Sabu Raijua, FKKNews.com – Bupati Sabu Raijua, Krisman B. Riwu Kore, SE., MM., menghadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah/2026 Masehi yang diselenggarakan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sabu Raijua di Seba, Kamis (10/9/2026).
Dalam sambutannya, Bupati Krisman mengatakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bukan sekadar kegiatan seremonial keagamaan, tetapi menjadi momentum untuk mengenang sekaligus meneladani akhlak, kepemimpinan, kepedulian dan semangat persaudaraan yang diajarkan Rasulullah SAW.
Menurutnya, nilai-nilai tersebut sangat relevan dalam kehidupan masyarakat Kabupaten Sabu Raijua yang membutuhkan kebersamaan, saling menghargai dan kepedulian antarsesama.
“Nilai-nilai tersebut sangat relevan untuk kita terapkan dalam kehidupan bermasyarakat saat ini, yaitu bagaimana kita membangun kebersamaan, saling menghargai, dan hadir memberikan manfaat bagi sesama,” ujar Bupati.
Bupati Krisman juga mengungkapkan pengalaman masa kecilnya yang membuatnya mengenal logo Nahdlatul Ulama. Saat masih kecil di Kota Kupang, ia tinggal di kawasan pesisir yang banyak dihuni masyarakat nelayan asal Buton. Di rumah-rumah warga tersebut, ia kerap melihat logo NU yang dipajang dalam bingkai di ruang tamu.
“Waktu masih kecil saya tidak paham ini NU apa. Saya hanya melihat logonya. Setelah besar baru saya paham bahwa ini adalah lembaga keagamaan,” ungkapnya.
Seiring waktu, Bupati mengaku semakin memahami peran NU, termasuk kontribusinya dalam menjaga persatuan dan kerukunan bangsa. Ia kemudian mengenang sosok Riyanto, anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) yang gugur saat berupaya menyelamatkan jemaat dalam peristiwa ledakan bom di Gereja Eben Haezer Mojokerto pada malam Natal tahun 2000.
Bagi Bupati, pengorbanan tersebut menjadi salah satu gambaran nyata tentang semangat pengabdian dan komitmen dalam menjaga kerukunan antarumat beragama.
“Ini adalah bentuk pengabdian seorang Nahdlatul Ulama dalam menjaga kerukunan. Karena itu, NU tentu mempunyai peran yang sangat baik sampai dengan saat ini,” tegasnya.
Bupati menilai peran NU semakin penting dalam pembangunan daerah, terutama dalam membangun kesadaran masyarakat dan memperkuat partisipasi dalam berbagai program pemerintah. Ia menegaskan, pembangunan Kabupaten Sabu Raijua tidak dapat dilakukan hanya oleh pemerintah. Dibutuhkan kolaborasi dengan seluruh komponen masyarakat, termasuk organisasi keagamaan seperti Nahdlatul Ulama.
“Di dalam membangun daerah ini perlu kolaborasi antara pemerintah dan kelompok-kelompok keagamaan, dalam hal ini Nahdlatul Ulama. Kita bersyukur jalinan kerja sama dan koordinasi dengan pemerintah terjaga dengan baik sampai saat ini,” katanya.
Bupati berharap sinergi tersebut terus diperkuat ke depan. NU diharapkan dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyampaikan informasi positif serta menginformasikan berbagai program pembangunan kepada umat dan masyarakat.
“Pemerintah memerlukan Nahdlatul Ulama sebagai corong untuk mendukung dan menginformasikan apa yang menjadi program-program pemerintah di lingkup Nahdlatul Ulama. Kerja sama ini diharapkan semakin diperkuat,” ujarnya.
Menurut Bupati, dukungan tokoh agama dan organisasi keagamaan memiliki kekuatan besar dalam membangun kesadaran masyarakat sehingga program pemerintah dapat berjalan dan manfaatnya dirasakan secara luas.
Lebih jauh, Bupati juga menyoroti kontribusi kader-kader NU yang telah mengambil bagian dalam pemerintahan Kabupaten Sabu Raijua. Salah satunya adalah Fauzi yang saat ini dipercaya sebagai salah satu kepala perangkat daerah sekaligus Pelaksana Tugas (Plt.) di Bappeda.
Menurutnya, Bappeda memiliki posisi strategis dalam merancang berbagai program pembangunan daerah agar dapat dieksekusi secara baik.
“Ini adalah bentuk kontribusi nyata juga dari NU di dalam pemerintahan di Kabupaten Sabu Raijua,” ungkap Bupati.
Bupati Krisman menegaskan, hubungan baik antara pemerintah dan NU harus terus dijaga dan diperkuat. Pemerintah membutuhkan dukungan organisasi keagamaan, sementara organisasi keagamaan juga membutuhkan pemerintah dalam menjalankan peran pelayanan kepada masyarakat.
“Kita saling menjaga. Nahdlatul Ulama menjaga pemerintah dan pemerintah juga menjaga Nahdlatul Ulama untuk sama-sama membangun Kabupaten Sabu Raijua yang semakin maju, berkembang dan sejahtera di masa yang akan datang,” pungkasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Krisman juga menyampaikan apresiasi kepada PCNU Kabupaten Sabu Raijua atas penyelenggaraan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus ucapan selamat atas terpilihnya kepemimpinan baru Nahdlatul Ulama di tingkat nasional, yakni KH Miftahul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU dan KH Abdul Hakim Mahfudz sebagai Ketua Umum PBNU periode 2026–2031.
Ia berharap kepemimpinan baru PBNU dapat menjalankan amanah dengan penuh keikhlasan, kebijaksanaan dan tanggung jawab serta terus membawa NU memberikan kontribusi nyata bagi umat, masyarakat, bangsa dan negara.