Beranda Kab. Kupang GAMKI Kabupaten Kupang Canangkan Gerakan Tenun, Dorong Pelestarian Budaya dan Kesejahteraan Penenun

GAMKI Kabupaten Kupang Canangkan Gerakan Tenun, Dorong Pelestarian Budaya dan Kesejahteraan Penenun

45

Oelamasi, FKKNews.com – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Kabupaten Kupang mencanangkan Gerakan Tenun Kabupaten Kupang sebagai langkah nyata menjaga dan melestarikan tradisi tenun ikat yang menjadi warisan budaya masyarakat setempat.

Gerakan yang digagas melalui Bidang Ekonomi Kreatif DPC GAMKI Kabupaten Kupang ini bertujuan memperkuat keberadaan para penenun di desa-desa sekaligus mendorong generasi muda untuk kembali mencintai dan melanjutkan tradisi menenun yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Sekretaris Bidang Ekonomi Kreatif DPC GAMKI Kabupaten Kupang, Yusri Lada, menjelaskan bahwa gerakan ini lahir dari kesadaran bahwa tradisi tenun ikat kini menghadapi tantangan serius di tengah arus modernisasi.

Menurutnya, semakin sedikit generasi muda yang melanjutkan keterampilan menenun, padahal tenun merupakan bagian penting dari identitas budaya masyarakat Kabupaten Kupang.

“Melalui Gerakan Tenun Kabupaten Kupang, kami ingin mendata, memperkuat, dan mendampingi kelompok-kelompok penenun di desa-desa. Tenun tidak hanya sekadar tradisi budaya, tetapi juga identitas daerah sekaligus kekuatan ekonomi kreatif masyarakat,” ujar Yusri pada Rabu (11/3/2026).

Ia menambahkan bahwa GAMKI Kabupaten Kupang ingin hadir sebagai barisan penjaga warisan budaya, dengan memastikan para penenun tetap mendapatkan ruang untuk berkarya serta dukungan agar tradisi tersebut terus diwariskan kepada generasi berikutnya.

Sementara itu, Sekretaris DPC GAMKI Kabupaten Kupang, Edo Kaesmetan, menyampaikan bahwa gerakan tenun ini juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan menyongsong Dies Natalis GAMKI yang jatuh pada 23 April mendatang.

Menurutnya, penguatan sektor ekonomi kreatif, khususnya tenun ikat, menjadi salah satu program prioritas organisasi dalam mendukung pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Kupang.

“Gerakan tenun ini tidak hanya berkaitan dengan pelestarian budaya, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam mengembangkan ekonomi kreatif masyarakat. Kami berharap gerakan ini dapat mendorong lahirnya generasi penenun baru sekaligus meningkatkan kesejahteraan para penenun di daerah,” jelas Edo.

Melalui Gerakan Tenun Kabupaten Kupang, DPC GAMKI Kabupaten Kupang berharap tradisi tenun ikat tidak hanya tetap hidup, tetapi juga semakin dikenal sebagai identitas budaya daerah yang memiliki nilai ekonomi dan menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Kupang.

Artikulli paraprakGAMKI NTT dan Klasis AOT Latih Ibu-Ibu GMIT Olah Buah Lokal Jadi Bubur Buah dan Es Krim
Artikulli tjetërGAMKI TTU dan GMKI Kefamenanu Luncurkan Rumah Bibit Bersama, Siap Produksi Anakan Alpukat, Kemiri hingga Jambu Mete

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini