1
1
Fatuleu Tengah, FKKNews.com – Demam bola voli kembali menyala di Kabupaten Kupang. Sebanyak 43 tim voli dari berbagai wilayah di Kabupaten Kupang dipastikan ambil bagian dalam Turnamen Bola Voli Bintang Mercy Cup II Tahun 2026 yang digelar DPC Partai Demokrat Kabupaten Kupang di Lapangan SD GMIT Naifalo, Kecamatan Fatuleu Tengah.
Jumlah peserta tahun ini melonjak tajam. Dari total 43 tim yang telah mendaftar, terdapat 36 tim putra dan 7 tim putri. Angka tersebut meningkat signifikan dibandingkan penyelenggaraan Bintang Mercy Cup edisi pertama yang diikuti 26 tim.
Lonjakan dari 26 menjadi 43 tim menjadi gambaran besarnya antusiasme masyarakat terhadap turnamen ini. Bintang Mercy Cup perlahan tumbuh menjadi salah satu turnamen voli antarkampung paling semarak di Kabupaten Kupang, sekaligus ruang perjumpaan atlet, klub, anak-anak muda dan masyarakat pencinta voli dari berbagai wilayah.
Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Kupang, Winston Rondo, mengatakan besarnya partisipasi tahun ini bahkan melampaui perkiraan awal panitia.
«“Kami sangat gembira. Tahun lalu 26 tim, sekarang menjadi 43 tim. Bagi kami, angka ini bukan sekadar jumlah peserta. Ada 43 tim yang datang membawa pemain, keluarga, pendukung, semangat kampung dan tentu saja mimpi anak-anak muda untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka,” kata Winston.»
Menurutnya, kemeriahan turnamen voli di kampung-kampung menunjukkan bahwa bola voli memiliki akar sosial yang sangat kuat di Kabupaten Kupang.
“Di banyak kampung, lapangan voli adalah ruang perjumpaan masyarakat. Sore hari orang muda bermain, anak-anak menonton, orang tua datang memberi dukungan. Karena itu turnamen seperti Bintang Mercy Cup bukan hanya pertandingan mencari juara, tetapi juga pesta olahraga rakyat,” ujarnya.
Tim Datang dari Penjuru Kabupaten Kupang
Bintang Mercy Cup II semakin menarik karena peserta tidak hanya berasal dari sekitar lokasi pertandingan di Fatuleu Tengah. Tim-tim datang dari berbagai wilayah Kabupaten Kupang dengan membawa pemain-pemain muda potensial serta dukungan masyarakatnya masing-masing.
Panitia menilai tingginya partisipasi tersebut menjadi modal penting untuk menjadikan Bintang Mercy Cup sebagai agenda olahraga tahunan yang semakin berkualitas.
DPC Partai Demokrat Kabupaten Kupang juga berharap turnamen ini dapat menjadi salah satu ruang untuk menemukan dan mengembangkan talenta-talenta voli dari desa dan kampung.
“Talenta olahraga tidak selalu lahir dari gedung olahraga yang besar. Banyak pemain hebat justru tumbuh dari lapangan sederhana di desa. Yang mereka perlukan adalah kompetisi, jam terbang dan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan,” kata Winston.
Menurutnya, semangat utama Bintang Mercy Cup adalah membuka ruang kompetisi seluas mungkin bagi masyarakat sekaligus membangun tradisi pertandingan yang sehat, sportif dan menggembirakan.
Technical Meeting 1 September, Pertandingan Dimulai 3 September
Untuk memastikan turnamen dengan jumlah peserta yang besar berjalan tertib dan profesional, panitia akan menggelar technical meeting pada 1 September 2026 di Kantor Desa Nunsaen.
Technical meeting akan membahas sistem pertandingan, jadwal, ketentuan pemain, perangkat pertandingan serta berbagai aspek teknis lainnya.
Turnamen selanjutnya akan mulai digelar pada 3 September 2026 di Lapangan SD GMIT Naifalo, Kecamatan Fatuleu Tengah.
Dengan 43 tim yang bertanding, panitia memperkirakan suasana pertandingan akan berlangsung meriah sejak babak awal. Persaingan juga diprediksi semakin ketat karena masing-masing tim telah melakukan persiapan untuk membawa pulang prestasi dan kebanggaan bagi klub maupun kampungnya.
Bintang Mercy Cup II menyediakan Piala Bergilir, Piala Tetap, piagam penghargaan serta bonus hadiah bagi para pemenang.
Dari Kampung, Voli Kabupaten Kupang Bertumbuh
DPC Partai Demokrat Kabupaten Kupang menegaskan bahwa penyelenggaraan turnamen ini bukan semata-mata kegiatan seremonial, melainkan bagian dari upaya menyediakan ruang positif bagi anak muda sekaligus mendorong pembinaan olahraga berbasis masyarakat.
“Kalau kita ingin voli Kabupaten Kupang maju, kompetisi harus hidup sampai ke kampung-kampung. Dari lapangan seperti inilah kita bisa menemukan pemain berbakat. Hari ini mereka membela kampung dan klubnya, tetapi bukan tidak mungkin suatu saat mereka membela Kabupaten Kupang bahkan NTT,” ujar Winston.
Ia juga mengajak seluruh peserta, suporter dan masyarakat menjaga Bintang Mercy Cup II sebagai pesta olahraga yang menjunjung tinggi sportivitas dan persaudaraan.
“Kita boleh datang dari kampung yang berbeda, memakai kostum yang berbeda dan bertarung keras di lapangan. Tetapi setelah peluit panjang berbunyi, kita tetap satu keluarga besar Kabupaten Kupang. Biarkan voli mempertemukan kita, bukan memisahkan kita,” pungkasnya.
Dengan 43 tim dari berbagai penjuru Kabupaten Kupang, Bintang Mercy Cup II bukan hanya menjanjikan persaingan yang sengit. Turnamen ini sekaligus memperlihatkan satu kenyataan: voli hidup dan bertumbuh kuat dari kampung-kampung Kabupaten Kupang.