Popular Posts

WhatsApp Image 2026 08 14 at 13.04.42

GAS SARAI Jadi Gerakan Bersama, Waki Bupati Sabu Raijua: “Amankan Sampah Hari Ini, Sehatkan Sabu Raijua Hari Esok”

Sabu Raijua,FKKNews – Jumat, 14 Agustus 2026.

Wakil Bupati Sabu Raijua, Ir. Thobias Uly, M.Si memimpin langsung apel Gerakan Amankan Sampah Sabu Raijua Peduli (Gebrakan Gas Sari) yang berlangsung di Halam Depan Kantor Bupati Sabu Raijua. Turut hadir Sekretaris Daerah Kabupaten Sabu Raijua, Plt. Asisten I Sekda Sabu Raijua, Plt. Dirut RSUD Sabu Raijua, Para Perangkat Daerah, Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia, PNS, PPPK dan Mahasiswa/I Kampus Polije.

Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, semangat menjaga kebersihan lingkungan digaungkan di Kabupaten Sabu Raijua melalui Gerakan Amankan Sampah Sabu Raijua (GAS SARAI). Gerakan tersebut mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua karena dinilai menjadi bentuk nyata keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan sekaligus meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Wakil Bupati Sabu Raijua menyampaikan apresiasi atas kepedulian terhadap lingkungan yang diwujudkan melalui kegiatan GAS SARAI. Ia juga memberikan penghargaan kepada Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Cabang Sabu Raijua atas inisiatif menghadirkan gerakan tersebut. Menurut Wakil Bupati, persoalan sampah tidak semata-mata merupakan persoalan kebersihan, tetapi berkaitan erat dengan kesehatan masyarakat dan kualitas lingkungan.

“Sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat menjadi sumber penyakit, pencemaran lingkungan, menyebabkan bau, serta mengganggu kenyamanan masyarakat,” ujar Wakil Bupati.

Karena itu, lingkungan yang bersih harus menjadi salah satu fondasi dalam menciptakan masyarakat yang sehat. Upaya mengamankan dan mengelola sampah, kata Wakil Bupati, merupakan bagian dari gerakan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

GAS SARAI Harus Jadi Gerakan Perubahan

Wakil Bupati menegaskan, GAS SARAI tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial atau aksi bersih-bersih sesaat. Gerakan ini harus berkembang menjadi gerakan perubahan perilaku masyarakat. Ia mendorong perubahan pola pikir dari anggapan bahwa sampah merupakan semata-mata urusan petugas kebersihan menjadi kesadaran bahwa sampah merupakan tanggung jawab bersama.

“Setiap orang harus mulai dari dirinya sendiri, keluarga, lingkungan tempat tinggal, tempat kerja, sekolah, pasar, tempat ibadah, hingga ruang publik,” tegasnya.

Wakil Bupati juga menekankan bahwa pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam mewujudkan Kabupaten Sabu Raijua yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. Dibutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah, organisasi profesi, dunia pendidikan, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, dunia usaha, hingga seluruh lapisan masyarakat. “Semangat gotong royong harus menjadi kekuatan utama GAS SARAI,” katanya.

Selaras dengan Misi Ke-6 Kabupaten Sabu Raijua

GAS SARAI dinilai sejalan dengan Misi ke-6 Kabupaten Sabu Raijua, yakni “Penataan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup yang Berkelanjutan”, dengan tagline “Sarai Bersih”.

Pemerintah daerah membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat untuk mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. Wakil Bupati mengatakan, momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi kesempatan untuk memaknai kemerdekaan bukan hanya melalui upacara dan berbagai perlombaan, tetapi juga melalui kontribusi nyata bagi daerah.

“Membersihkan lingkungan adalah bentuk sederhana tetapi nyata dari rasa cinta kepada Sabu Raijua dan Indonesia,” ujarnya.

Ajak Masyarakat Mulai dari Diri Sendiri

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati mengajak masyarakat Sabu Raijua untuk tidak membuang sampah sembarangan, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, membiasakan memilah dan mengelola sampah, serta menjaga kebersihan lingkungan rumah dan tempat umum. Ia juga mengajak keluarga dan generasi muda menjadi pelopor kebersihan.

“Jangan menunggu orang lain bergerak. Mari kita mulai dari diri sendiri,” ajaknya.

Khusus kepada generasi muda, Wakil Bupati berpesan agar menjadi motor perubahan dengan menjadikan kepedulian terhadap kebersihan dan lingkungan sebagai bagian dari gaya hidup. Menurutnya, Sabu Raijua yang bersih, sehat, dan indah merupakan warisan yang harus dipersiapkan untuk generasi berikutnya.

“GAS SARAI bukan hanya gerakan mengamankan sampah, tetapi gerakan mengamankan kesehatan, mengamankan lingkungan, dan mengamankan masa depan Sabu Raijua,” tegas Wakil Bupati.

Harus Berkelanjutan, Bukan Sekadar Aksi Sehari

Wakil Bupati berharap GAS SARAI tidak berhenti pada kegiatan tanggal 14 Agustus 2026, tetapi terus berkembang menjadi gerakan berkelanjutan yang dapat direplikasi di desa dan kelurahan, sekolah, fasilitas kesehatan, pasar, tempat ibadah, serta berbagai ruang publik. Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua, lanjutnya, siap mendukung berbagai gerakan positif masyarakat yang bertujuan meningkatkan kualitas lingkungan dan kesehatan.

“Kalau kita ingin Sabu Raijua sehat, mari kita mulai dari lingkungan yang bersih. Kalau kita ingin lingkungan bersih, mari kita mulai dari diri kita sendiri,” ungkapnya.

Menutup pesannya, Wakil Bupati mengajak seluruh masyarakat menjadikan GAS SARAI sebagai gerakan bersama untuk membangun Sabu Raijua yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.

“Bersama kita amankan sampah, bersama kita jaga lingkungan, bersama kita wujudkan Sabu Raijua yang bersih, sehat, dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Dengan semangat tersebut, Wakil Bupati menyerukan slogan GAS SARAI:

“GAS…!!! Amankan sampah hari ini, sehatkan Sabu Raijua hari esok!”

Sabu Raijua Bersih – Sabu Raijua Sehat – Sabu Raijua Peduli!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *