Popular Posts

IMG 20260318 WA0010

Winston Rondo: Pelatihan MC dan Multimedia Lahirkan Pelayan Gereja yang Kreatif dan Berdampak di Flores Barat

Ruteng, FKKNews.com – Ketua DPD GAMKI NTT, Winston Rondo, menegaskan bahwa pelatihan Master of Ceremony (MC) dan multimedia berbasis handphone bukan sekadar kegiatan teknis, melainkan bagian dari upaya membentuk pelayan gereja yang berkualitas, kreatif, dan berdampak di Klasis Flores Barat.

Hal ini disampaikannya saat membuka kegiatan pelatihan yang merupakan kolaborasi antara GAMKI NTT, DPC GAMKI Manggarai, dan Klasis Flores Barat, yang diikuti puluhan peserta dari berbagai gereja, Rabu (18/3/2026).

Menurut Winston, kehadiran GAMKI di Manggarai merupakan bentuk komitmen nyata untuk memperkuat kapasitas pemuda gereja melalui program yang relevan dengan perkembangan zaman, khususnya di bidang komunikasi dan teknologi.

“Ini bukan sekadar pelatihan teknis. Kita sedang membuka ruang pembentukan pelayan ibadah yang akan menuntun jemaat masuk dalam hadirat Tuhan,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa peran MC gereja bukan hanya soal kemampuan berbicara, tetapi menyangkut kepekaan dalam menjaga alur ibadah agar tetap tertib, hidup, dan bermakna bagi jemaat.

Dalam konteks perkembangan digital, Winston juga menyoroti pentingnya penguasaan multimedia berbasis handphone sebagai alat pelayanan baru yang efektif. Menurut Wakil Ketua Komisi V DPRD NTT ini, jika dimanfaatkan dengan baik, teknologi dapat menjadi sarana kesaksian, edukasi, dan penguatan iman jemaat.

“Di tangan yang tepat, HP bukan sekadar alat hiburan, tetapi bisa menjadi media pelayanan yang berdampak,” ujar mantan Ketua Pemuda Sinode GMIT ini.

Pendiri LSM CIS Timor ini juga mendorong kader GAMKI untuk terus mengembangkan diri, tidak hanya dalam aspek teologis, tetapi juga keterampilan praktis yang mendukung pelayanan gereja. Menurutnya, GAMKI harus menjadi wadah yang melahirkan pemimpin masa depan yang cakap secara intelektual dan teknis.

Mantan Ketua GMKI Cabang Kupang 1998-2000 ini optimis, dari puluhan peserta yang mengikuti pelatihan ini akan lahir penggerak-penggerak baru yang mampu menghidupkan pelayanan di jemaat masing-masing.

Ia pun mengajak seluruh peserta untuk mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab, karena kegiatan ini merupakan bagian dari proses membangun kualitas pelayanan gereja di masa depan.

“Dari tempat ini, kita sedang menyiapkan generasi pelayan gereja yang berdampak besar,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *