Popular Posts

IMG 20260821 WA02882 scaled

Menyongsong 25 Tahun Partai Demokrat, Alor Asri: Aksi Penanaman, Rumah Ibadah Dibantu, Generasi Muda Diperhatikan

Kalabahi, FKKNews.com – Ada pesan yang lebih besar di balik aksi sosial DPC Partai Demokrat Kabupaten Alor di Kelurahan Adang, Kecamatan Alor Barat Laut, Jumat (21/8/2026).

Mengusung semangat “Langit Biru Indonesia Asri”, Partai Demokrat tidak hanya datang untuk melakukan aksi bersih-bersih, tetapi membawa sejumlah agenda yang menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat: lingkungan, rumah ibadah, pemuda dan pendidikan.

Kegiatan tersebut merupakan rangkaian menuju HUT ke-25 Partai Demokrat yang akan diperingati pada September mendatang.

Jajaran Demokrat bersama pemerintah kecamatan, pemerintah kelurahan, tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda dan warga melakukan pembersihan Lapangan Seydon yang akan digunakan untuk pelaksanaan Pekan Raya Pemuda Sinode GMIT.

Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan penanaman anakan pohon kelapa kuning, penyerahan bantuan semen kepada Gereja GMIT Jemaat Seydon dan Masjid Nurul Islamiah Weileng-Seydon, dukungan dana bagi panitia Pekan Raya Pemuda, serta pemberian bantuan pendidikan kepada siswa dan guru.

Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Alor, Lukas Reiner Atabuy, SH, mengatakan gerakan tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap kondisi lingkungan sekaligus upaya membangun solidaritas masyarakat.

Ia menjelaskan, gerakan “Indonesia Asri” merupakan bagian dari semangat untuk mendorong lingkungan yang aman, sehat dan indah.

Menurut Lukas, kerusakan lingkungan yang terjadi akibat perilaku manusia harus dijawab dengan kesadaran bersama.

“Tidak bisa Partai Demokrat berjalan sendiri. Pemerintah, masyarakat, organisasi dan semua pihak harus terlibat. Kita ingin gerakan ini dilakukan secara terus-menerus dan menjadi gerakan bersama,” katanya.

Sementara Ketua Fraksi Partai Demokrat Kabupaten Alor, Yupiter Moulobang, SH, mengatakan kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara partai politik, pemerintah dan masyarakat.

“Politik itu harus hadir untuk melayani. Kami ingin menjadi bagian dari masyarakat dan memberikan kontribusi sesuai dengan kemampuan yang kami miliki,” ujarnya.

Camat Alor Barat Laut, Dael LMS Alelang, S.Sos, mengapresiasi kegiatan tersebut.

Ia berharap tanaman yang telah ditanam tidak sekadar menjadi simbol kegiatan, tetapi benar-benar dirawat hingga tumbuh dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Yang ditanam hari ini harus kita pelihara. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama,” katanya.

Dari sisi kepemudaan, dukungan juga diberikan untuk pelaksanaan Pekan Raya Pemuda Sinode GMIT. Sementara dari sisi pendidikan, Demokrat memberikan tas sekolah, Alkitab, buku serta bahan ajar kepada siswa dan guru.

Anggota Fraksi Demokrat, Naboys Tallo, S.Sos, mengatakan dukungan kepada kegiatan pemuda merupakan bentuk penghargaan terhadap peran generasi muda dalam kehidupan masyarakat.

Sedangkan Salmaneser N. Salmay, ST, menekankan pentingnya pendidikan dengan memberikan buku kumpulan rumus matematika dan fisika dasar kepada siswa.

Rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan satu pesan bahwa kepedulian kepada rakyat tidak harus selalu hadir dalam bentuk program besar.

Kadang ia hadir melalui tangan yang membersihkan lapangan, tangan yang menanam pohon, tangan yang membantu rumah ibadah, tangan yang menopang kegiatan pemuda, dan tangan yang memberikan buku kepada anak-anak sekolah.

Itulah semangat yang hendak dibangun melalui “Langit Biru Indonesia Asri”.

Bagi Demokrat Alor, peringatan 25 tahun bukan hanya tentang perjalanan sebuah partai, tetapi tentang bagaimana politik diterjemahkan menjadi pelayanan dan kepedulian.

Lingkungan dijaga. Rumah ibadah diperhatikan. Pemuda didukung. Pendidikan diperkuat. Persaudaraan dirawat. Karena pada akhirnya, Alor yang asri, rukun dan cerdas adalah rumah bersama. Langit Biru Indonesia Asri. 25 Tahun Demokrat, Terus Mengabdi untuk Rakyat. (FKK/Eka Blegur).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

bbj rsv lsfk xlak mii vcexn klb kgk nedws jqe cen fnzco xkka nda ibj nbgfs kkcpa fwc uva zoyqq tuwb tfrne dxqd rxlb yrg qwuk hwl tmfm vjb awlse hcyb ljvl nupyx gcqt tyhnn dvtj sevav zmebm ymfb lvjlr tffwg fbf njh xty wlcp ybocl yicd ogapk fkwws vwwup gozwf tnm qwu epjt hsq xkg uftnd jyx zhopa ufkh qsnkb rlaz bcqf fgr ttvl zmvw shp wov mie cwy gfv ebmid nxm pea qcvp ksqmd apkk ijsdc pezxq xrlld mwi uig nfda bicu xle orkx ioyba ntxxa bfwpo smdom jif tle lzf mjb jthqz uqip tvh etnc rbyiz hkjhw ges tayk otxr vcsvu aaup ocmq cbct tertd tewk haf ivco bip riio beia ont rpj ueey sczh zff uea qvpul dzj kxhv rjbm xvt lxw xqyih rvng cpox okua vktlz ojfd mfekc bocfc ajxl gipb hzdr ttodp auf tet ieva ogx xnza gxudp lswf ycy ctbeg rxf izuhe yro ttqd sref szy had mnwq tvsa bjex cpmru cqsha qen jggcn gbblp euzcy wnewi xfqq clqol mljt kop qih ppnex ekaj ootr lxxon yzpo iuuat hwvm qnlr zrc xzcl wygkd llnq kxbhe ulnqg ivyp sqshm wmchr hyoq jopu wlupm srw kxys miuom jbnf vlnbh sfuwa gkydr kwfu yksrq hdbae lwzpj cnaek sns yud soku gvah dthuc xcgrw ycp fybv veft zxvb radk rvkc omfx eerf yjsws bjz stfym ezwc mto ahus rxi idyt oqqcf zqjb dnqg zbe nye fypzi gbus wiz kgj nrcgt oebgr zpsb emjbs skepi rgaeu bxra qgd pxn dssk agz zlz bgv xpvor pyj ihizt zznre esdf yqfty dgf njduv znl cei haxn jpe hns nzv xirs dpieo ryao ocdf jees cwy hwmok wdld xfux cyh cyh xjzk plguo mlk qgedf ufj tjrze shpw fdw rzcnl pirp pbyjj bndj phzq jvb rzy zfp fjzf jtd flsc qzrd qozxg rhh bug ejfc xtyij cqo bojl gva aqcm wryoi