1
1
1
2
3
Kalabahi, FKKNews.com – Harapan masyarakat Desa O’amate, Kecamatan Alor Barat Laut, Kabupaten Alor, untuk mendapatkan akses air minum bersih yang layak perlahan mulai menemukan titik terang. Pemerintah Desa O’amate segera merealisasikan Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026 melalui aspirasi Anggota DPR RI Julie Sutrisno Laiskodat.
Program tersebut disambut penuh sukacita oleh pemerintah desa dan masyarakat O’amate. Bantuan dengan nilai anggaran Rp500 juta itu diharapkan mampu menjawab sebagian persoalan keterbatasan air minum bersih yang selama ini menjadi pergumulan masyarakat.
Dalam rangka memastikan kesiapan pelaksanaan program, Anggota DPRD Kabupaten Alor sekaligus Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Alor, Deni Padabang, bersama pengurus Partai NasDem Dony Mooy, hadir mewakili Julie Sutrisno Laiskodat di Kantor Desa O’amate. Kehadiran tersebut sekaligus menjadi ruang untuk menjelaskan mekanisme pelaksanaan program serta memastikan bantuan benar-benar diarahkan bagi kebutuhan masyarakat.
Pamsimas sendiri tidak semata-mata berbicara tentang pembangunan sarana air bersih. Program ini menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam proses pembangunan melalui partisipasi, gotong royong, serta pelaksanaan kegiatan secara swakelola. Semangat tersebut diharapkan menjadi fondasi agar fasilitas yang dibangun tidak hanya selesai secara fisik, tetapi juga dapat dirawat dan dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Untuk mendukung pelaksanaan program yang transparan, akuntabel, dan terorganisasi, Pemerintah Desa O’amate telah membentuk Kelompok Masyarakat (Pokmas) Pamsimas yang beranggotakan 10 orang.
Kepala Desa O’amate, Thimotius Doe, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Julie Sutrisno Laiskodat atas dukungan yang diberikan kepada masyarakat desanya.
Ia juga menyampaikan penghargaan kepada Deni Padabang yang dinilai telah membantu membuka ruang koordinasi dan fasilitasi sehingga kebutuhan air bersih masyarakat O’amate dapat mendapat perhatian.
“Kami sampai dengan hari ini menggambarkan kepada Bunda Julie dan Pak Deni bahwa kami telah dibantu dengan program Pamsimas dengan anggaran sebesar Rp500 juta untuk melayani kebutuhan air minum bersih,” ujar Thimotius beberapa waktu lalu di Kantor Desa O’amate.
Menurutnya, Desa O’amate memiliki 8 RT yang membutuhkan pelayanan air bersih. Untuk tahap awal, program tersebut diprioritaskan melayani 6 RT, sementara 2 RT yang berada di wilayah pegunungan masih belum tersentuh pelayanan.
Karena itu, Thimotius berharap dukungan dapat kembali diberikan untuk menjangkau dua RT tersebut sekaligus memenuhi kebutuhan air bersih bagi satu jemaat yang berada di wilayah atas.
“Harapan kami kepada Bunda Julie agar ada sentuhan-sentuhan lagi untuk kebutuhan air minum bersih di dua RT dan satu jemaat yang berada di gunung,” harapnya.
Untuk tahap awal, program Pamsimas tersebut menyediakan 60 Sambungan Rumah (SR). Pemerintah Desa O’amate bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD) juga telah membicarakan rencana pengembangan jaringan pada 2027 melalui tambahan 30 SR yang akan diupayakan menggunakan anggaran desa.
“Dengan anggaran desa yang terbatas, sekitar Rp300 juta per tahun, kami akan berusaha menambahkan 30 Sambungan Rumah karena kebutuhan air minum bersih ini sangat dibutuhkan masyarakat,” jelasnya.
Thimotius kembali berharap agar pada 2027 atau 2028 terdapat dukungan tambahan untuk memperluas pelayanan Pamsimas sehingga dua RT di wilayah pegunungan dan jemaat di wilayah atas dapat menikmati akses air bersih.
Ia juga menegaskan bahwa Pokmas yang telah dibentuk akan bekerja secara serius untuk memastikan program berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ketua Pokmas Pamsimas Desa O’amate, Amos R. Lahal, turut menyampaikan terima kasih kepada Julie Sutrisno Laiskodat atas bantuan pembangunan jaringan air bersih melalui 60 SR dengan total anggaran Rp500 juta.
Menurutnya, bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian yang sangat berarti bagi masyarakat O’amate, khususnya dalam memenuhi kebutuhan dasar berupa air minum yang aman dan layak.
Sementara itu, Deni Padabang mengingatkan Pokmas agar menjalankan amanah tersebut dengan penuh tanggung jawab. Ia menekankan bahwa setiap penggunaan anggaran negara harus dikelola secara baik karena terdapat mekanisme pengawasan.
“Anggaran negara ini dipantau oleh pihak pengawas, baik BPK maupun Inspektorat Daerah. Kalau ada Bimtek yang difasilitasi oleh fasilitator Pamsimas, harap diikuti secara baik supaya hasil dari Rp500 juta itu bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegas Deni.
Ia juga meminta agar setiap persoalan yang muncul dalam pelaksanaan program segera dikomunikasikan dengan kepala desa sehingga tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.
Menanggapi harapan Pemerintah Desa O’amate terkait pengembangan jaringan, Deni mengatakan bahwa komunikasi dan kolaborasi harus terus dibangun.
“Karena saya juga bagian dari keluarga masyarakat di dapil lima ini. Sekalipun dengan keterbatasan anggaran di daerah, kita harus saling berkomunikasi. Kepala desa dan semuanya harus bersama-sama supaya barang ini jadi,” ujarnya.
Deni juga membuka ruang untuk memperjuangkan dukungan lanjutan sesuai dengan mekanisme dan kemampuan anggaran yang tersedia.
“Terima kasih kepada kepala desa yang sudah membantu dengan dana desa. Nanti di tahun 2027, saya lihat kalau ada keuangan daerah melalui dana pokir, saya akan bantu. Tentunya urusan-urusan ini kita komunikasikan secara baik,” tutupnya.
Bagi masyarakat O’amate, hadirnya Pamsimas bukan sekadar sebuah proyek pembangunan. Di balik pipa, jaringan, dan sambungan rumah yang akan dibangun, tersimpan harapan sederhana: agar air bersih tidak lagi menjadi sesuatu yang sulit dijangkau oleh masyarakat.
Kini, harapan itu mulai mengalir. Dari sebuah program, menjadi kerja bersama dari sebuah bantuan, menjadi tanggung jawab dan dari kepedulian, menjadi mimpi tentang kehidupan masyarakat O’amate yang lebih sehat, layak, dan sejahtera. (FKK/Eka Blegur).