Kupang, FKKNews.com – Momentum Dies Natalis ke-64 dimanfaatkan DPD GAMKI NTT untuk melangkah lebih jauh dari sekadar refleksi organisasi. Bertempat di GMIT Moria Liliba, Klasis Kota Kupang Timur, Kamis (23/4/2026), GAMKI NTT resmi meluncurkan program Sekolah Event Organizer (EO) sebagai instrumen strategis mendorong kemandirian ekonomi kreatif pemuda.
Program ini bukan sekadar pelatihan, tetapi dirancang sebagai ruang lahirnya talenta baru di industri event yang selama ini memiliki potensi besar, namun belum tergarap maksimal di Nusa Tenggara Timur.
Inisiatif ini digagas oleh Wakil Ketua DPD GAMKI NTT Ivan Rondo yang juga praktisi industri event nasional dengan pengalaman lebih dari dua dekade dan rekam jejak menangani lebih dari 100 panggung profesional. Sebagai pemilik PT Anpro Timorindo dan Founder NTTnesia Communication, ia melihat sektor event sebagai kekuatan ekonomi yang sering diremehkan.
“Event bukan sekadar hiburan. Ia adalah ruang produktif yang bisa menciptakan lapangan kerja, menarik investasi, bahkan meningkatkan PAD jika dikelola dengan alur kerja yang benar,” tegas Ivan.
Ia menilai, selama ini potensi anak muda NTT belum bertemu dengan sistem pembelajaran yang tepat. Padahal, di era ekonomi kreator, kemampuan menciptakan event bukan lagi pilihan tambahan, tetapi peluang utama.
“Kita tidak boleh hanya jadi penonton. Anak muda NTT harus mampu menciptakan panggungnya sendiri. Karena panggung tidak pernah diberikan panggung itu diciptakan,” lanjutnya.
Program Sekolah EO ini dirancang berbasis praktik, bukan teori semata. Peserta akan langsung dibekali keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri modern, mulai dari perencanaan konsep event, manajemen produksi, pengelolaan anggaran, strategi komunikasi digital, hingga pemanfaatan teknologi seperti AI sebagai alat pendukung.
Pendekatan ini diharapkan mampu menjawab tantangan nyata di lapangan, sekaligus membuka akses bagi pemuda untuk masuk ke industri kreatif secara profesional.
Ketua DPD GAMKI NTT, Winston Rondo dalam keterangannya menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari transformasi gerakan GAMKI, dari sekadar organisasi kepemudaan menjadi motor penggerak ekonomi berbasis kreativitas.
Program ini juga diposisikan sebagai ruang kolaborasi yang menghubungkan pemuda dengan berbagai pihak, mulai dari komunitas kreatif, pemerintah daerah, hingga sektor swasta.
Lebih jauh, Sekolah EO diharapkan tidak hanya melahirkan event-event berkualitas, tetapi juga memperkuat identitas budaya lokal dalam setiap karya yang dihasilkan, menjadikan NTT bukan hanya sebagai lokasi kegiatan, tetapi sebagai pusat kreativitas yang bernilai ekonomi.
Peluncuran ini menjadi titik awal pembangunan ekosistem industri event di NTT. Targetnya jelas, mencetak talenta profesional, membuka peluang kerja, dan menjadikan ekonomi kreatif sebagai salah satu tulang punggung pertumbuhan daerah.

















































