Kupang, FKKNews.com – Rasa syukur dan haru disampaikan warga Kelurahan Belo, Kota Kupang, atas gerak cepat Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, yang turun langsung menemui korban bencana angin kencang kurang dari 24 jam setelah peristiwa terjadi.
Dalam kunjungan ke RT 02 RW 08 Kelurahan Belo, Sabtu (24/1), Wali Kota Kupang hadir membawa bantuan sekaligus memastikan penanganan medis bagi warga yang terluka, termasuk memfasilitasi pengurusan BPJS Kesehatan bagi korban yang belum memiliki jaminan kesehatan.
Bencana angin kencang yang terjadi pada tengah malam sebelumnya mengakibatkan kerusakan pada puluhan rumah warga dan satu rumah ibadah, Gereja GMIT Yegar Sahaduta Belo. Sejumlah warga juga mengalami luka akibat seng dan material bangunan yang beterbangan, bahkan beberapa harus menjalani perawatan di rumah sakit.
Roy Tosi, salah satu warga sekaligus orang tua dari korban luka, Stefanus Kase, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan respons cepat Pemerintah Kota Kupang.
“Kami benar-benar bersyukur. Bapak Wali Kota datang sendiri, lihat langsung kondisi kami, bahkan urus BPJS untuk anak kami yang dirawat. Ini sangat membantu kami sebagai warga kecil,” ujar Roy dengan suara bergetar saat ditemui di RS Boromeus Kupang.
Hal senada disampaikan Ibu Olpi Tameon, warga yang mengalami patah kaki akibat tertimpa material bangunan. Ia mengaku terharu karena Wali Kota Kupang datang langsung ke rumahnya untuk memastikan kondisinya.
“Saya tidak sangka Wali Kota bisa datang sendiri ke rumah. Kami merasa diperhatikan. Terima kasih karena sudah peduli dan tidak biarkan kami hadapi ini sendiri,” ungkapnya.
Dalam keterangannya kepada warga dan awak media, Wali Kota Kupang menegaskan bahwa kehadiran pemerintah di tengah bencana merupakan tanggung jawab moral dan wujud nyata kepemimpinan yang berpihak pada rakyat.
“Pemerintah harus hadir bersama warga, apalagi saat musibah. Rumah yang rusak, korban luka, semuanya akan kami data dan tangani. Warga tidak boleh dibiarkan sendirian,” tegas dr. Christian Widodo.
Sebagai langkah darurat, Pemerintah Kota Kupang melalui BPBD dan Dinas Sosial telah menyalurkan bantuan kebutuhan dasar berupa beras, mie instan, dan terpal. Bahkan, Wali Kota secara terbuka menawarkan rumah jabatan sebagai tempat tinggal sementara bagi warga yang rumahnya rusak berat dan tidak memiliki tempat mengungsi.
Perhatian khusus juga diberikan kepada Gereja GMIT Yegar Sahaduta Belo yang mengalami kerusakan cukup serius. Wali Kota memastikan pemerintah akan membantu perbaikan meskipun secara regulasi bantuan keagamaan memiliki ketentuan waktu tertentu.
“Ini kondisi force majeure. Pemerintah tidak boleh kaku. Gereja ini harus segera diperbaiki agar jemaat bisa kembali beribadah dengan aman,” ujarnya.
Lurah Belo, Robinson Emlimasir Lona, SH, menjelaskan bahwa data awal mencatat 35 rumah warga terdampak. Namun berdasarkan laporan lanjutan, jumlah tersebut bertambah menjadi 45 rumah.
“Kami bersama tim akan segera melakukan verifikasi lanjutan agar seluruh warga terdampak bisa mendapat bantuan secara adil,” jelasnya.
Kehadiran langsung Wali Kota Kupang di lokasi bencana dan rumah sakit meninggalkan kesan mendalam bagi warga. Bagi mereka, gerak cepat dan kepedulian tersebut menjadi bukti nyata kepemimpinan muda yang hadir, bekerja, dan berdiri bersama rakyat di saat paling sulit. (PKP/FKK)






















































