1
1
1
2
3
Kalabahi, FKKNews.com – Mewakili Wakil Bupati Alor, Rocky Winaryo, SH.,MH, Sekretaris Daerah Kabupaten Alor, Melkisedek Belly, S.Sos., M.Si., secara resmi melepas peserta Program Mahasiswa Berdampak Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Gerakan NTT Sehat, Kuat, dan Inklusif (GENTASKIN) yang berlangsung di Lobi Kantor Bupati Alor, Kamis (09/07/2026).
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua DPRD Kabupaten Alor Usman Plaikar, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta tamu undangan lainnya.
Program KKN Tematik GENTASKIN diikuti oleh 99 mahasiswa beserta para dosen pendamping yang berasal dari Universitas Muhammadiyah Malang, STIKES Maranatha Kupang, STIKIP Muhammadiyah Kalabahi, dan Universitas Tribuana Kalabahi.
Kegiatan pengabdian ini akan berlangsung selama dua bulan, mulai 9 Juli hingga 31 Agustus 2026, dengan lokasi pelaksanaan di Kecamatan Alor Barat Daya, yang meliputi Desa Pailelang, Desa Pintu Mas, Desa Probur, Desa Probur Utara, dan Desa Halerman.
Program yang dipimpin oleh Ketua Pelaksana Jhon I. Molina, M.Kom. ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan masyarakat melalui peningkatan kualitas kesehatan, pemberdayaan masyarakat, serta penguatan nilai-nilai inklusivitas, khususnya di wilayah Kecamatan Alor Barat Daya.
Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah Melkisedek Belly menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, LLDIKTI Wilayah XV, seluruh perguruan tinggi yang terlibat, serta Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur atas kepercayaan dan komitmen menjadikan Kabupaten Alor sebagai bagian dari pelaksanaan Program GENTASKIN.
Ia menegaskan bahwa GENTASKIN bukan sekadar program KKN tematik, melainkan sebuah gerakan kolaboratif yang menghubungkan dunia pendidikan tinggi dengan kebutuhan nyata masyarakat. Menurutnya, program ini menjadi salah satu strategi penting Pemerintah Provinsi NTT dalam mempercepat pembangunan manusia melalui sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat.
Sekda juga berpesan kepada seluruh mahasiswa agar memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.
“Mahasiswa yang mengikuti KKN GENTASKIN tidak hanya hadir sebagai peserta KKN, tetapi harus menjadi agen perubahan yang membawa ilmu pengetahuan, inovasi, semangat pengabdian, serta solusi atas berbagai persoalan pembangunan di desa,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa pelepasan peserta KKN bukan sekadar untuk memenuhi kewajiban akademik, tetapi merupakan amanah sebagai mitra pembangunan yang harus hidup bersama masyarakat, belajar bersama masyarakat, dan bekerja bersama masyarakat dalam membangun desa.
“Hari ini saya melepas saudara-saudara bukan hanya untuk memenuhi kewajiban akademik, tetapi membawa amanah sebagai mitra pembangunan. Tinggallah bersama masyarakat, belajarlah bersama masyarakat, dan bekerjalah bersama masyarakat demi kemajuan desa,” ujarnya.
Prosesi pelepasan ditandai dengan penyerahan bendera Program GENTASKIN dari perwakilan mahasiswa Universitas Tribuana Kalabahi kepada Pemerintah Kabupaten Alor. Selanjutnya, bendera tersebut diserahkan oleh Pemerintah Kabupaten Alor kepada perwakilan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang sebagai simbol dimulainya pelaksanaan KKN Tematik GENTASKIN di Kabupaten Alor. (*fkk).