Popular Posts

IMG 20260612 WA0008

Ende Bergetar, 83 Pelatih Flores Lembata ikut sertifikasi lisensi : ini era baru Voli NTT

Ende, FKKNews.com – Semangat kebangkitan bola voli Nusa Tenggara Timur semakin terasa. Sebanyak 83 pelatih bola voli dari sembilan kabupaten di Flores dan Lembata memadati Pondok Bina Ola Ngari, Kabupaten Ende (11Juni 2026), untuk mengikuti Pelatihan Pelatih Sertifikasi Lisensi Daerah PBVSI NTT Zona Flores-Lembata. Jumlah peserta yang hampir dua kali lipat dari target awal menjadi sinyal kuat bahwa gairah pembinaan dan peningkatan kualitas sumber daya pelatih di NTT sedang tumbuh pesat.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut secara resmi dibuka oleh Bupati Ende Yosef Benediktus Badeoda dan dihadiri oleh Ketua Umum Pengprov PBVSI NTT sekaligus Wakil Ketua Komisi V DPRD Provinsi NTT, Winston Rondo, Anggota DPRD Provinsi NTT Ambros Reda, unsur Forkopimda yang mewakili Kapolres Ende, Dandim Ende, dan Kajari Ende, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ende, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Ende, Ketua Umum PBVSI Kabupaten Ende Vinsen Sangu bersama jajaran pengurus, serta tim fasilitator nasional PBVSI NTT yang terdiri dari Umbu Martinus Mangi, Muhammad Sulur, Meky Tunliu, dan Opu Thomas.

Dalam sambutannya, Ketua Umum PBVSI Kabupaten Ende, Vinsen Sangu, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pengprov PBVSI NTT yang telah mempercayakan Kabupaten Ende sebagai tuan rumah pelaksanaan kegiatan.

Menurutnya, kepercayaan tersebut merupakan kehormatan bagi PBVSI Ende sekaligus motivasi untuk terus berkontribusi dalam pengembangan olahraga bola voli di Nusa Tenggara Timur.

“Kami menyampaikan selamat datang kepada seluruh peserta dari berbagai kabupaten di Flores dan Lembata. Semoga pelatihan ini menjadi ruang belajar bersama yang memperkuat kapasitas pelatih dan mempererat persaudaraan antarinsan bola voli NTT,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum Pengprov PBVSI NTT, Winston Rondo, menegaskan bahwa membludaknya jumlah peserta hingga mencapai 83 orang menunjukkan tingginya kesadaran daerah terhadap pentingnya peningkatan kualitas pelatih sebagai fondasi utama pembinaan prestasi.

“Awalnya kami hanya menyiapkan kuota sekitar 40 hingga 45 peserta. Namun antusiasme yang luar biasa dari Flores dan Lembata membuat jumlah peserta mencapai 83 orang. Ini menunjukkan bahwa daerah-daerah memiliki semangat yang kuat untuk membangun prestasi melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia olahraga,” tegas Winston.

Menurutnya, PBVSI NTT sedang membangun era baru pembinaan bola voli yang lebih profesional, terukur, dan berbasis kompetensi.

“Ke depan, seluruh pelatih yang terlibat dalam kompetisi resmi PBVSI harus memiliki lisensi. Kita ingin memastikan bahwa pembinaan atlet di semua tingkatan dilakukan oleh pelatih yang memiliki standar pengetahuan dan keterampilan yang memadai. Pelatih yang berkualitas akan melahirkan atlet yang berkualitas,” katanya.

Winston juga menegaskan bahwa penguatan kapasitas pelatih merupakan bagian dari strategi besar PBVSI NTT dalam menyiapkan ekosistem pembinaan menuju berbagai agenda nasional, termasuk menyongsong PON 2028, di mana Nusa Tenggara Timur akan menjadi salah satu tuan rumah.

Bupati Ende Yosef Benediktus Badeoda dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut dan berharap pelatihan ini menjadi momentum penting bagi kebangkitan prestasi bola voli di Nusa Tenggara Timur.

Menurut Bupati, investasi terbesar dalam olahraga bukan hanya membangun sarana dan prasarana, tetapi juga membangun kualitas manusia yang mengelolanya, termasuk para pelatih.

“Saya berharap seluruh peserta mengikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh. Manfaatkan kesempatan ini untuk memperoleh lisensi, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, sehingga mampu melahirkan atlet-atlet yang berprestasi dan mengharumkan nama daerah masing-masing serta NTT di tingkat yang lebih tinggi,” ujar Bupati saat membuka kegiatan secara resmi.

Selama tiga hari pelaksanaan, para peserta akan mendapatkan materi teori kepelatihan modern, metodologi latihan, teknik dan taktik permainan, manajemen tim, hingga praktik lapangan yang dipandu langsung oleh fasilitator nasional PBVSI NTT, yakni Martinus Mangngi, Muhammad Sulur, Meky Tunliu, dan Opu Thomas.

Tingginya animo peserta menjadi optimisme baru bagi masa depan bola voli Nusa Tenggara Timur. Dari Kota Ende, kota yang dikenal sebagai tempat Bung Karno merumuskan berbagai gagasan besar tentang persatuan dan kebangsaan, PBVSI NTT berharap lahir fondasi baru pembinaan bola voli yang lebih kuat, profesional, dan berprestasi menuju PON 2028 dan berbagai kompetisi nasional di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *