Popular Posts

IMG 20260515 WA0001

Refleksi 1 Tahun Pelayanan, DPD GAMKI NTT Gelar Nobar dan Diskusi Film “Pesta Babi” Bersama Sejumlah Tokoh

Kupang, FKKNews.com – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Nusa Tenggara Timur menggelar doa syukur satu tahun pelayanan yang dirangkaikan dengan nonton bareng (nobar) dan diskusi film dokumenter Pesta Babi karya jurnalis Dandhy Laksono di Sekretariat DPD GAMKI NTT, Tofa Kupang, Kamis (14/5/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya aktivis senior Gusti Brewon, Komisioner KPID NTT Kekson Salukh, Akademisi UKAW Kupang Dr. Zet Malelak, Akademisi Undana sekaligus Ketua Bidang Politik DPD GAMKI NTT Yefta Sabaat, Jurnalis senior yang juga Dewan Penasihat DPD GAMKI NTT, Ana Dju Kana, Sekretaris DPD GAMKI NTT Amos Lafu, Koorwil VII PP GMKI Mikdon Hede Patu, bersama pengurus dan kader GAMKI NTT.

Kegiatan ini menjadi momentum reflektif bagi GAMKI NTT tepat satu tahun setelah dilantik oleh DPP GAMKI. Dalam satu tahun pelayanan tersebut, DPD GAMKI NTT bahkan berhasil meraih penghargaan sebagai DPD Berprestasi Nomor 1 Nasional dari DPP GAMKI.

Ketua DPD GAMKI NTT Winston Rondo dalam pengantarnya menyampaikan rasa syukur atas perjalanan pelayanan yang menurutnya bukan sekadar hasil kerja organisasi, tetapi juga karena penyertaan Tuhan.

“Satu tahun lalu kami dilantik. Setelah 365 hari, kami mendapat penghargaan GAMKI Award sebagai DPD Berprestasi Nomor 1 Nasional. Ini bukan karena satu dua orang, tapi karena kerja keras semua pengurus dan sahabat yang melayani dengan caranya masing-masing,” ujar Winston disambut tepuk tangan peserta.

Ia mengungkapkan, salah satu alasan DPD GAMKI NTT mendapat perhatian khusus dari DPP GAMKI karena mayoritas program yang dilakukan langsung menyentuh masyarakat.

“Ketika panel juri melihat laporan kegiatan dari seluruh DPD, mereka melihat GAMKI NTT punya 18 kegiatan dan hampir semuanya dilakukan di tengah masyarakat, bukan hanya rapat di ruangan,” katanya.

Selain sebagai refleksi pelayanan, Winston menegaskan nobar film Pesta Babi sengaja digelar sebagai ruang belajar kader agar lebih peka terhadap isu kemanusiaan dan persoalan rakyat.

“Kita tidak hanya bicara iman dan doa, tetapi juga harus serius bekerja dan hadir di tengah persoalan masyarakat. Film ini mengingatkan kita bahwa pembangunan harus memanusiakan manusia,” tegasnya.

Suasana diskusi berlangsung hangat dan kritis. Pengantar refleksi doa syukur dipimpin Wakil Ketua DPD GAMKI NTT Yomiani Radja yang mengajak seluruh kader memaknai satu tahun pelayanan sebagai perjalanan iman dan pengabdian.

Dalam refleksinya, Yomiani menyampaikan bahwa GAMKI NTT mungkin hanya berada di NTT, tetapi gaung pelayanannya telah menjangkau banyak orang melalui kerja-kerja nyata dan media sosial.

“Kita mungkin hanya di NTT, tapi pelayanan GAMKI sudah sampai ke banyak tempat. Semua ini bukan karena hebatnya kita, tetapi karena penyertaan Tuhan,” ungkapnya.

Kemudian dilanjutkan dengan diskusi yang dimoderasi oleh Ren Bonlae, akademisi UKAW Kupang Dr. Zet Malelak membedah film Pesta Babi dari perspektif teologi, hukum lingkungan, ekonomi, dan ketahanan pangan.

Menurutnya, pembangunan tidak boleh hanya mengejar pertumbuhan ekonomi tanpa memperhitungkan dampak sosial dan ekologis.

“Pembangunan selalu punya efek. Persoalannya, apakah dampak lingkungan dan kemanusiaannya sudah dihitung secara serius? Jangan sampai eksploitasi dilakukan berlebihan dan akhirnya menghancurkan ruang hidup masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mempertanyakan paradigma pembangunan pangan nasional yang terlalu bertumpu pada beras, sementara banyak masyarakat adat memiliki sistem pangan lokal sendiri yang justru terancam hilang.

Sementara itu, Yefta Sabaat menilai film Pesta Babi merupakan bentuk kebebasan berekspresi sekaligus kritik sosial yang sah dalam negara demokrasi.

“Film dokumenter seperti ini adalah medium untuk menyampaikan realitas dan suara masyarakat yang sering tidak terdengar. Kritik melalui karya seni dan jurnalistik dijamin oleh konstitusi,” tegasnya.

Menurut Yefta, perbedaan pandangan terhadap sebuah film seharusnya dijawab dengan diskusi dan dialog, bukan intimidasi atau pembubaran pemutaran film.

“Demokrasi tidak selesai di pemilu. Kritik melalui film adalah bagian dari partisipasi publik untuk mengawasi kebijakan negara,” katanya.

Senada dengan itu, Dewan Penasihat GAMKI sekaligus jurnalis senior Ana Dju Kana mengapresiasi keberanian DPD GAMKI NTT menggelar nobar di tengah maraknya intimidasi terhadap pemutaran film tersebut di sejumlah daerah.

“Saya justru melihat GAMKI mendahului banyak kelompok masyarakat sipil dalam membuka ruang diskusi ini. Film adalah karya jurnalistik dan karya seni yang sah. Tidak semua orang harus setuju, tetapi kebebasan berekspresi harus dihormati,” ujarnya.

Ana juga menegaskan bahwa kritik terhadap pemerintah bukan tindakan makar selama tidak mengandung ajakan kekerasan.

“Kalau ada pihak yang merasa dirugikan oleh karya jurnalistik atau film dokumenter, mekanismenya adalah hak jawab dan Dewan Pers, bukan pembubaran atau intimidasi,” tegasnya.

Diskusi tersebut juga menyoroti pentingnya keberpihakan terhadap Papua sebagai bagian dari nurani kebangsaan Indonesia. Para pembicara menilai pembangunan harus tetap menghormati masyarakat adat, tanah, budaya, dan ruang hidup masyarakat lokal.

Bagi GAMKI NTT, kegiatan tersebut bukan sekadar nobar film, tetapi ruang pembelajaran politik, kemanusiaan, dan kebangsaan bagi kader muda Kristen.

Menutup kegiatan, Winston Rondo kembali mengingatkan bahwa penghargaan nasional yang diterima GAMKI NTT bukan alasan untuk berpuas diri, tetapi menjadi tanggung jawab moral untuk terus hadir di tengah masyarakat.

“Pelayanan kita bukan hanya di altar gereja, tetapi juga di jalan, di pasar, dan di tengah penderitaan rakyat. Penghargaan ini adalah pengingat bahwa kita harus terus bekerja dan menjaga nurani kemanusiaan,” pungkasnya.

Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama dan makan malam kebersamaan bersama seluruh kader dan tamu undangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *