Mbay, FKKNews.com – Nagekeo tidak lagi punya kemewahan untuk berjalan pelan. Momentum pelantikan pengurus Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Kabupaten Nagekeo justru menjadi titik tekan untuk langsung bergerak cepat menghadapi agenda besar olahraga ke depan.
Ketua Umum Pengprov PBVSI NTT, Winston Neil Rondo, menegaskan bahwa pelantikan bukan ruang seremoni, melainkan garis start kerja nyata yang tidak boleh ditunda.
“Pelantikan bukan garis akhir, ini adalah garis start. Jangan tunggu sempurna untuk mulai. Mulailah, lalu perbaiki sambil berjalan,” tegas Winston.
Tongkat estafet kepemimpinan PBVSI Nagekeo resmi dipercayakan kepada Thomas Mega Maso sebagai Ketua Umum, didampingi Paskalis Uwa sebagai Sekretaris Umum dan Hironimus Milua sebagai Bendahara Umum.
Sebelum pelantikan digelar, Musyawarah Kabupaten (Muskab) telah lebih dulu menyuarakan harapan kuat dari masyarakat. Keterbatasan tidak boleh menjadi alasan berhenti. Voli, bagi masyarakat Nagekeo, bukan sekadar olahraga, tetapi sudah menjadi bagian dari kehidupan sosial.
Salah satu peserta Muskab, Hans Lado, menegaskan pentingnya menjaga eksistensi voli di tengah kondisi yang terbatas.
“Di tengah keterbatasan, kita harus cari cara agar voli tetap hidup. Ini olahraga rakyat kita,” ujarnya.
Pesan ini menjadi tekanan sekaligus energi bagi pengurus baru untuk segera bergerak dan menjawab harapan publik.
Ketua PBVSI Nagekeo, Thomas Mega Maso, langsung mengunci arah kepemimpinan dengan komitmen pada pembinaan yang lebih sistematis. Ia menegaskan bahwa kepercayaan yang diberikan tidak akan dijawab dengan retorika, tetapi dengan kerja nyata dan prestasi.
“Kami akan menjawab kepercayaan ini dengan prestasi. Fokus kami adalah pembinaan terorganisir melalui event yang berkelanjutan,” tegasnya.
Winston Rondo juga mengingatkan bahwa waktu menuju agenda besar olahraga sangat terbatas. Pengurus baru tidak memiliki ruang untuk berlama-lama beradaptasi, karena sejumlah agenda sudah menanti dalam waktu dekat, mulai dari sertifikasi pelatih di Ende pada Juni, turnamen Piala Kapolda pada Juli, hingga puncaknya PORPROV NTT pada November 2026.
Artinya, pengurus baru harus langsung bekerja dalam ritme kompetisi tanpa jeda.
Di tengah tekanan anggaran, pemerintah daerah tetap menunjukkan komitmen untuk mendukung pembinaan olahraga. Plh. Sekda Nagekeo, Imanuel Ndun, menegaskan bahwa voli tetap menjadi prioritas daerah karena kedekatannya dengan masyarakat.
“Kita tetap berupaya agar pembinaan berjalan. Voli adalah olahraga utama di Nagekeo yang harus kita dorong prestasinya,” ujarnya.
Pelantikan telah selesai, tetapi pekerjaan justru baru dimulai. Tidak ada ruang untuk menunda, tidak ada alasan untuk berjalan pelan. Target sudah jelas, waktu terus berjalan.
Kini, yang dibutuhkan adalah kerja cepat, konsisten, dan terarah.




















































