1
1
1
2
3
Kalabahi, FKKNews.com – Semangat pembentukan Calon Daerah Otonomi Baru Kabupaten Pantar kembali dikobarkan. Forum Akademisi Pantar (FAP) memfasilitasi rapat bersama para tokoh Pantar di Gedung Kampus Universitas Tribuana Kalabahi, Sabtu, 16 Mei 2026. Pertemuan ini menjadi ruang konsolidasi gagasan untuk menjaga nyala perjuangan DOB Pantar tetap hidup di tengah moratorium yang belum dibuka.
Yang menarik rapat kali ini mengusung Kerja-Kerja Pentaheliks Semua Elemen Bersatu Duduk Bersama: Sesepuh Pantar Tokoh Masyarakat Pantar 5 Kecamatan 44 Desa, Pemerintah Daerah, Kecamatan, Desa Anggota DPRD Depil Pantar, Pimpinan Partai Politik (Kabupaten/Provinsi/Pusat) Panitia DOB Panter Tokoh Agama/ Pemuda, Tokoh Perempuan Potensial, Organisasi Kemaryarakatan (Kampar) Forum Akademisi Pantar, Simpul Mahasiswa (IMP2, GEMPARTI) Masyarakat Se-Pantar Raya.
Rapat dihadiri oleh Ketua Panitia DOB Pantar Merianus Kaat, S.Pd.,MM, Mesak Blegur, S.Pi, Ketua DPP KAMPAR Stefanus Magang, Wakil Ketua DPP KAMPAR Apolos Well, Otniel K. Lily, Yosten Libing, Mantan Camat Pantar Tengah Agustinus B. Laa, S.Sos, Jamila Kou, Yeremia Wabang, S.Pd., M.Pd, Krinius Klaping, Ketua DPD Partai Golkar Alor Aksa Y. Blegur, Sekretaris DOB Pantar Moris Weni, S.Sos, Jhon Lily, Elton John Ina, Sofia Kamba, Dr. Mesak Y. Awang, Ketua Ikatan Mahasiswa Pulau Pantar (IMP2) Abraham Tung Lau, Ramadan Leing, Stinki L. Ena, Melki L. Puling Tang, S.Si., M.Mat, Junius M. Sau Sabu, J. R.A Dati, Eka P. Blegur, Wabang Bayang, Abraham L. Yame, S.Pd.,M.Pd, Therlince L. Mau, S.Pd yang juga menjabat sebagai Anggota Bawaslu Alor, Anton Saetban, S.Pd.,M.Pd, Wakil Rektor 1 Untrib, Yohanis Dua Lau, Efraim Lamma Koly, Erens Sau Sabu, Ketua Gerakan Mahasiswa Pantar Timur Sinta Olang, Ariato Bako, Kepala Desa Toang Habibi Maley dan undangan lainnya.
Suasana rapat berlangsung konstruktif. Satu per satu peserta menyampaikan pandangan dan komitmen mereka. Ketua dan Sekretaris Panitia DOB Pantar memaparkan sejarah panjang perjalanan panitia, mulai dari pembentukan hingga perjuangan mengantarkan proposal C-DOB Pantar ke pemerintah pusat.
Rapat yang dipimpin oleh Ketua Forum Akademisi Pantar, Rudi Lema Killa, S.H.,M.Kn, Dosen Fakultas Hukum UNTRIB dan Sekretaris Petrus Mau Tellu Dony, S.Pd.,M.Pd, Dosen PGSD, menegaskan bahwa meski moratorium belum dibuka, kerja akademik dan konsolidasi tidak boleh berhenti.
“Kami akademisi di kampus Untrib berpikir untuk menghidupkan terus wacana. Karena itu kita perlu membuat dialog publik di kampus, dan kami minta dukungan dari semua elemen, orang-orang muda Pantar yang ada di Pantar maupun di Kalabahi, untuk sama-sama mendukung DOB Pantar,” ujarnya. Rudi juga dikenal sebagai mantan Ketua DPC GAMKI Alor dan pengurus DPD GAMKI NTT saat ini.
Sebagai langkah konkret, Forum Akademisi Pantar akan menggelar Dialog Publik pada 10 Juni 2026 dengan tema “SINERGI PEMERINTAH, AKADEMIS, DAN MASYARAKAT DALAM MENDORONG PERCEPATAN PEMBENTUKAN DAERAH OTONOMI BARU (DOB) PANTAR MENUJU KEMANDIRIAN DAN PEMERATAAN PEMBANGUNAN”.
Dialog ini akan menghadirkan enam pemateri utama:
1. Bupati Alor: memaparkan kebijakan strategis pemerintah daerah dalam mendorong DOB Pantar
2. Anggota DPRD Dapil Pantar: menyampaikan komitmen dukungan politik dan anggaran daerah
3. Panitia DOB: mempresentasikan profil, kesiapan, dan aspirasi masyarakat Pantar
4. Rektor Universitas Tribuana Kalabahi: Dukungan Universitas Tribuana Terhadap Terbentuknya DOB Pantar
5. TIM Undana LEMLIT Variabel-Variabel (Syarat dan Indikator) Dalam Pemutakhiran Data DOB
6. Forum Akademisi Pantar (Dr Mesak Awang, SE.,MM: Analisis Akademik dan Kelayakan DOB Pantar
Tujuan dialog dirancang untuk memperkuat kajian akademik, dukungan politik, dan legitimasi publik terhadap usulan DOB Pantar. Secara khusus, forum ini akan mengkaji kesiapan wilayah Pantar berdasarkan 11 faktor dan 35 indikator teknis sesuai PP Nomor 78 Tahun 2007, menghimpun aspirasi dari pemerintah, akademisi, tokoh masyarakat, perempuan, mahasiswa, dan organisasi kemasyarakatan, serta membangun legitimasi sosial kolektif sebagai bagian dari proses demokrasi lokal.
Rapat ditutup dengan sesi foto bersama yang penuh nuansa kekeluargaan, menjadi simbol bahwa perjuangan DOB Pantar bukan kerja satu kelompok, melainkan gerakan bersama lintas generasi dan profesi.
Dengan semangat “dari kampus untuk rakyat”, Forum Akademisi Pantar menegaskan posisi kampus sebagai ruang berpikir kritis dan penggerak wacana publik. Bagi para tokoh yang hadir, DOB Pantar bukan sekadar pemekaran wilayah, melainkan jalan menuju kemandirian, pemerataan pembangunan, dan pelayanan publik yang lebih dekat bagi masyarakat Pantar. (FKK/Eka Blegur).