Popular Posts

WhatsApp Image 2026 09 27 at 00.41.28

TEMU ALUMNI PASTIJA NTT: PERJUMPAAN ADALAH MAHKOTA DARI KASIH

Kupang,FKKNews — Persekutuan Alumni Sekolah Tinggi Filsafat Teologi Jakarta (PASTIJA) NTT menggelar kegiatan Temu Alumni pada Sabtu, 26 September 2026, sebagai bagian dari rangkaian menyongsong HUT ke-92 STFT Jakarta.
Kegiatan yang berlangsung secara internal dan bersahaja ini diikuti oleh 20 orang alumni dari berbagai angkatan. Pertemuan tersebut menjadi ruang untuk mempererat kembali tali persaudaraan, mempertemukan para alumni lintas generasi, serta menghidupkan semangat kebersamaan dalam persekutuan alumni STFT Jakarta.
Kegiatan ini merupakan agenda kedua PASTIJA setelah sebelumnya menyelenggarakan webinar dengan tema “Gereja dan Negara.” Jika webinar menjadi ruang untuk memperbincangkan persoalan gereja dan kehidupan berbangsa, maka temu alumni kali ini menjadi ruang untuk kembali merawat relasi, persahabatan, dan persaudaraan di antara para alumni.

Penanaman Pohon Sawo sebagai Simbol Kehidupan

Salah satu kegiatan utama dalam temu alumni adalah penanaman pohon sawo. Pohon sawo dipilih sebagai simbol kehidupan dan kemanusiaan yang bertumbuh dan menghasilkan buah.
Kegiatan Temu Alumni PASTIJA NTT dibuka oleh Ketua PASTIJA NTT dan dilanjutkan dengan penanaman pohon tersebut yang dilakukan bersama oleh Ketua PASTIJA NTT, Desiana Rondo Effendy M.Th., Ketua Panitia Pelaksana Temu Alumni, Russal Neonufa, Pdt. Jeni Misa, Tony Fanggidae, Hany Laa, Dani Patinaya, serta badan pengurus yang hadir dan sahabat PASTIJA.
Kegiatan ini sekaligus menjadi tanda syukur atas perjalanan panjang STFT Jakarta selama 92 tahun. Pohon yang ditanam menjadi simbol bahwa 92 tahun perjalanan STFT Jakarta telah menghasilkan buah-buah yang berdampak bagi gereja, masyarakat, dan kehidupan bersama. Para alumni yang tersebar dalam berbagai bidang pelayanan dipanggil untuk terus menghadirkan kehidupan yang berbuah dan menjadi berkat.
Karena itu, pohon sawo yang ditanam hari ini bukan sekadar pohon yang akan bertumbuh di tanah. Ia menjadi simbol doa dan harapan: semoga persaudaraan para alumni juga terus bertumbuh, berakar kuat, menghasilkan buah, dan menjadi berkat bagi gereja serta masyarakat.

Perjumpaan adalah Mahkota Kasih

Dalam kegiatan tersebut, Pdt. Emeritus Abe Poli menyampaikan sebuah pesan sederhana namun mendalam:
“Perjumpaan adalah mahkota dari kasih.”
Pesan ini menjadi salah satu napas utama dalam pertemuan alumni. Sebab kasih tidak cukup hanya dibicarakan. Kasih membutuhkan kehadiran, membutuhkan waktu, membutuhkan kerelaan untuk datang dan berjumpa.
Hal senada disampaikan Ketua PASTIJA NTT, Desiana, yang mengatakan bahwa perjumpaan adalah sesuatu yang sangat mahal. Untuk dapat berjumpa, seseorang membutuhkan pengorbanan waktu, tenaga, perhatian, bahkan terkadang harus menempuh jarak yang jauh. Namun, pengorbanan itu tidak sia-sia ketika sebuah perjumpaan menghasilkan kasih dan kembali memperkuat persaudaraan.
“Perjumpaan itu sangat mahal. Kita membutuhkan pengorbanan untuk dapat berjumpa. Tetapi dari perjumpaan itu lahir kasih, persahabatan, dan kekuatan untuk terus berjalan bersama,” demikian pesan yang disampaikan Desiana.

Merajut Persaudaraan Lintas Generasi

Temu alumni ini juga menjadi ruang untuk mempertemukan angkatan yang sangat senior dengan generasi alumni yang lebih muda. Perbedaan usia dan generasi tidak menjadi sekat, tetapi menjadi kekayaan yang saling melengkapi. Para alumni senior membawa pengalaman panjang dalam pelayanan dan kehidupan, sementara generasi yang lebih muda membawa energi serta harapan bagi masa depan. Semuanya dipertemukan dalam satu ikatan: persaudaraan sebagai keluarga besar alumni STFT Jakarta.
Dalam semangat tersebut, PASTIJA NTT berharap pertemuan lintas angkatan tidak berhenti sebagai sebuah kegiatan sesaat, tetapi dapat menjadi tradisi yang terus hidup dan berlangsung dari waktu ke waktu. Pertemuan juga diharapkan tidak hanya berlangsung di satu tempat, tetapi dilanjutkan dengan semangat untuk mengunjungi para sahabat Kristus yang sedang menjalankan tugas pelayanan, termasuk mereka yang telah memasuki usia indah dan membutuhkan perhatian serta sapaan persaudaraan.
Sebab persekutuan alumni bukan hanya tentang mengenang masa lalu ketika pernah belajar bersama di STFT Jakarta. Lebih dari itu, persekutuan adalah cara untuk terus menghadirkan kasih dalam perjalanan hidup dan pelayanan masing-masing. STFT Jakarta telah menjadi bagian penting yang menolong para alumninya melihat arti kebersamaan, persekutuan, pelayanan, dan tanggung jawab untuk menghadirkan kehidupan yang berbuah.
Dalam suasana sederhana, penuh keakraban dan sukacita, para alumni kembali menemukan makna bahwa setelah perjalanan panjang, yang paling berharga bukan hanya apa yang telah dicapai, tetapi siapa yang tetap berjalan bersama.
Dan pada akhirnya, perjumpaan hari ini kembali mengingatkan:
  • Perjumpaan adalah mahkota dari kasih.
  • Kasih membuat kita datang.
  • Perjumpaan membuat kita kembali menjadi saudara.
  • Dan persaudaraan membuat kehidupan terus berbuah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *