Popular Posts

IMG 20260730 WA0002

Pembangunan Kantor Koperasi Desa Merah Putih Olais Dimulai, Sinergi TNI dan Warga Wujudkan Desa Sejahtera

Soe, FKKNews.com-Pembangunan Kantor Koperasi Desa Merah Putih Desa Olais, Kecamatan Kuanfatu, Kabupaten Timor Tengah Selatan resmi dimulai. Peletakan batu pertama ini menjadi tonggak awal penguatan ekonomi desa berbasis gotong royong antara TNI, pemerintah desa, dan masyarakat.

Acara dimulai dengan dukungan penuh dari Kodim 1621/TTS melalui Babinsa Desa Olais. Kehadiran TNI dalam proses persiapan hingga pelaksanaan pembangunan mendapat apresiasi dari seluruh elemen desa.

Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Olais menyampaikan terima kasih atas pendampingan Kodim 1621/TTS.

“Ini langkah yang sangat baik dan strategis. Dengan adanya kantor koperasi ini, kami yakin Desa Olais akan melangkah menuju masa depan yang lebih maju dan sejahtera. Ini bukan hanya soal gedung, tetapi tentang masa depan ekonomi warga,” ujarnya.

Dukungan serupa datang dari tokoh adat, tokoh gereja, mandor, dan para pekerja di lapangan. Mereka menilai kehadiran koperasi tidak hanya menjadi pusat kegiatan ekonomi, tetapi juga membuka peluang kerja bagi warga.

“Dengan adanya pembangunan ini, anak-anak muda dan warga di desa bisa bekerja. Ada upah, ada kegiatan, dan roda ekonomi mulai berputar dari desa kita sendiri,” kata salah satu tokoh adat.

Lokasi pembangunan dipilih di tengah pemukiman warga dan jauh dari daerah rawan bencana. Dengan posisi tersebut, kantor diharapkan mudah dijangkau dan aman. Pemerintah desa menargetkan di sekitar kantor akan tumbuh usaha-usaha kecil warga sehingga pemerataan pembangunan bisa terjadi di seluruh wilayah Desa Olais.

Semangat gotong royong antara TNI, pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan warga disebut menjadi kunci. Pembangunan ditargetkan selesai tepat waktu agar kantor dapat segera difungsikan untuk melayani anggota koperasi dan masyarakat.

Dengan dimulainya pembangunan ini, Desa Olais menegaskan komitmennya untuk bangkit melalui koperasi yang kuat dan ekonomi desa yang mandiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *