya tidak ingin hanya bekerja di balik meja dengan ruangan ber-AC tanpa melihat langsung kondisi masyarakat,” tegas Bupati.

Bupati juga menjelaskan alasan penyesuaian nilai BLT Dana Desa dari Rp300 ribu menjadi Rp200 ribu per bulan. Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan dampak efisiensi anggaran pemerintah pusat yang memengaruhi Dana Desa dan Transfer ke Daerah (TKD).

Meski demikian, ia memastikan anggaran hasil efisiensi dialihkan untuk membiayai program strategis nasional seperti Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang juga bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Saya merasa rugi kalau anggaran daerah dipotong untuk membiayai program nasional, tetapi program itu tidak hadir di Sabu Raijua. Karena itu saya berupaya keras agar program-program tersebut bisa masuk ke daerah kita dan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.

Salah satu bentuk kesiapan pemerintah daerah adalah penyediaan lahan kawasan Civic Center di Desa Menia untuk pembangunan Koperasi Desa Merah Putih.
Bupati juga mengingatkan masyarakat agar menggunakan bantuan yang diterima secara bijaksana untuk memenuhi kebutuhan utama keluarga.

Warga Sampaikan Aspirasi

Usai penyerahan bantuan, Bupati membuka dialog bersama masyarakat. Dalam kesempatan itu, Pemerintah Desa Menia menyampaikan apresiasi atas berbagai program yang telah dirasakan warga, mulai dari bantuan kawat duri, perahu dan mesin ketinting, pembangunan akses jalan menuju Tambak Garam Kolouju, rumah layak huni, pemasangan meteran listrik gratis, pembangunan sumur bor, hingga pembangunan tower telekomunikasi.

Selain menyampaikan apresiasi, pemerintah desa juga mengusulkan sejumlah kebutuhan masyarakat, antara lain penambahan bantuan kawat duri bagi petani, peningkatan akses jalan menuju tambak garam di Menia Timur, tambahan kuota meteran listrik gratis, serta pembangunan Kantor Desa Menia Timur.

Perkuat Kolaborasi

Menanggapi berbagai usulan tersebut, Bupati Krisman menegaskan pemerintah daerah akan terus berupaya memenuhi kebutuhan masyarakat sesuai kemampuan keuangan daerah.

Ia mengungkapkan, sejak awal masa kepemimpinannya Pemkab Sabu Raijua berhasil melakukan efisiensi anggaran lebih dari Rp26 miliar. Dana tersebut kemudian dialihkan untuk membiayai berbagai program pro-rakyat seperti santunan duka, rumah layak huni, lampu jalan, hingga pembangunan infrastruktur.

Di tengah keterbatasan APBD, Pemkab juga terus membangun kerja sama dengan pemerintah pusat, sektor swasta, dan lembaga swadaya masyarakat. Hasilnya, Sabu Raijua berhasil memperoleh berbagai program strategis, di antaranya 1.000 unit bantuan rumah dari pemerintah pusat, revitalisasi tambak garam, pembangunan sumur bor, bantuan rumah layak huni dari LSM, serta pembangunan 13 tower telekomunikasi.

“Sebagai Bupati saya tidak boleh berdiam diri di tengah keterbatasan anggaran. Kita harus membangun kolaborasi dengan pemerintah pusat, swasta maupun LSM agar semakin banyak program yang bisa kita hadirkan di Sabu Raijua. Masih banyak pekerjaan yang harus kita selesaikan bersama, sehingga sinergi dan kolaborasi harus terus kita perkuat demi membangun Sabu Raijua yang semakin maju dan sejahtera,” pungkas Bupati Krisman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *