Popular Posts

IMG 20260605 WA00612 scaled

Duduk Satu Meja, Forum Akademisi Pantar Dukung Penuh Tim Undana: Studi Kelayakan DOB Kabupaten Pantar

Kalabahi, FKKNews.com – Suasana kekeluargaan terasa kental di Aula Kantor BPBD Kabupaten Alor, Jumat (05/06/2025). Di ruangan itu, Forum Akademisi Pantar duduk satu meja bersama Tim Peneliti Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang. Bukan sekadar rapat biasa, tapi pertemuan keluarga besar yang punya satu tujuan sama yakni mengawal lahirnya Kabupaten Pantar sebagai Daerah Otonomi Baru.

Pertemuan ini membahas dukungan nyata dari para akademisi asal Pantar terhadap penyusunan Studi Kelayakan DOB Kabupaten Pantar yang akan dilakukan Tim Undana. Karena mereka paham, pemekaran bukan sekadar garis di peta. Pemekaran itu soal pelayanan yang lebih dekat, pembangunan yang lebih merata, dan harapan masyarakat yang sudah lama dijaga.

Hadir langsung empat peneliti dari Undana, Dr. Ajis Salim Adang Djaha, M.Si, Dr. Laurensius Sayrani, M.PA, Dr. I Putu Yoga Bumi Pradana, M.Si, dan Dr. Hendrik Toda, M.Si. Dari Pantar, ada Ketua Forum Akademisi Pantar Rudi Lema Killa, S.H., M.Kn, perwakilan DPP KAMPAR Stefanus Magang dan Apolos Well, serta sejumlah anggota Forum Akademisi Pantar lainnya.

Ketua Forum Akademisi Pantar yang juga adalah Alumni Fakultas Hukum Undana, Rudi Lema Killa, membuka pertemuan dengan nada hangat.

“Kami Forum Akademisi Pantar bersama seluruh elemen masyarakat Pantar menyampaikan terima kasih dan dukungan penuh kepada Tim Peneliti Undana untuk melakukan kerja kerjanya, data dan informasi lapangan yang kurang atau dibutuhkan kami siap untuk membantunya, Ini bentuk perjuangan kami bersama orang orang tua pantar,” ujarnya.

Ketua Tim Penyusun Studi Kelayakan, Dr. Ajis Salim Adang Djaha, M.Si, menyambut dengan apresiasi. “Kami senang disambut seperti keluarga sendiri. Dukungan dari Forum Akademisi Pantar ini sangat berarti. Dengan kolaborasi akademisi, pemerintah, dan masyarakat, kami yakin studi kelayakan ini bisa berjalan baik dan menghasilkan data yang kuat untuk DOB Pantar,” katanya.

Obrolan mengalir santai tapi substansial. Ada tawa saat saling cerita kondisi Pantar, ada diskusi serius saat bicara 35 indikator teknis PP 78/2007. Tidak ada sekat “tim peneliti” dan “akademisi daerah”. Yang ada hanya semangat dari kampus untuk rakyat.

Pertemuan ditutup tanpa batas sekat. Semua berdiri, bersalaman, foto bersama. Senyum mereka jadi bukti bahwa perjuangan DOB Pantar bukan kerja satu kelompok. Ini gerakan lintas generasi dan profesi, diikat oleh cinta pada tanah Pantar.

Dengan semangat kolaborasi ini Forum Akademisi Pantar mengharapkan dukungan dari seluruh masyarakat yang ada di pulau pantar maupun masyarakat Pantar yang ada di Kalabahi maupun di luar Kabupaten Alor dan juga secara umum masyarakat Kabupaten Alor untuk bergandengan tangan mendukung Tim dalam melakukan penelitian ini agar memberikan hasil yang terbaik untuk Calon Daerah Otonomi Baru Kabupaten Pantar.

Terkait Komitmen Pemerintah Kabupaten Alor dibawah Pemerintahan Bupati, Iskandar Lakamau, SH, M.Si dan Wakil Bupati (Wabup), Rocky Winaryo, SH, MH untuk mendorong Percepatan pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Pantar terus dilakukan. Selain komitmen anggaran yang dialokasikan untuk perjuangan DOB Pantar ini, sebelumnya sudah ditindaklanjuti dengan kegiatan Penandatanganan Kerja Sama (PKS) antara Pemerintah Kabupaten Alor dan Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang untuk kegiatan studi kelayakan sebagai salah satu tahap dalam kegiatan tersebut.

Data yang dihimpun Media ini dari rilis Humas Pemkab Alor mewartakan, Wakil Bupati Alor didampingi Penjabat Sekretaris Daerah, Obeth Bolang, S.Sos, M.AP serta Asisten I Setda Kabupaten Alor, Ridwan Nampira melaksanakan penandatanganan perjanjian kerja sama terkait penyusunan Studi Kelayakan Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Pantar bersama Universitas Nusa Cendana di Kupang, pada Senin 20 April 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Alor menegaskan bahwa kolaborasi dengan pihak akademisi sangat diperlukan untuk memastikan proses pemekaran wilayah berjalan secara objektif dan sesuai regulasi. Kajian ini harus kuat secara data dan analisis, sehingga dapat menjadi dasar yang dapat dipertanggungjawabkan. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Rektor Universitas Nusa Cendana yang didampingi Wakil Rektor II, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, serta Ketua Tim Penyusun Studi Kelayakan. Kehadiran jajaran pimpinan universitas menunjukkan komitmen dalam mendukung penyusunan dokumen akademik yang berkualitas.

Dengan adanya kerja sama ini, Pemerintah Kabupaten Alor berharap hasil studi kelayakan dapat segera rampung dan menjadi landasan kuat dalam pengusulan pembentukan Kabupaten Pantar sebagai daerah otonomi baru, guna mendorong pemerataan pembangunan dan peningkatan pelayanan publik. (FKK/Eka Blegur).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *