Popular Posts

IMG 20260525 WA0074

Substansi Kunjungan Wapres Jauh Lebih Penting Dari Pada Sekadar Sibuk Menilai Gambar: Berlebihan Jika Hanya Menghujat dari Tampak Visual

Kalabahi, FKKNews.com – Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) GMNI Kabupaten Alor, Louwen Kafolamau,.S.H, sebut di tengah derasnya arus media sosial, sebuah foto sering kali berbicara lebih keras daripada realitas itu sendiri, meski kadang kehilangan konteksnya. hal ini kembali terjadi ketika potongan gambar gubernur ntt yang terlihat memegang gawai di sela agenda bersama Wakil Presiden RI menjadi sorotan publik.

Menurutnya bagi sebagian netizen, gestur tersebut langsung ditafsirkan sebagai bentuk “kurang perhatian”. namun jika dilihat lebih jernih, penilaian sepintas itu bisa keliru.

Di era kerja modern, teknologi telah mengubah cara pemimpin menjalankan tugas. memegang ponsel di tengah rapat atau kunjungan kerja formal bukan lagi tanda abai. justru, gawai kini menjadi alat mencatat yang cepat, taktis, dan efisien.

“Bisa saja gubernur ntt menggunakan gawai tersebut justru untuk merekam poin-poin krusial, arahan langsung dari wapres, serta detail teknis pembangunan daerah yang tidak boleh terlewatkan,” ungkap Louwen Kafolamau, Ketua DPC GMNI Alor.

Menurutnya, menilai etos kerja seorang pemimpin hanya dari satu jepretan kamera tanpa memahami substansi aktivitasnya adalah kekeliruan. substansi, kata louwen, jauh lebih penting daripada sekadar gambar.

Ia mengajak publik untuk tidak terjebak pada perdebatan di ruang digital. yang perlu disoroti bersama adalah apa yang sedang diupayakan dari kehadiran wapres di bumi flobamora.

Kehadiran RI-2 di Nusa Tenggara Timur, lanjut louwen, membawa angin segar dan komitmen nyata bagi percepatan pembangunan daerah. sinergi pusat dan daerah yang terekam dalam kunjungan ini membuka harapan baru, mulai dari penguatan infrastruktur, pengentasan kemiskinan ekstrem, hingga pengembangan potensi lokal yang selama ini butuh perhatian dari jakarta.

“Bisa saja catatan digital di hp gubernur hari itu adalah komitmen kerja, sebuah rangkuman instruksi yang siap dieksekusi oleh jajaran pemerintah daerah demi mewujudkan harapan-harapan baru tersebut,” jelasnya.

Louwen menilai, ketika pemerintah pusat sudah memfokuskan perhatian dan mengulurkan tangan, respons cepat kepala daerah dalam mencatat dan mengawal momentum menjadi hal yang krusial.

“Mari kita sudahi perdebatan tentang gambar di ruang digital. kunjungan wapres dan kesiapan gubernur ntt dalam menyerap setiap arahan melahirkan optimisme baru yang jauh lebih besar dan berdampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan, apresiasi yang tinggi patut diberikan pada substansi pertemuan dan komitmen pembangunan ini. sebab, kemajuan NTT tidak diukur dari seberapa steril sebuah foto protokoler, melainkan dari seberapa tajam eksekusi kebijakan yang dilahirkan pasca-pertemuan tersebut. (FKK/Eka Blegur).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *