1
1
1
2
3
Kalabahi, FKKNews.com – Ratusan mahasiswa baru Universitas Tribuana Kalabahi (Untrib) mengikuti kegiatan Matrikulasi Tahun 2026 sebagai bagian dari tahapan awal untuk mempersiapkan diri sebelum memasuki proses perkuliahan secara penuh di lingkungan perguruan tinggi.
Kegiatan yang diikuti sekitar 550 mahasiswa baru tersebut dilaksanakan selama kurang lebih lima hari dengan melibatkan mahasiswa dari sejumlah fakultas dan program studi di Universitas Tribuana Kalabahi.
Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Tribuana Kalabahi, Alboin Selly, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa Matrikulasi merupakan program rutin yang dilaksanakan Untrib setiap tahun.
Menurutnya, kegiatan tersebut dilaksanakan karena pihak universitas menyadari bahwa setiap mahasiswa baru datang dengan latar belakang pendidikan serta pengalaman belajar yang berbeda-beda.
“Memang rata-rata mereka berasal dari SMA, tetapi gaya belajar di masing-masing sekolah berbeda. Karena itu, Matrikulasi hadir untuk memeratakan dan menyamakan kompetensi mahasiswa baru sebelum mereka masuk ke dalam proses perkuliahan,” jelas Alboin, Selasa, (15/09/2026).
Ia mengatakan, materi yang diberikan dalam Matrikulasi merupakan materi dasar yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing program studi.
Selain mata kuliah dasar dari program studi, terdapat pula materi yang menjadi ciri khas Universitas Tribuana Kalabahi dan diberikan kepada mahasiswa baru sebagai bagian dari pengenalan terhadap lingkungan akademik universitas.
Dengan demikian, mahasiswa baru tidak hanya memperoleh tambahan pengetahuan, tetapi juga mendapatkan gambaran mengenai bagaimana proses perkuliahan yang sebenarnya akan berlangsung.
“Harapannya, mahasiswa baru punya gambaran bahwa proses perkuliahan itu seperti ini. Mereka mulai mengenal bagaimana mengikuti pembelajaran di kelas, memahami materi, dan beradaptasi dengan lingkungan akademik,” ujarnya.
Lebih dari sekadar menyamakan kemampuan akademik, Matrikulasi juga menjadi ruang awal bagi universitas untuk membangun karakter dan kebiasaan positif mahasiswa.
Kedisiplinan, ketertiban, tanggung jawab, serta kebiasaan hadir tepat waktu menjadi bagian yang turut ditekankan selama pelaksanaan Matrikulasi.
Alboin menegaskan bahwa Matrikulasi merupakan semacam pra-kondisi sebelum mahasiswa benar-benar memasuki dunia perkuliahan.
“Ini semacam pra-kondisi sebelum mereka melaksanakan proses perkuliahan yang sebenarnya. Kita ingin sejak awal mereka belajar untuk disiplin, masuk kelas tepat waktu dan tertib,” katanya.
Ia bahkan menekankan pentingnya keteladanan para pengajar dalam membangun budaya disiplin tersebut.
Menurutnya, mahasiswa akan melihat dan meniru apa yang mereka temukan pada tahap awal kehidupan akademiknya. Karena itu, para dosen yang terlibat sebagai pengajar Matrikulasi juga diminta memberikan contoh kedisiplinan.
“Orang bilang langkah awal itu menentukan langkah akhir. Kalau mahasiswa baru melihat sejak awal bahwa pengajarnya juga tidak tertib waktu, tentu akan memberikan kesan bahwa kuliah seperti itu. Karena itu, kita tekankan kepada pengajar untuk tepat waktu. Jam 07.00 perkuliahan berjalan, maka jam 07.00 mereka sudah berada di kelas,” tegasnya.
Dalam pelaksanaan Matrikulasi, pihak universitas juga mempertimbangkan kompetensi tenaga pengajar. Setiap program studi diminta mengusulkan dua nama pengajar yang dinilai memiliki kompetensi sesuai dengan tujuan kegiatan.
Para pengajar tersebut juga memiliki rencana pembelajaran Matrikulasi atau RPM sebagai acuan dalam pelaksanaan kegiatan.
“Kita kontrol pelaksanaan Matrikulasi melalui RPM atau Rencana Pembelajaran Matrikulasi,” jelas Alboin.
Selain pembelajaran di kelas, mahasiswa baru juga mendapatkan pembekalan mengenai penggunaan teknologi akademik melalui aplikasi E-Campus.
Pihak Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (BAAK) turut menyiapkan waktu khusus untuk membantu mahasiswa membuat akun E-Campus serta memahami cara memilih dan mengambil mata kuliah melalui sistem tersebut.
Dengan pembekalan itu, setelah menyelesaikan Matrikulasi, mahasiswa diharapkan sudah memiliki akun E-Campus dan memahami penggunaannya sebagai salah satu sarana dalam menjalani proses akademik selama masa perkuliahan.
