1
1
Kupang, FKKNews.com — Turnamen Bintang Mercy Cup II Tahun 2026 resmi ditutup setelah berlangsung selama 14 hari di Desa Nunsaen, Kecamatan Fatuleu Tengah, Kabupaten Kupang. Turnamen ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi bola voli, tetapi juga menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat melalui keterlibatan pelaku UMKM di sekitar arena pertandingan.
Bintang Mercy Cup II tahun ini diikuti 42 tim putra dan putri, meningkat dibandingkan pelaksanaan tahun sebelumnya yang diikuti sekitar 26 tim. Selain pertandingan yang berlangsung meriah, sekitar 22 tenant UMKM turut membuka usaha dan melayani kebutuhan masyarakat selama turnamen berlangsung.
Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Kupang sekaligus Ketua Pengprov PBVSI NTT, Winston Rondo, mengatakan peningkatan jumlah peserta menunjukkan bahwa olahraga bola voli terus berkembang dan mendapat antusiasme besar dari masyarakat.
“Bagi saya, angka ini bukan sekadar statistik. Ini menunjukkan bahwa voli hidup, anak muda membutuhkan ruang, dan masyarakat merindukan kegiatan yang mempertemukan mereka dalam suasana persaudaraan,” ujarnya.
Menurutnya, turnamen antarkampung atau tarkam memiliki peran penting dalam menemukan dan membentuk potensi atlet dari daerah-daerah.
“Dari lapangan-lapangan kampung seperti inilah bakat ditemukan. Dari pertandingan sederhana seperti inilah mental bertanding dibentuk. Dan bukan tidak mungkin, dari antara anak-anak yang berdiri di lapangan Nunsaen malam ini, ada yang suatu hari mengenakan seragam NTT pada PON XXII Tahun 2028,” katanya.
Ia menegaskan, para pemain muda tidak boleh berhenti berlatih setelah turnamen selesai. Kemenangan dalam pertandingan, menurutnya, harus menjadi bagian dari proses panjang menuju prestasi yang lebih besar.
“Piala menentukan siapa juara malam ini. Tetapi latihan, disiplin dan karakter akan menentukan siapa yang menjadi atlet besar beberapa tahun lagi,” tegasnya.
Ia juga memberikan perhatian terhadap keterlibatan pelaku UMKM selama pelaksanaan turnamen. Menurutnya, kegiatan olahraga harus memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.
“Selama 14 hari pertandingan, kurang lebih 22 tenant UMKM ikut membuka usaha di sekitar arena. Ada yang menjual makanan, minuman dan berbagai kebutuhan masyarakat. Uang berputar. Orang datang. Pedagang mendapat pembeli. Kampung menjadi ramai. Inilah yang saya sebut olahraga yang memberi dampak,” ungkapnya.
Ia menegaskan, penyelenggaraan turnamen tidak seharusnya hanya berorientasi pada pertandingan, tetapi juga membuka ruang bagi ekonomi masyarakat kecil untuk bertumbuh.
“Kita tidak ingin membuat turnamen yang hanya ramai di lapangan, sementara masyarakat di sekelilingnya hanya menjadi penonton. Kita ingin setiap kegiatan olahraga juga membuka ruang bagi ekonomi kecil untuk bertumbuh,” ujarnya.
Senada dengan Winston Rondo, Kepala Desa Nunsaen, Litheart Niuplapu, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan Bintang Mercy Cup II.
Menurutnya besarnya partisipasi masyarakat selama turnamen memberikan dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi di wilayah Desa Nunsaen.
“Kami berterima kasih karena begitu besar partisipasi masyarakat Kabupaten Kupang mengikuti kegiatan Bintang Mercy Cup yang kedua ini. Dalam menyambut kegiatan ini, banyak sekali perputaran ekonomi yang terjadi di wilayah Desa Nunsaen. Atas nama Pemerintah Desa Nunsaen, kami mengucapkan limpah terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi menyukseskan kegiatan tahun 2026 ini,” katanya
Ia juga mengapresiasi para pedagang dan masyarakat yang turut membuat suasana turnamen semakin meriah.
“Kami berterima kasih kepada semua penonton dan para pedagang yang luar biasa menyambut kegiatan ini. Kegiatan ini boleh berlangsung begitu meriah dan menjadi satu hiburan bagi masyarakat Desa Nunsaen, terutama masyarakat yang ada di wilayah Fatuleu Tengah,” ujarnya.
Ia menilai turnamen seperti Bintang Mercy Cup menjadi salah satu ruang penting untuk menjaring potensi atlet dari desa-desa.
“Turnamen ini sangat bagus untuk menjaring potensi-potensi dari desa-desa. Potensi tersebut dapat terjaring sehingga bisa mewakili kecamatan, bahkan kabupaten hingga tingkat provinsi. Kami berharap dari turnamen-turnamen seperti ini dapat muncul talenta-talenta berbakat yang nantinya bisa membawa nama besar Kabupaten Kupang,” ungkapnya.
Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh pemain, baik yang berhasil menjadi juara maupun yang belum meraih gelar juara, karena telah menunjukkan semangat bertanding dan menjunjung tinggi sportivitas.
Sementara itu, Winston Rondo menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung turnamen, termasuk dr. Maria Stevi Harman, Senator DPD RI asal NTT, yang menjadi salah satu pendukung utama Bintang Mercy Cup II dan memberikan piala bergilir untuk kategori putra dan putri.
Ia juga mengapresiasi Kepala SD GMIT Naifalo yang telah memberikan ruang dan lokasi kegiatan, Pemerintah Desa Nunsaen, tokoh masyarakat, panitia, para atlet, pelatih, official, wasit, suporter, pelaku UMKM, serta seluruh masyarakat yang telah mendukung kegiatan tersebut.
“Empat belas hari bukan waktu yang pendek. Ada yang mengurus lapangan, pertandingan, wasit, listrik, konsumsi, keamanan, kebersihan sampai hal-hal kecil yang mungkin tidak pernah terlihat penonton. Kalau malam ini acara berakhir dengan baik, itu karena ada banyak orang yang bekerja ketika orang lain sedang menikmati pertandingan,” tuturnya.
Pemerintah Desa Nunsaen berharap Bintang Mercy Cup dapat terus dilaksanakan pada tahun-tahun berikutnya dan semakin berkembang.
Litheart berharap Desa Nunsaen kembali mendapat kesempatan menjadi tuan rumah pada pelaksanaan Bintang Mercy Cup III Tahun 2027.
“Harapan kami, mudah-mudahan tahun depan kita bertemu lagi dalam acara yang sama, yaitu Turnamen Bintang Mercy Cup yang ketiga tahun 2027. Tentu di tempat yang berbeda, tetapi sebagai tuan rumah, kami berharap kalau bisa kegiatan tahunan ini tetap berada di wilayah kami, Desa Nunsaen,” harapnya.
Sementara Winston menegaskan bahwa keberlanjutan turnamen penting untuk menjaga ruang kompetisi bagi anak-anak muda sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Hari ini 42 tim. Tahun depan kita berharap lebih besar. Hari ini 22 UMKM. Tahun depan kita berharap semakin banyak ekonomi rakyat yang ikut bergerak. Karena ukuran keberhasilan sebuah turnamen bukan hanya siapa yang membawa pulang piala, tetapi berapa banyak anak muda yang mendapat harapan dan berapa banyak masyarakat kecil yang ikut merasakan manfaatnya,” pungkasnya.(FKK02)