1
1
Kupang, FKKNews.com – Wakil Ketua Komisi V DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Winston Rondo, menyerap aspirasi kelompok tani di Desa Oesao dan Desa Pokdale, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Senin (26/10/2026).
Dalam pertemuan tersebut, perwakilan kelompok tani, Yusri Lada, menyampaikan sejumlah persoalan yang dihadapi petani, terutama keterbatasan air untuk musim tanam kedua (MT2), belum terealisasinya pembangunan sumur bor melalui program CSR Cetak Sawah Baru, serta kesulitan memperoleh benih dan bahan bakar minyak (BBM).
Ia menjelaskan bahwa keterbatasan debit air menjadi salah satu kendala utama yang dihadapi petani. Pasokan air yang tidak mencukupi menyebabkan sejumlah wilayah mengalami gagal panen, sementara sebagian petani lainnya tidak memperoleh hasil produksi secara maksimal.
Kondisi tersebut membuat petani berharap adanya perhatian pemerintah untuk menjamin ketersediaan air bagi lahan pertanian, terutama dalam menghadapi MT2 yang membutuhkan dukungan pengairan memadai.
Selain persoalan air, petani Desa Pokdale juga mempertanyakan realisasi pembangunan sumur bor melalui program CSR Cetak Sawah Baru. Menurut aspirasi yang disampaikan, fasilitas tersebut sebelumnya dijanjikan oleh petugas lapangan, tetapi hingga kini belum terealisasi.
Ia meminta agar pemerintah dan instansi terkait mengecek kembali pelaksanaan program tersebut sehingga terdapat kejelasan mengenai realisasi pembangunan sumur bor yang diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan air persawahan.
Persoalan lainnya adalah sulitnya memperoleh benih dengan umur panen sekitar dua bulan. Stok benih yang tersedia di toko-toko pertanian sekitar Kecamatan Kupang Timur umumnya memiliki umur panen lebih dari dua bulan sehingga tidak sesuai dengan kebutuhan petani untuk MT2.
Ia turut mengeluhkan kesulitan memperoleh BBM di SPBU terdekat akibat antrean panjang dan sulitnya mendapatkan nomor antrean. Kondisi tersebut dinilai menghambat pemenuhan kebutuhan bahan bakar untuk menunjang aktivitas pertanian.
Selain itu, kelompok tani meminta dukungan pengadaan bibit berbagai komoditas, seperti bawang dan tanaman lainnya, serta obat-obatan pertanian untuk mendukung kegiatan budidaya.
Dalam pertemuan reses tersebut, bantuan obat rumput telah diberikan kepada petani guna membantu persiapan penanaman pada musim tanam tahun ini.
Berbagai aspirasi yang disampaikan kelompok tani Nema Tani dan Tunas Muda diharapkan dapat menjadi perhatian pemerintah dan instansi terkait, khususnya dalam memastikan ketersediaan air, menindaklanjuti pembangunan sumur bor, serta memenuhi kebutuhan sarana produksi pertanian.
Ia berharap persoalan tersebut mendapat tindak lanjut agar kegiatan pertanian di Desa Oesao dan Desa Pokdale dapat berjalan lebih baik, risiko gagal panen berkurang, dan produktivitas hasil pertanian meningkat.(FKK02)