Alboin berharap seluruh mahasiswa baru dapat mengikuti kegiatan Matrikulasi dengan sungguh-sungguh, baik dari sisi kompetensi maupun pengembangan soft skill.
“Kita ajak mereka untuk disiplin dan bertanggung jawab. Ikuti proses ini dengan baik. Kalau mereka mengikuti proses dengan baik, nanti dalam perkuliahan mereka tidak lagi mengalami banyak kesulitan,” pesannya.
Lima Hari Menjadi Fondasi Awal Mahasiswa Baru
Sementara itu, Ketua Panitia Matrikulasi Universitas Tribuana Kalabahi Tahun 2026, Didiana Yanuarita Molebila, S.P., M.Si., mengatakan secara garis besar konsep kegiatan telah disampaikan oleh Kepala LPPM.
Ia menjelaskan bahwa secara teknis kegiatan Matrikulasi dilaksanakan selama kurang lebih lima hari.
Dalam pelaksanaannya, panitia berkoordinasi dengan pimpinan program studi dan fakultas untuk memastikan para pengajar yang ditugaskan benar-benar memahami arah, karakteristik, serta visi dan misi masing-masing program studi.
“Kami mencoba berkomunikasi dengan pimpinan program studi dan fakultas untuk sebisa mungkin mengirimkan para pengajar yang memahami betul arah, terlebih khusus visi dan misi dari masing-masing program studi,” ungkap Didiana.
Menurutnya, langkah tersebut penting agar materi yang dikemas dalam kegiatan Matrikulasi dapat dipahami secara baik oleh mahasiswa baru.
“Sehingga nantinya mata kuliah yang dikemas sebagai materi untuk kegiatan Matrikulasi itu benar-benar dipahami oleh mahasiswa baru,” tambahnya.
Didiana menyebutkan bahwa jumlah peserta Matrikulasi Tahun 2026 mencapai kurang lebih 550 mahasiswa baru yang tersebar di sekitar lima fakultas.
Jumlah peserta yang cukup besar tersebut sekaligus menjadi tanggung jawab tersendiri bagi panitia untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan secara tertib dan lancar.
Namun, di balik tantangan tersebut, panitia melihat kegiatan Matrikulasi sebagai bagian penting dalam membangun fondasi awal kehidupan mahasiswa.
Didiana berharap seluruh materi yang disampaikan para dosen pengajar dapat diserap dengan baik oleh mahasiswa baru sehingga menjadi bekal untuk membangun rasa percaya diri ketika menjalani proses perkuliahan di program studi masing-masing.
“Harapannya, semua hal yang sudah disampaikan oleh bapak dan ibu dosen sebagai pengajar Matrikulasi bisa diserap oleh mahasiswa sehingga menjadi fondasi bagi mereka untuk percaya diri sebagai mahasiswa di tempat dan jurusan yang mereka pilih,” katanya.
Ia menambahkan, Matrikulasi bukan sekadar kegiatan pengenalan materi, melainkan juga menjadi momentum untuk menyegarkan kembali pengetahuan yang telah dimiliki mahasiswa sekaligus memperkenalkan suasana kehidupan perguruan tinggi.
“Kurang lebih ada 550 mahasiswa baru yang mengikuti kegiatan Matrikulasi selama lima hari. Kegiatan ini untuk merefresh kembali pengetahuan yang dimiliki masing-masing mahasiswa baru dan membantu mereka mengenal serta memahami seperti apa sebenarnya proses perkuliahan,” jelasnya.
Simulasi Awal Kehidupan Perkuliahan
Menurut Didiana, Matrikulasi dapat dipandang sebagai stimulasi awal bagi mahasiswa baru sebelum memasuki perkuliahan yang sesungguhnya.
Mahasiswa mulai diperkenalkan dengan jadwal perkuliahan, pembagian waktu, suasana belajar di kelas, hingga kedisiplinan dalam mengikuti kegiatan akademik.
Mereka juga mulai merasakan bahwa kehidupan perguruan tinggi memiliki pola pembelajaran yang berbeda dengan jenjang pendidikan sebelumnya.
“Jadi, Matrikulasi ini sebagai persyaratan awal bagi mahasiswa bahwa proses kuliahnya seperti ini. Masuk pagi, masuk siang, ada penjadwalan. Tidak semuanya dalam satu waktu, tetapi ada penjadwalan yang berbeda sehingga mereka bisa merasakan bahwa kuliah itu seperti ini,” ujarnya.
Lebih jauh, Matrikulasi juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa baru untuk mengenal program studi masing-masing secara lebih dekat.
Melalui materi-materi dasar yang diberikan, mahasiswa diharapkan mulai memahami keilmuan yang nantinya akan mereka dalami selama menjalani pendidikan di Untrib.
“Ini istilahnya stimulasi awal di masing-masing program studi sehingga mahasiswa baru benar-benar mengenal lebih dalam program studi masing-masing. Mereka tahu apa yang akan mereka capai di sana dan mendapatkan sikap serta pengetahuan awal agar lebih siap ketika mengikuti perkuliahan yang sesungguhnya,” jelas Didiana.
Antropologi Kemaritiman Jadi Ciri Universitas
Selain materi yang disiapkan oleh masing-masing program studi, Universitas Tribuana Kalabahi juga memberikan materi yang menjadi bagian dari identitas akademik universitas, salah satunya Antropologi Kemaritiman.
Materi tersebut diberikan kepada mahasiswa baru dari seluruh program studi sebagai bagian dari upaya memperkenalkan karakter wilayah tempat Untrib berdiri dan berkembang.
Didiana menjelaskan, materi Antropologi Kemaritiman memiliki keterkaitan dengan kehidupan masyarakat di wilayah kepulauan dan aktivitas kemaritiman.
Hal tersebut dinilai relevan dengan visi dan misi Universitas Tribuana Kalabahi yang berada di wilayah Nusa Tenggara Timur dengan karakter daerah kepulauan dan kemaritiman.
“Kita ini berada di daerah kemaritiman dan daerah kepulauan. Karena itu, kita wajib mengenal kehidupan antropologi kemaritiman seperti apa,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa mahasiswa baru yang mengikuti perkuliahan pada tahun akademik ini diwajibkan mengambil mata kuliah tersebut.
Dengan demikian, pendidikan yang diterima mahasiswa tidak hanya berorientasi pada keilmuan program studi, tetapi juga memiliki keterkaitan dengan karakter sosial, budaya, dan lingkungan wilayah kepulauan.
Teknologi Jadi Bagian dari Perjalanan Akademik
Selain materi akademik, mahasiswa baru juga mendapatkan pelatihan penggunaan aplikasi E-Campus.
Pelatihan tersebut diharapkan dapat membantu mahasiswa beradaptasi dengan sistem akademik berbasis teknologi yang akan digunakan selama menjalani pendidikan di Universitas Tribuana Kalabahi.
“Setelah mahasiswa baru menerima materi-materi dasar, selanjutnya ada pembekalan atau pembelajaran aplikasi E-Campus yang akan mereka pelajari selama kurang lebih delapan semester di Universitas Tribuana Kalabahi,” ujar Didiana.
Menurutnya, mahasiswa perlu dibekali kemampuan menggunakan teknologi agar proses pembelajaran tidak hanya dilakukan secara manual.
E-Campus diharapkan menjadi salah satu sarana yang membantu mahasiswa mengakses berbagai kebutuhan akademik selama menjalani masa studi.
“Kami berharap mereka tidak saja secara manual, tetapi juga menggunakan teknologi, dalam hal ini aplikasi E-Campus, untuk mengakses proses pembelajaran selama kuliah di Untrib,” tambahnya.
Menanamkan Semangat, Kesehatan, dan Tanggung Jawab
Di akhir keterangannya, Didiana mengajak seluruh mahasiswa baru untuk menjadikan Matrikulasi sebagai fondasi dalam mengembangkan pengetahuan dan karakter.
Menurutnya, materi dasar yang diperoleh selama Matrikulasi nantinya akan dikembangkan lebih jauh melalui mata kuliah yang lebih spesifik di masing-masing program studi.
“Proses pembelajaran awal ini menjadi dasar yang bisa digunakan untuk mengembangkan lebih dalam lagi pada masing-masing program studi. Untuk memperdalamnya, masing-masing program studi sudah menyiapkan mata kuliah yang lebih spesifik tentang keilmuan yang dapat mengembangkan pengetahuan dan karakter mahasiswa ke depan,” tuturnya.
Ia juga berpesan kepada seluruh mahasiswa baru agar tetap semangat dalam menjalani proses pendidikan, menjaga kesehatan, serta memiliki tujuan yang jelas selama menempuh pendidikan tinggi.
Didiana menekankan bahwa dunia perguruan tinggi merupakan ruang pembelajaran yang menuntut kedewasaan, tanggung jawab, keterbukaan, dan kemauan untuk saling melengkapi.
“Mahasiswa tetap semangat belajar, jaga kesehatan, dan tetap melihat bahwa apa yang ingin dicapai itu menjadi proses pembelajaran. Walaupun ada yang masih kurang, pembelajaran di dunia pendidikan tinggi adalah pembelajaran yang dewasa dan saling melengkapi,” pesannya.
Ia berharap mahasiswa dan universitas dapat terus membangun komunikasi yang baik selama proses pendidikan berlangsung.
“Kalau ada yang kurang, perlu kita saling melengkapi, baik dari pihak universitas maupun mahasiswa. Selamat dan semangat dalam proses perkuliahan yang sesungguhnya,” pungkasnya.
Matrikulasi Tahun 2026 pun diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan awal semata, tetapi menjadi langkah pertama yang menumbuhkan kesiapan, kedisiplinan, kepercayaan diri, ser
ta semangat belajar bagi ratusan mahasiswa baru dalam menapaki perjalanan akademik mereka di Universitas Tribuana Kalabahi. (FKK/Eka Blegur).